Instruksi Kemenkes Terhadap Banyaknya Kasus Ginjal Anak

- Jurnalis

Rabu, 19 Oktober 2022 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kemenkes meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk cair atau sirop kepada masyarakat sampai hasil penelusuran yang dilakukan Kemenkes dan BPOM tuntas,” ujar Syahril.

Upaya itu dilakukan sebagai kewaspadaan atas temuan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak di Indonesia.

Baca Juga :  Terkuak Letter C Warga Bojong - Bojong Malaka, Tanah Adat Ahli Waris Temui Titik Terang

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, sementara ini ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut progresif atipikal ini,” kata Syahril dalam acara daring, Rabu (19/10).

Syahril melanjutkan per data 18 Oktober 2022, sebanyak 206 orang dilaporkan menderita penyakit ini. Dari jumlah itu, 99 di antaranya meninggal dunia, sehingga dapat dikatakan tingkat kematian kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 48 persen.

Baca Juga :  Lalu Azizul Muttaqin Mahasiswa di Al-Azhar Kairo Asal Lombok Raih Sejumlah Prestasi& Penghargaan

Ia sekaligus menegaskan hingga saat ini penyebab penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal masih belum dapat diidentifikasi. Namun ia memastikan, penyakit misterius ini tidak terkait dengan pemberian vaksin virus corona (Covid-19).

Berita Terkait

Apakah Berbahaya Meminum Vitamin C 1000mg ?
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Oktober 2022 - 06:43 WIB

Instruksi Kemenkes Terhadap Banyaknya Kasus Ginjal Anak

Rabu, 12 Oktober 2022 - 13:29 WIB

Apakah Berbahaya Meminum Vitamin C 1000mg ?

Berita Terbaru

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB