MUI Desak Prabowo Keluarkan Indonesia dari Board of Peace

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenarnews9 /Media siber Indonesia,– Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk serangan bersenjata Amerika Serikat ke Iran di tengah bulan puasa Ramadan. Mereka juga meminta pemerintah ambil sikap dengan keluar dari Board of Peace alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.
Dalam siaran pers nya, MUI mulanya menyatakan, Ramadan seharusnya menjadi bulan yang dihormati seluruh umat manusia, karena umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa tahunan secara serentak. Serangan bersenjata itu mereka anggap juga tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca:
Iran Balas Dendam, Trump Peringatkan Serangan AS Jauh Lebih Parah
“MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945,” dikutip dari siaran pers MUI Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026, Minggu (1/3/2026).

Dalam siaran persnya, MUI turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan Israel-Amerika pada (28/2/26). “Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin,”
MUI turut menyinggung serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Menurut MUI serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer. Serangan balasan Iran ini MUI sebut dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional.

“Karena itu, untuk menghindari ekskalasi yang lebih kuas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan pasal 2 (4) Deklarasi PBB,” kata MUI.

Serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, juga MUI anggap merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

Situasi ini mereka sebut tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Karena itu, MUI menganggap tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil.

“Motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina,” kata MUI.

Baca Juga :  PESANTREN KILAT MEMBENTUK GENERASI YG SOLEH DAN SOLEHAH

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.

Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Board of Peace, mereka anggap kini menghadapi pertanyaan besar: apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?

Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.

“Karena yang terjadi justru sebaliknya Trumph melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi,” kata MUI.

MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan Qunut Nazilah secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.

“MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudhorotan global,” ucap MUI.

Prabowo Ungkap Komitmen Perdamaian Abadi Negara Muslim terhadap BoP
Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump
Timteng Panas! Israel Serang Negara Arab, 1 Tewas
Prabowo Diundang Trump Hadiri Pertemuan Board of Peace ( Rdh )

AS-Israel Serang Iran, Ketua MUI: Board Of Peace Kehilangan Legitimasi dan tak Berguna
AS-Israel Serang Iran, Ketua MUI: Board Of Peace Kehilangan Legitimasi dan tak Berguna
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Foto: MUI Digital
Jakarta, MUI Digital— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai serangan ini membuat Board of Peace (BoP) tak berguna.
Kepada MUI Digital, di Jakarta, Ahad (1/3/2026) dini hari WIB, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim menilai serangan ini menjadi bukti konkret Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejatinya perusak atau penghancur perdamaian.
“Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamain sejati dan apalagi keadilan,” kata Prof Sudarnoto.
Prof Sudarnoto menilai, Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar-benar menjadi seorang aktor yang telah membajak kata-kata ‘perdamaian’ justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya.
“Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoPnya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina,” kata Prof Sudarnoto.
Dia menambahkan, agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah.
Menurutnya, hal ini memang yang dimaksudkan oleh Amerika Serikat dan Israel, sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh.
“Dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Amerika Serikat dan Israel. Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer,” tegasnya.
MUI meminta pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum internasional dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan.
“Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika,” sambungnya.
Prof Sudarnoto menilai, serangan ini juga berdampak kepada kawasan teluk, bahkan dunia lain terkena dampak negatif dan destruktif.
Prof Sudarnoto menegaskan, serangan ini menjadi konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan Amerika Serikat adalah pihak yang harus bertanggung jawab.
Menurutnya, serangan ini jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina.
“Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin,” tegasnya. (Sadam, ed: Muhammad Fakhruddin

Berita Terkait

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Dunia Harus Bersatu Melucuti Amerika Israel Untuk Kehidupan Yang Lebih Damai
Ir.Tinte Rosmiati Kabag Humas DPRD Terima Usulan Program Forum DPRD – Media
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Kamis, 16 April 2026 - 13:56 WIB

Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Kamis, 16 April 2026 - 09:00 WIB

Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar

Berita Terbaru