Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Tenar News · 4 Apr 2024 16:39 WIB ·

Perbandingan Etika dalam Filsafat dan Etika dalam Penegakan Hukum


 <em>Perbandingan Etika dalam Filsafat dan Etika dalam Penegakan Hukum</em> Perbesar

Umum

Dalam dunia yang kompleks ini, konsep etika memainkan peran penting baik dalam filsafat maupun dalam penegakan hukum. Meskipun saling terkait, kedua bidang ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatan mereka terhadap moralitas dan keadilan. Etika dalam filsafat sering kali dipelajari sebagai studi tentang apa yang benar dan salah secara moral, sementara etika dalam penegakan hukum berkaitan dengan standar perilaku yang diterapkan pada para penegak hukum untuk memastikan keadilan dan integritas sistem hukum. Dengan memahami perbedaan esensial antara keduanya, kita dapat menghargai kompleksitas dan relevansi etika dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Apa itu etika dalam filsafat dan etika dalam penegakan hukum

Etika dalam Filsafat:

Etika dalam filsafat adalah cabang filsafat yang mempelajari prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai yang mendasari perilaku manusia.
Etika filosofis berfokus pada pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang apa yang benar dan salah, apa yang baik dan buruk, serta apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral manusia.
Filsuf-filsuf etika berusaha untuk membangun teori-teori etika yang komprehensif, seperti etika deontologi, etika teleologi, etika virtue, dan lain-lain.
Etika filosofis bersifat abstrak, universal, dan berusaha untukmerumuskan prinsip-prinsip moral yang berlaku secara umum.

Etika dalam Penegakan Hukum:

Etika dalam penegakan hukum adalah prinsip-prinsip moral yang harus dipatuhi oleh para penegak hukum dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.
Etika hukum berfokus pada perilaku yang sesuai dengan peraturanperundang-undangan, kode etik profesi, dan praktik penegakan hukum yang baik. Etika hukum mengatur bagaimana para penegak hukum, seperti hakim, jaksa, polisi, dan pengacara, harus bersikap dan bertindak secara profesional, adil, dan bertanggung jawab.
Etika hukum bersifat lebih konkret dan terikat pada aturan-aturan hukum yang berlaku dalam suatu sistem hukum.

Perbedaannya

1.Etika dalam Filsafat: Bersifat lebih luas, abstrak, dan fundamental.Membahas prinsip-prinsip moral yang mendasari perilaku manusia secara umum. Bersumber dari pemikiran filosofis, refleksi, dan perdebatan intelektual. Bertujuan untuk memahami dan menetapkan prinsip-prinsip moral yang baik secara universal.

2.Etika dalam Penegakan Hukum:
Bersifat lebih spesifik dan terfokus pada aturan serta norma yang harus dipatuhi dalam sistem hukum. Mengatur perilaku yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan praktik penegakan hukum Bersumber dari peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan praktik penegakan hukum.Bertujuan untuk menjamin keadilan, ketertiban, dan kepastian hukum dalam masyarakat.

Persamaan:

Keduanya membahas prinsip-prinsip moral yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan dan perilaku.
Keduanya bertujuan untuk mencapai kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan bagi manusia dan masyarakat.
Keduanya memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga nilai-nilai etis dalam kehidupan manusia.
Keduanya saling berkaitan dan saling melengkapi dalam membentuk pemahaman yang komprehensif tentang etika..

Apakah Sidang kode etik terkait kasus hakim dapat dikategorikan sebagai etika dalam penegakan hukum, bukan etika dalam filsafat.

1.Etika dalam Penegakan Hukum:
Sidang kode etik hakim merupakan bagian dari etika dalam penegakan hukum karena terkait dengan perilaku dan tindakan para penegak hukumbdalam menjalankan tugas dan wewenangnya.
Etika hukum mengatur bagaimana para penegak hukum, seperti hakim, harus bersikap dan bertindak secara profesional, adil, dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi dan bertujuan untuk menilai apakah perilaku hakim telah sesuai dengan prinsip-prinsip etika hukum yang berlaku.

2.Bukan Etika dalam Filsafat:
Etika dalam filsafat bersifat lebih luas dan abstrak, membahas prinsip-prinsip moral yang mendasari perilaku manusia secara umum. Meskipun etika hukum didasarkan pada prinsip-prinsip moral, namun dalam konteks ini, etika hukum lebih berfokus pada penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik penegakan hukum.

Bagaimana pengaruh hasil putusan hakim apabila sidang kode etik menyatakan bahwa hakim tersebut telah melanggar kode etik

1.Pelanggaran Kode Etik Hakim:
Kode etik hakim merupakan seperangkat aturan dan prinsip-prinsip moral yang harus dipatuhi oleh hakim dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.
Jika hakim terbukti melanggar kode etik, hal ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan terkait integritas, profesionalisme, dan independensi hakim dalam menjalankan tugasnya.

2.Pengaruh terhadap Putusan Hakim:
Putusan hakim harus didasarkan pada pertimbangan hukum yang objektif, adil, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika hakim terbukti melanggar kode etik, maka hal ini dapat mempengaruhi kredibilitas dan validitas putusan-putusan yang telah dibuatnya. Pelanggaran kode etik dapat menimbulkan keraguan terhadap independensi, objektivitas, dan integritas hakim dalam memutus perkara. Oleh karena itu, putusan-putusan yang telah dibuat oleh hakim yang terbukti melanggar kode etik dapat menjadi kontroversial dan berpotensi untuk dikaji ulang atau dibatalkan.

3.Pentingnya Penegakan Kode Etik Hakim:
Penegakan kode etik hakim merupakan hal yang penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Hakim harus mempertahankan integritas, profesionalisme, dan independensinya agar dapat memberikan putusan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelanggaran kode etik oleh hakim dapat merusak kredibilitas lembaga peradilan secara keseluruhan.

Kesimpulan

  1. Etika dalam filsafat dan etika dalam penegakan hukum memiliki perbedaan dalam cakupan, sumber, dan tujuan, namun keduanya saling terkait dan saling melengkapi dalam upaya mencapai kebaikan dan keadilan dalam masyarakat.
  2. Etika filosofis memberikan landasan konseptual, sedangkan etika hukum mewujudkannya dalam praktik penegakan hukum yang adil dan bertanggung jawab Sedangkan etika hukum mewujudkan prinsip-prinsip moral tersebut dalam praktik penegakan hukum yang adil dan bertanggung jawab
  3. bahwa sidang kode etik terkait kasus hakim termasuk dalam ranah etika dalam penegakan hukum, bukan etika dalam filsafat. Hal ini karena sidang tersebut terkait dengan perilaku dan tindakan para penegak hukum dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sesuai dengan peraturan dan kode etik profesi.
  4. Jika hasil putusan sidang kode etik menyatakan bahwa hakim tersebut telah melanggar kode etik, maka hal ini dapat mempengaruhi validitas dan kredibilitas putusan-putusan yang telah dibuatnya. Penegakan kode etik hakim merupakan hal yang penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. ( red )
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Perpisahan dan kenaikan kelas Siswa SMPN 3 Serang berjalan lancar

14 Juni 2024 - 00:55 WIB

Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

12 Juni 2024 - 15:28 WIB

Sistem Kelas Dihapus, Ini Iuran BPJS Kesehatan Senin, 10 Juni 2024

12 Juni 2024 - 02:34 WIB

Trending di Tenar News