

Jakarta, Tenarnewstv9,-Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1444 H. Sidang isbat digelar di kantor Kementerian Agama, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta, Minggu (18/6). Sebelum menggelar sidang isbat, Kemenag terlebih dahulu menggelar seminar posisi hilal.
“Mohon izinkan saya Ahmad Izudin anggota dari tim hisab rukyat kementerian agama Republik Indonesia untuk menyampaikan data-data posisi hilal untuk penentuan awal Dzulhijjah 1444 H di wilayah hukum Negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Anggota Tim Hisab Rukyat, Ahmad Izudin dalam acara Seminar Posisi Hilal di Kantor Kemenag, Jakarta.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Wakil Menteri Agama, Zainud Tauhid Sa’adi. Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin. Duta besar perwakilan negara-negara sahabat. Serta para tokoh lainnya.
Usai menggelar acara Seminar Posisi Hilal. Kemenag akan menggelar Sidang Isbat, lalu menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil sidang isbat sekitar pukul 19.00 WIB.
Adapun pada tahun ini, perayaan Hari Raya Idul Adha antara pemerintah dan Muhammadiyah berpotensi berbeda.9
Potensi perbedaan itu terjadi lantaran pemerintah dalam penentuan awal bulan hijriah menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), di mana dinyatakan awal bulan ketika ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Sementara untuk Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, yang menyatakan bahwa 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada hari Senin (19/6) sehingga Idul Adha (10 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu (28/6/2023 M.
Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan Idul Adha pada 28 Juni 2023 dengan metode hisab (perhitungan astronomis), sementara pemerintah baru akan menggelar sidang isbat hari ini.( Red)
