Depok, Tenarnews.com,- Didampingi Walikota Depok H. Mohammat Idris,” Presiden RI H.Joko Widodo tinjau harga sembako di pasar Pal Cimanggis Kota Depok (Jabar)

Kehadiran Presiden di pasar itu disambut baik para pedagang maupun warga depok yang sedang berbelanja
Salah satu warga yang sedang berbelanja mengatakan, saya senang bpk. Jokowi mau datang melihat harga sembako di pasar ini dan kalau mengenai harga sembako dipasar ini sudah setabil kalau naik sedikit wajar kan jelang Lebaran, terang warga tersebut yang juga dibenarkan warga lain, hal ini juga diakui para pedagang, kami jual sembako sesuai harga yang sudah ditetapkan, kami senang Presiden kita tinjau harga sembako di pasar ini dan kami kaget atas kedatangan beliau yang mendadak serasa mimpi saja terang pedagan itu yang benarkan pedagang lain
kedatangan Presiden dipasar tersebut tidak disia siakan warga Kampung Bojong , pada tempat yang sama sejumlah warga kampung Bojong bojong malaka kota depok melakukan aksi dengan membentakan sepanduk (positif) yang intinya memohan kepada Presiden atas derita panjang yang mereka alami,” hal itu ratusan warga Bojong Bojong Malaka Kota Depok (Jabar) merasa dicuri haknya atas tanah waris mereka yang telah lama dipakai oleh RRI tanpa membayar ganti rugi, keluh mereka kepada Presiden
Namun, keadaan ini bisa berubah setelah Presiden RI Jokowi mengundang ahliwaris untuk membicarakan masalah tersebut.
Dalam kunjungan survei harga sembako di pasar Pal Cimanggis, Presiden Jokowi berjanji akan menyelesaikan kasus tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka Kota Depok (Jabar) yang digunakan untuk membangun Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Hal itu lantaran Atikah (50 th), salah seorang ahli waris, berhasil mencuri perhatian Presiden Joko Widodo. Dia dan puluhan ahli waris nekad membentangkan poster tentang tanah adat Bojong Bojong Malaka Kota Depok (jabar) yang belum dibayar oleh UIII.
“Saya nekad teriak-teriak minta pak Jokowi memperhatikan kami, Alhamdulillah pak Jokowi melihat dan meminta saya menghampiri beliau, ” tuturnya.
“Saya cium tangan pak Presiden sambil menyampaikan permohonan kami. Beliau nanya tanah mana yang belum dibayar, saya bilang tanah milik adat yang digunakan UIII. Terus beliau bilang. Baik, akan saya selesaikan segera, ” Demikian Atikah menceritakan hasil dialognya dengan Presiden Jokowi, terang Atikah
Warga pemilik tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka telah berjuang selama hampir satu tahun untuk mendapat respon dari pemerintah terkait tuntutan mereka untuk memperoleh ganti rugi. Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil.
Kedatangan Presiden Jokowi ke Depok memberikan harapan baru bagi ahli waris pemilik tanah adat tersebut. Mereka yakin Presiden RI akan merealisasikan janjinya untuk menyelesaikan masalah ini. ( Tim tenarnewstv9)
