
Lombok ,Tenarnews.tv9.com,-Ketua Umum Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Republik Indonesia (GMPRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Rindawanto Evendi (Rindhot) menyoal tindakan DPRD Provinsi yg tidak memberikan rekom terhadap Salah Satu Bakal Calon Pejabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yg di usung sejumlah Organisasi masyarakat dan NGO. Isu yang sampai ke kami dari 4 nama akan diusulkan 3 dan danam Prof Masnun tidak ada.
“Bingung sama DPRD Provinsi ini, padahal tugasnya menampung aspirasi masyarakat tapi kok lain lain di berikan rekom?

Sy menduga ada indikasi main mata sama PJ yg di rekom” kata Rindhot
Di sambung Rindhot, DPRD Provinsi terkesan membuat aturan sendiri dengan mengesampingkan petunjuk2 hukum administratif dari Kemendagri.
Persoalan siapa yang boleh dan tidak ini sebenarnya tidak multitafsir, walaupun ada point “jabatan lain yang setara”.
Tapi dengan dilantiknya salah satu rektor sebagai Pejabat beberapa waktu yg lalu oleh Presiden, itu berarti sudah terang bahwa itu boleh.
“Jangan lagi DPRD Provinsi membuat keputusan lembaga atas dasar selera dan sekuka hati atau like dan dislike nya, ini bahaya”tegasnya
Sebenarnya Tafsir hukumnya ada di Kemendagri. Kalau kemudian DPRD bilang tidak memenuhi syarat, itu sama saja dia mengatakan apa yg sudah dilakukan presiden dg melantik Rektor kemarin itu salah.
Banyak refrensi yg menjelaskan bahwa Rektor itu setara eselon 1b. Kami tidak ada kepentingan mau siapapun yg menjadi pejabat, namun agar supaya tidak boleh ada kandidat yang merasa di dzolimi. Tutup Rindhot ( Red )
