
Dia menjelaskan Anies sudah menunjukkan ketegasannya saat menjadi gubernur DKI Jakarta. Misalnya saat membatalkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.
Jakarta, Tenarnews.com, – Guru Besar Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, M.A., memuji gaya kepemimpinan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. Karena menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu seorang yang berkarakter tenang, tidak emosional, apalagi marah dalam menghadapi masalah apa pun, termasuk kritik ataupun hujatan.
Bahkan dia sudah mengamati gaya kepemimpinan Anies ini jauh sebelum yang bersangkutan menjadi orang nomor satu di Ibu Kota
“Saya pernah bernazar, ingin betul melihat dia marah. Tapi tidak pernah dapat. Semenjak dia menjadi rektor Universitas Paramadina, menteri, lalu gubernur, saya lihat enggak pernah dia marah. Tidak pernah marah, baik dalam bahasa tubuh maupun ucapan. Itu mungkin salah satu kekuatan dia,” jelasnya kepada KBA News Senin, 15 Januari 2024.
Karena itu dia menilai Anies yang paling stabil emosinya di antara tiga calon presiden yang bertarung pada Pilpres 2024 ini. Sosok yang mampu mengendalikan emosi ini yang paling layak untuk memimpin negara sebesar Indonesia.
“Ini orang (Anies) kalau diukur tingkat emosinya, mungkin yang terendah di antara tiga calon presiden. Pengendalian emosinya bagus. Tapi Ganjar (Pranowo), mungkin lumayan juga lah. Tapi nampak juga Ganjar sesekali ngeyel. Anies tidak pernah ngeyel. Jadi sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang stabil emosinya,” ucapnya.
Prof. Humam Hamid yang merupakan seorang sosiolog ini menepis anggapan Anies tidak bisa tegas hanya karena tidak emosional dan pemarah. Menurutnya, hal itu bukan ukuran ketegasan. “Tidak marah bukan berarti orang tidak bisa tegas. Itu salah,” ungkapnya.
Dia menjelaskan Anies sudah menunjukkan ketegasannya saat menjadi gubernur DKI Jakarta. Misalnya Anies tegas dan konsisten membatalkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta meski harus berhadapan dengan para penggede, termasuk Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
“Jadi lihat track record-nya. Misalnya ketika dia membatalkan reklamasi. Begitu (ada) ancaman dari Luhut dan segala macam, tidak peduli dia. Tegas enggak seperti itu?” katanya menekankan. ( Rd )




