Depok tenarnewstv /Serikat Media siber Indonesia,-Proyek pengganti jembatan yang bersumber dari APBD Kota Depok tahun anggaran 2026 senilai Rp 574.000.000 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, disorot.
Pasalnya, pondasi proyek tersebut diduga tidak menggunakan kayu dolken sebagaimana lazimnya konstruksi jembatan, melainkan menggunakan cerucuk dari bambu yang diikat sebanyak 6 batang.
Pantauan di lapangan, material bambu tersebut terlihat tidak berada di lokasi kegiatan utama, melainkan agak jauh dari titik pengerjaan jembatan.
Dikonfirmasi terkait temuan tersebut, pelaksana lapangan yang akrab disapa Bihin membenarkan penggunaan bambu.
“Iya, memakai 5 sampai 6 batang bambu, karena tidak ada kayu dolken yang panjang 5 meter,” ujar Bihin kepada tenarnestv9, Kamis (2/10/2026).
Bihin juga mengakui material tersebut sempat berada jauh dari proyek. “Kalau bener itu jauh dari proyek, karena deresi keet lokasinya jauh dari proyek,” katanya.
Diketahui, cerucuk berfungsi untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak agar konstruksi di atasnya tidak mengalami penurunan. Dalam standar pekerjaan jembatan, cerucuk umumnya menggunakan kayu dolken atau bambu dengan spesifikasi diameter, panjang, dan kedalaman tertentu sesuai perencanaan teknis.
Penggunaan bambu sebagai pengganti dolken memunculkan pertanyaan soal kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen perencanaan. Pasalnya, kayu dolken memiliki kekuatan tekan dan daya tahan terhadap air yang berbeda dengan bambu.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok belum memberikan keterangan resmi terkait spesifikasi teknis cerucuk yang tercantum dalam kontrak proyek Rp 574 juta tersebut.
( Tim )

