Gembira dan bersyukur datangnya Bulan maulid Nabi Besar Muhammad Saw tahun ini

- Jurnalis

Jumat, 29 September 2023 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HL Husniadi.Ketum PW NWDI Provinsi Banten

Kita tentu sangat gembira dan bersyukur dengan datangnya peringatan maulid Nabi tahun ini 2023 M /1444 H ,dan biasanya umat Islam di seluruh dunia merayakannya penuh bahagia dan suka cita. Saking pentingnya peringatan maulid Nabi ini, sampai-sampai negara kita menetapkannya sebagai hari libur nasional yang merupakan bentuk toleransi kepada umat Islam Dalam merayakannya pun bervariasi tempat dan acaranya, seperti di masjid, mushalla, aula, lapangan dan tempat lain yang memungkinkan. Acaranya pun bentuknya ada yang sederhana, biasa-biasa dan ada juga yang sangat meriah dengan mengundang tokoh dan da’i kondang yang bertaraf nasional.

Tentu yang menjadi inti dari acara maulid Nabi ini adalah mengenang dan mempelajari sosok manusia termulia yang pernah diutus oleh Allah di muka bumi ini yaitu baginda Nabi besar Muhammad SAW. Biasanya tema yang dibahas adalah tentang keteladanan Nabi dari masa anak-anak, remaja, dewasa sampai tua dan meninggal dunia. Tetapi kenyataannya banyak diantara kaum muslimin mengikuti perayaan maulid Nabi hanya sebatas seremonial dan tidak menjadikannya sebagai momentum untuk benar-benar menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan terbaik sepanjang zaman dalam semua aspek kehidupan ,sosok Nabi Muhammad sebagai teladan dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata di dunia yang fana’ ini. Diantara sekian banyak cara meneladani Nabi yang merupakan sosok manusia yang paling mulia, agung dan terhebat di dunia ini, paling tidak ada 4 cara yang mesti kita pelajari menggunakan perangkat kecerdasan akal dengan sungguh-sungguh, konsisten dan konsekuen dilakukan sepenuh hati dengan keyakinan yang mantap dan mendalam.

Pertama, memperbanyak membaca shalawat

Hendaknya kita banyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan shalawat yang kita hafal dan biasa kita dengar dari guru-guru yang kita cintai. Minimal kita membaca “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad” atau “Shallallah ‘ala Muhammad”. Shalawat-shalawat tersebut kita baca setiap hari jangan sampai terlewatkan dalam keadaan apapun, baik ketika sibuk, lebih-lebih ketika ada waktu yang senggang.

Dengan banyak membaca shalawat, hati kita semakin tumbuh rasa cinta yang sangat kuat dan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Umumnya orang yang bercinta biasanya memiliki energi yang kuat, rela berkorban dan mengikuti apapun keinginan orang yang dicintai. Demikian juga ketika rasa cinta ini demikian besar kepada Nabi Muhammad SAW, niscaya akan memiliki energi yang kuat untuk menjadikannya sebagai teladan, rela berkorban dengan tenaga, harta dan nyawa demi membela beliau. Dan apapun yang beliau kehendaki untuk kebaikan hidup kita, niscaya kita mengikuti dan mematuhi perintahnya dengan suka rela tanpa terpaksa atau dipaksa oleh siapapun.

Baca Juga :  Blok Bra'an 9,5Ha Milik Hj. Ida Farida Sertifikat HGB jadi"bancaan"?

Diantara keuntungan dan hikmah terbesar dari shalawat yang senantiasa kita baca adalah kelak di akhirat mendapat syafaat yang sangat kita butuhkan dari beliau. Dimana dengan syafa’at ini menjadi penolong terbesar kita menghadapi dahsyatnya hura hara di Padang Mahsyar, terbebas dari azab neraka dan menjadi jalan kemudahan bertemu dengan Allah SWT di surga. Perlu diketahui bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi dan kita pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau, sebagaimana diinstruksikan oleh Allah dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 56 ;

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab 33:56)

Kedua, mempelajari sejarah kehidupan Nabi

Mempelajari sejarah kehidupan Nabi artinya kita mesti belajar tentang riwayat dan sejarah kehidupannya dari sejak kecil, remaja, dewasa, tua dan wafatnya. Untuk mengetahui riwayat dan sejarahnya tentu kita membutuhkan referensi dari berbagai macam sumber yang sudah banyak beredar di tengah-tengah kita, seperti buku-buku, internet, video, seminar, ceramah dan sumber lainnya yang relevan. Atau bisa juga mengambil kuliah jurusan sejarah yang khusus membahas tentang sejarah Nabi yang agung dan mulia ini.

Semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang sejarah kehidupan Nabi, maka semakin besar rasa cinta kita kepadanya, sehingga tumbuhlah rasa dan keinginan yang sangat kuat untuk menjadikan beliau sebagai satu-satunya manusia yang layak dan patas diteladani dengan 4 sifat yang utama yaitu shiddiq (senantiasa benar dan jujur), amanah (senantiasa amanah dan dapat dipercaya), tabliq (senantiasa transparan dan menyampaikan kebenaran) dan fathanah (senantiasa pandai dan cerdas dalam hal apapun).

Ketiga, mengikuti semua sunnahnya

Baca Juga :  Jelang MXGP, Bendera Merah Putih Hingga 19 Bendera Negara Peserta Berkibar Di Sumbawa NTB

Sunnah disini adalah semua perilaku Nabi yang telah diajarkan dan dicontohkan kepada kita berdasarkan wahyu dari Allah SWT. Sunnah-sunnah itu beragam modelnya, ada yang wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah. Ada yang bentuknya perintah, anjuran dan ada juga yang bentuknya larangan. Semua sunnah tersebut sudah didokumentasikan secara rapi dalam kitab-kitab hadits seperti Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Al-Jami’ Imam At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Dawud, dan Sunan Ibnu Majah.

Apabila semua sunnah Nabi tersebut dapat dilaksanakan sesuai batas kemampuan maksimal yang dapat kita miliki, maka pasti hidup kita tertata dengan rapi dan dihiasi dengan akhlak yang terpuji. Niat kita lurus, pikiran dan pandangan kita bagus, ucapan kita santun dan sikap perbuatan kita mulia, menarik dan menyenangkan. Pendeknya dalam hal apapun kita mesti mengikuti sunnah Nabi, salah satu contohnya tentang ketentuan menikah, maka hendaknya kita mengikuti sunnah Nabi dan jika kita melawan dan enggan, niscaya konsekwensinya kita tidak termasuk bagian dari umat beliau. Hal ini disampaikan dalam salah satu haditsnya;

النكاح سنتي، فمن رغب عن سنتي فليس مني (رواه ابن ماجه من رواية عائشة)

Artinya, “Nikah adalah sunnahku, barangsiapa tidak senang dengan sunnahku maka dia bukanlah golongan kami.” (HR. Ibnu Majah dari riwayat Sayyidah Aisyah)

Keempat, membaca Al Quran

Membaca Al Quran disertai pemahaman yang mendalam merupakan upaya yang sangat efektif untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan terbaik sepanjang zaman. Karena Al Quran merupakan firman Allah yang tidak diragukan lagi kebenarannya untuk dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk dalam semua aspek kehidupan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan negara. Siapapun yang benar-benar menjadikan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuknya, niscaya hidupnya menjadi tenang, aman, damai dan berkah senantiasa menyertai dari dunia, alam kubur sampai ke akhirat nanti dengan mendapatkan syafaat dari ayat-ayat Al Quran yang senantiasa kita baca setiap hari. Nabi kita bersabda;

إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ

Artinya : ”Bacalah kamu sekalian Al Qur’an, karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”. (HR. Ahmad dan Muslim)

Berita Terkait

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Dunia Harus Bersatu Melucuti Amerika Israel Untuk Kehidupan Yang Lebih Damai
Ir.Tinte Rosmiati Kabag Humas DPRD Terima Usulan Program Forum DPRD – Media
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Kamis, 16 April 2026 - 13:56 WIB

Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Kamis, 16 April 2026 - 09:00 WIB

Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar

Berita Terbaru