Eksekusi lahan 6.500 meter di Tapos, KPK seret lima tersangka

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok-Tenarnestv9 Media Siber Indonesia: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengurusan sengketa dan eksekusi lahan seluas 6.500 meter persegi di wilayah Tapos, Kota Depok. Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah pihak di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Kelima tersangka tersebut, menurut sumber. masing-masing berinisial:(IW) (BBG)
(YOH) (TRI) dan (BER)
Kasus ini diduga berkaitan dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses penanganan sengketa hingga pelaksanaan eksekusi lahan yang sebelumnya menjadi objek perkara di PN Depok.

Baca Juga :  KEBAKARAN DI SAPE , GUBERNUR PERINTAHKAN KALAK BPBD DAN KADIS SOSIAL SEGERA KIRIM BANTUAN

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara bermula dari sengketa kepemilikan lahan seluas 6.500 meter persegi di kawasan Tapos. Lahan tersebut kemudian dieksekusi oleh PN Depok. Namun, proses eksekusi itu kini menjadi sorotan setelah KPK menemukan dugaan adanya praktik suap atau penerimaan hadiah/janji dalam penanganan perkara.

KPK menduga terdapat aliran dana atau kesepakatan tertentu yang memengaruhi proses hukum, mulai dari tahap persidangan hingga pelaksanaan eksekusi.disisi lain, pihak yang mengaku sebagai ahli waris atas lahan tersebut menyatakan keberatan atas pelaksanaan eksekusi dan mendesak agar hak mereka dikembalikan seperti semula.

Baca Juga :  Potensi Dilegalkan THM Harus Ditolak di Kabupaten Bogor.

“Kami hanya meminta keadilan. Lahan itu adalah hak kami. Kami berharap dengan terungkapnya kasus ini, negara dapat mengembalikan hak kami dan menegakkan hukum seadil-adilnya,” ujar salah satu perwakilan ahli waris.

Mereka berharap proses hukum yang tengah berjalan di KPK dapat membuka seluruh fakta secara transparan, termasuk kemungkinan ada keterlibatan yang lain ( tim tenarnestv9)

Berita Terkait

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?
Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini
Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong
DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas
Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat
Wisuda dan Pelepasan SMK SMP YPUI di Gedung Green Village berjalan sukses
Diskusi Forum Kebangsaan; Pertambangan Harus Dikelola Anak Bangsa
Sekjen PASPROBO: *”Dukung Ketegasan Presiden Prabowo”*
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:58 WIB

Bola panas,” Gugatan PTUN perkara no.3/G,/2026/PTUN.bdg Tanpa dihadiri kuasa hukum ?

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:23 WIB

Harfina Kartini Indonesia dari Timur Inspirasi Wanita Indonesia Masa Kini

Senin, 8 Juni 2026 - 22:42 WIB

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Juni 2026 - 21:40 WIB

DPP GMPRI Dukung Bupati Tangerang Tertibkan dan Tarik Seluruh Mobil Siaga yang Dikelola KPM Tak Berbadan Hukum Jelas

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:53 WIB

Sidang Gugatan Pelaksanaan Putusan PK PSHT Berlanjut, Isyarat Dialog dan Nyawiji Bermartabat menguat

Berita Terbaru

Tenar News

Terpanggil Bangun Jembatan Pers dan Polri, Alya Cahya Dorong

Senin, 8 Jun 2026 - 22:42 WIB