Mengapa Tokyo tidak di Bom Pada Perang Dunia Ke 2 Oleh Amerika ?

- Jurnalis

Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam perang kemenangan bukan hanya tentang menduduki suatu wilayah dan cara mudah memenangkan perang adalah meminta pemimpin tertinggi suatu wilayah untuk menyerah.

Saat itu sang Kaisar tinggal di Tokyo dimana jika sang kaisar meninggal Jepang tidak bisa dan mau mengakui kekalahannya. Amerika memiliki beberapa pilihan seperti meledakkan bom atom di pelabuhan Tokyo dan (sekali lagi) berharap bahwa Jepang akan menyerah atau membom kota secara sistematis sampai mereka menyerah dimana ada 9 target dan Hiroshima adalah target pertama, setelah itu Nagasaki 2 minggu kemudian dan dilanjutkan dengan peringatan 10 hari sebelumnya, Dan Kaisar menyerah kalah sebelum pengeboman ketiga dilakukan.

Baca Juga :  Tak dibayar,"pemborong "Setres"Kontraktor tak perduli Nasib nya?
Gedung ini terkena efek bom atom dulunya adalah gedung pemerintah yang terkena ledakan bom sekitar 500 meter diatasnya dan langsung terbakar bersamaan dengan semua penghuninya langsung tewas seketika.

Pondasi gedung ini adalah salah satu dari struktur yang tersisa dari ledakan bom dan diubah menjadi taman perdamaian Hiroshima untuk mengenang mereka yang tewas dalam kejadian itu dan pengingat agar tidak perlu lagi ada kejadian seperti ini.

Berita Terkait

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).
Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion
Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.
Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)
Lanjutkan roda kepemimpinan, HIMAS Universitas PTIQ Jakarta gelar pemilihan umum.
Sambut Hari Batik Nasional, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Mengenakan Batik Bersama
NGOBRAS (Ngobrol Asyik Bersama Rayon Al-Harokah)
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 04:17 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Unit Penyandang Disabilitas (UPD).

Senin, 23 Oktober 2023 - 15:46 WIB

Himpunan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himakopi) & Dema Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Dema FUD) mengadakan Focus Group Discussion

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:49 WIB

Peringati hari lahir, HIPMAT Gelar khataman Al-qur’an dan doa bersama.

Selasa, 17 Oktober 2023 - 23:57 WIB

Kembangkan soft skill, Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta gelar sekolah kepenulisan.

Rabu, 11 Oktober 2023 - 15:49 WIB

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ Jakarta Melakukan Kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI)

Berita Terbaru

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB