Jakarta,Tenar News. Com/ Media Cyber Indonesia. Kementerian Kebudayaan RI,sukses menggelar soft launching Buku Sejarah Indonesia bertepatan dengan Hari Sejarah yang baru saja ditetapkan, minggu 14 des 2025 di jakarta.
Kemenbud Fadli Zon menegaskan bahwa buku sejarah Indonesia di tulis langsung oleh para ahlinya, sejumlah 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia yang kemudian difasilitasi oleh kemenbud agar sejarah di tulis oleh ahlinya, Direktorat sejarah ingin menjadi rumah utama bagi para sejarawan Indonesia,
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kemenbud RI, Prof.Dr.Agus Mulyana M.Hum menyampaikan bahwa dalam pengertian satu penetapan hari sejarah yang ditetapkan pada tanggal 14 des 2025 ini, melalui Keputusan Menteri Kebudayaan RI,Nomor 206/M/2025, kemudian selanjutnya
tanggal 14 Des dipilih merujuk pada pelaksanaan Kongres sejarah nasional Indonesia yang pertama yang berlangsung pada tanggal 14-18 Des 1957 di yogjakarta.
Kongres tersebut, merupakan suatu perjuangan dalam upaya menulis sejarah dengan cara pandang Indonesia sentris yakni menulis sejarah dari sudut pandang bangsa Indonesia sendiri,
Karena sebelumnya sudah ada buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh F.W.Stafel warga negara Belanda dalam pandang kolonial (Belanda- sentris) .
” Sehingga hari ini tanggal 14 Des 2025,yang kemudian menjadi moment penting bagi kita untuk ditetapkan sebagai hari sejarah.
Acara ini sekaligus menjadi momentum bersamaan dengan soft launching buku sejarah Indonesia yang diinisiasi oleh kementerian Kebudayaan RI, “ucap Agus.
Pada dasarnya buku ini menurut agus banyak sekali memberikan perspektif baru, pemuktahiran mengenai narasi sejarah Indonesia, baik segi substansi maupun dari segi metodoligi. Dan diharapkan dengan adanya buku ini memberikan satu wawasan baru bagi masyarakat Indonesia yang lebih luas dalam upaya membangun memori generasi bangsa.
Agus berharap kedepan buku sejarah Indonesia bisa menjadi rujukan, khususnya untuk mata pelajaran sejarah di sekolah.
” Inikan kita baru soft launching, kita ada keinginan untuk kemudian buku ini menjadi kurikulum mata pelajaran di sekolah. Oleh karena itu perlu kerjasama dengan lintas kementerian, karena menurut agus buku ini diinisiasi diterbitkan oleh Kemenbud, sementara kalo untuk sekolah merupakan ranahnya kemendikdasmen.
Ke depan kita berharap ada kerjasama antara kemenbud dan kemendikdasmen,ujarnya.
Sebagai penutup, acara ini di hadiri oleh para sejarawan, akademisi, penulis dan editor buku sejarah, perwakilan dari perguruan tinggi, komunitas pemerhati sejarah dan budaya, Ketua komisi X DPR RI, Hertifah serta unsur kementerian dan lembaga terkait. (dp)


