Raad van Nedherlands Indie
(Butuh Penguatan Kembali)

- Jurnalis

Rabu, 13 September 2023 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bismillah,

Kepada Yth,
Ketua MPR RI,
Ketua DPR RI
Di
Jakarta.

Bahwa saat ini telah muncul usulan agar MPR dikembalikan menjadi Lembaga Tertinggi Negara, tentu karena kekuatan TAP nya yang sangat berguna untuk mengatasi kesulitan ketatanegaraan.

Bahwa susunan Ketatanegaraan pada akhir pemerintahan Hindia Belanda (saat itu masuk wilayah Kerajaan Belanda) hingga saat ini semuanya masih digunakan, katakanlah dalam konteks ketatanegaraan Indonesia yakni: eksekutif, legislatif, Mahkamah Agung, BPK dan kementerian.

Hanya satu yang tidak digunakan lagi yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang dibubarkan tahun 2003 dengan alasan tidak efektif-efisien, kemudian dibentuklah Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dimasa Presiden SBY, melalui amandemen ke-4 UUD 1945 (pasal 16), berikut derivasinya yakni UU.No.19/2006.

Berkaitan dengan munculnya pemikiran dan usulan dikembalikannya MPR sebagai Lembaga Tertinggi, saya usulkan agar DPA juga diaktifkan kembali.

Baca Juga :  HARAPAN_WARGA MASYARAKAT_BENGKUL TOL-RAMPUNG DALAM AHIR TAHUN INI

Dasar usulan:

  1. Watimpres yang berjumlah 9 orang sangat tidak banyak bermanfaat sebagaimana yang kita rasakan, hampir sama dengan keberatan masyarakat dengan adanya Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang dianggap tidak efektif-efisien.
  2. Filosofis dibentuknya Raad van Nederlands Indie (Dewan Hindia Belanda / DPA) sangat vital dalam penyusunan ordonansi dll, dan fungsi ini sangat dibutuhkan ketika perkembangan proses politik saat ini tidak maksimal bagi terlaksananya amanah seluruh rakyat.
  3. Karena manfaatnya sangat penting, maka Raad van NI / DPA adalah lembaga tinggi negara pertama yang mendampingi Gubernur Jenderal saat itu.
  4. Raad van NI/DPA sangat urgens bagi “pengawasan” langkah dan kebijakan Gubernur Jenderal maka yang semula anggotanya hanya 4 orang dan harus orang Belanda, kemudian diperkuat dengan tambahan 6 orang dan Kawula Belanda (Nederlandse Onderdaan) / Pribumi dibolehkan menjadi anggota.
  5. Bahkan karena posisinya yang sangat kuat, DPA bisa berbeda pendapat dengan Gubernur Jenderal. Dengan DPA seperti saat Hindia Belanda, maka pengawasan rakyat lebih terarah bila dibentuk kembali, tidak seperti Watimpres yang menurut saya lebih tidak efisien dan kurang efektif dibandingkan DPA.
  6. Apabila alasannya karena tidak efektif pada saat pembubaran DPA, maka DPA bisa dibentuk dengan anggota tambahan dari organisasi masyarakat/personal/intelektual/ yang terbukti allout membela kepentingan rakyat dan negara.
  7. Ini salah satu usulan saya sebagai pilihan mengisi ruang “pengawasan” pemerintahan dalam melaksanakan Pancasila yang murni dan konsekuen, yang saat ini dan bisa jadi kedepan tetap kurang efektif.
  8. Proses pembentukannya mohon agar bersamaan dengan pembahasan dikembalikannya MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara.
Baca Juga :  Saksi Ahli, Fahri Bachmid Sebut BPN Depok Langgar UU Terkait Penerbitan SHGB PT.

Demikian dan atas atensinya kami ucapkan terimakasih.

Wassalam,

Jakarta, 13-09-2023

Lalu Zulkifli
(Akademisi STAI PTDII Jakarta).

Tembusan Kepada Yth,

  1. Para Ahli Tata Negara,
  2. Tokoh Politik.

Berita Terkait

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS
Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*
Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:51 WIB

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 22:10 WIB

Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB