Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Betawi, Ramai Meriah Penuh Makna Baik

- Jurnalis

Selasa, 26 November 2024 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernikahan Adat Betawi Chua Kotak
Pernikahan adat Betawi 

Jakarta – Tenar news tv…….1 Nopember 2024Pernikahan adat Betawi menjadi salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini. Apa saja rangkaian pernikahan adat Betawi? Yuk! Mengenal prosesi pernikahan adat Betawi

Setiap daerah di Indonesia memiliki adat pernikahan yang berbeda-beda. Salah satunya pernikahan adat Betawi yang unik dan penuh warna.

Prosesi pernikahan adat Betawi bersifat sakral dan filosofinya yang penuh makna. Tak hanya itu, lantunan musik dan prosesi lainnya membuat pernikahan adat Betawi menjadi hiburan tersendiri bagi

Pernikahan adat Betawi yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya memang cukup populer di Tanah Air. Beberapa selebriti yang menikah dengan adat Betawi di antaranya adalah Intan Nuraini, Chua Kotak, Angga Putra, dan Bintang Emon.

Kamu ingin menikah adat Betawi dan masih bingung prosesinya, atau ingin tahu lebih dalam tentang pernikahan adat Betawi? Yuk! Mengenal lebih dalam tentang pernikahan adat Betawi.

 

Berikut adalah prosesi pernikahan adat Betawi

 

1. Siraman

Siraman dalam adat Betawi biasanya dilakukan sehari sebelum akad nikah. Makna dari prosesi ini adalah membersihkan diri agar tubuh calon mempelai wanita atau none mantu harum. Air siraman berisi kembang setaman yang dicampur dengan daun jeruk purut, pandan, akar wangi, daun mangkokan, dan sereh.

Setelah acara siraman, calon pengantin wanita menjalani upacara tanggas atau kum (semacam mandi uap). Tujuannya adalah untuk membersihkan bekas-bekas perawatan lulur yang masih tertinggal di pori-pori dan menghaluskan kulit.

Baca Juga :  Bangunan PJS Kades tidak sesuai Hasil Musyawarah Desa

 

2. Ngerik dan Potong Centung

Ngerik dan potong centung merupakan proses membersihkan bulu-bulu yang tumbuh di sekitar kening, pelipis, tengkuk, dan leher calon pengantin wanita. Prosesi ini biasanya berlangsung di dalam kamar none mantu.

Perlengkapan yang harus disediakan adalah kain putih ukuran dua meter untuk alas, kembang setaman, air putih dalam cawan dengan sekuntum bunga mawar atau lainnya untuk tempat gunting, pedupaan dan setanggi/gaharu, alat cukur, dua keping uang logam untuk batas centung (satu kali lipatan) dan untuk batasan mencukur anak rambut, serta tempat sirih lengkap dengan isinya. Alu dibuat seperti centung pada rambut di kedua sisi pipi dengan menggunakan uang logam untuk menjepitnya agar pengantin selalu mendapat keberkahan dan keselamatan.

 

3. Malam Pacar

Malam pacar adalah rangkaian prosesi pernikahan adat Betawi yang dilaksanakan cukup meriah, karena dihadiri kerabat dan teman-teman calon mempelai perempuan. Ritual pemakaian pacar dilakukan oleh tukang piare dan keluarga serta teman dekat calon pengantin wanita.

Ritual pemberian pacar dipandu oleh tukang piare, dimulai oleh ibu calon mempelai wanita, dilanjutkan oleh para sesepuh serta kerabat dan sahabat dekat. Biasanya calon mempelai wanita didandani dengan busana dan tata rias ala None, yakni riasan tipis dan berbusana kebaya encim.

 

4. Ngerudat

Merupakan prosesi pernikahan adat Betawi yang dilaksanakan saat akad. Kegiatannya berupa iring-iringan rombongan calon mempelai pria menuju ke kediaman calon pengantin wanita. Keberangkatan rombongan ini disebut rudat, artinya mengiringi calon tuan mantu menuju rumah calon none mantu untuk melaksakan pernikahan.

Baca Juga :  *Komunikasi dan Kolaborasi Semua Pihak, Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja Dalam Konflik Sosial*

Prosesi ini berlangsung ramai dan meriah karena rombongan calon pengantin pria membunyikan petasan pertanda akan segera tiba. Setelah itu, pihak calon pengantin perempuan akan menyambutnya dan membalas dengan membunyikan petasan juga.

 

5. Palang Pintu

Pada tradisi pernikahan adat Betawi, sebelum memasuki rumah calon pengantin perempuan ada prosesi Palang Pintu yang harus dilakukan. Ada jawara dari tuan raje mude (pengantin laki-laki) dan jawara dari none mantu (pengantin perempuan). Mereka akan berbalas pantun yang berisi nasehat dalam berumah tangga. Setelah itu ada uji ketangkasan.

Jawara pengantin pria harus bisa mengalahkan jawara pengantin perempuan. Setelah selesai maka akan ada pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad. Ritual Palang Pintu dalam prosesi pernikahan adat Betawi bertujuan untuk menguji seberapa tangkas pengantin laki-laki bisa melindungi dan menjadi pemimpin agama bagi rumah tangganya.

 

6. Akad Nikah

Tak banyak berbeda dengan prosesi pernikahan adat lainnya, akad Nikah adat Betawi juga berlangsung sakral. Calon pengantin perempuan memohon izin kepada ayahnya untuk berumah tangga dan minta dinikahkan. Setelah itu prosesi ijab kabul berlangsung antara calon pengantin pria, dan ayah mempelai wanita, yang dihadiri saksi serta penghulu. ( bersambung .red )

 

Berita Terkait

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR
Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES
Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”
SEJARAH BERDIRI MEDIA NASIONAL TENARNEWS PERJALANAN PANJANG DARI MAJALAH KE MENSOS/. YOUTUBE 
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:26 WIB

KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WIB

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 September 2026 - 13:33 WIB

Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR

Jumat, 4 September 2026 - 17:32 WIB

Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.

Berita Terbaru

Tenar News

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:30 WIB