0LEH : MS. Tjik. NG DEWAN REDAKSI TENARNEWS.
Kepergian Bulan Suci Ramadhan ditandai dengan gemuruh suara takbir Idul Fitri “Allahu Akbar” yang membahana di seluruh jagat raya. Itu Berarti kita telah memasuki gerbang bulan Syawal, kita telah resmi berpisah dengan Ramadhan
Bila Ramadhan pergi pasti dia akan kembali, dan jika kita yang pergi (wafat ) dijamin tidak akan kembali lagi
Sebelum Ramadhan tiba dengan khidmat dan khusyu’ kita berdo’a kepada Tuhan agar bisa dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan
Begitu berjumpa dengan Ramadhan sambutan kita kurang hangat dan respon kita terkesan cuek dan dingin-dingin saja, tidak selaras dengan do’a dan pinta yang telah panjatkan
Kita menjadi justeru sibuk dengan urusan- urusan diluar urusan ibadah Ramadhan. Kualitas berpuasa kita biasa-biasa saja nyaris tidak ada perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun
Menurut Ibnu Al-Jauzi Orang-orang yang sudah meninggal ingin kembali ke dunia hanya karena ingin merasakan ibadah puasa Ramadhan walau hanya sehari saja
تالله لوقيل لاهل القبور تمنوا لتمنوا يوما من رمضان
“Demi Allah seandainya ditanyakan kepada penghuni kubur berangan-anganlah, tentu ya mereka berangan angan sehari saja saja di bulan Ramadhan (Mengingat besarnya keutamaan di dalamnya)
*At-Tabshiroh 2/78_
Bulan Ramadhan juga adalah bulah “Sedekah” atau bulan “berbagi” kepada sesama, karena pahalanya begitu besar nilainya, maka orang yang sudah mati pun ingin kembali ke dunia hanya karena ingin bersedekah, seperti yg telah difirman Allah SWT QS. Al-Munafiqun: 10
رب لولا اخرتني الى اجل قريب فاصدق واكن من الصالحين
“Ya Tuhanku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang Sholeh”
Orang-orang yang telah wafat di alam barzakh sana cita-cita dan keingin annya sederhana tapi mustahil bisa dilakukan nya, jadi firman Tuhan dan pendapat Ibnu Al-Jauzi tentunya majazi, satire sekaligus warning kepada kita yang masih diberi kesempat hidup , agar mengoptimal kan ikhtiar ibadah kita
Grit Ramadhan
Grit adalah istilah populer dalam Ilmu Pschologi, GRIT, buku karya Pscholog Angela Duckworth yang terbit tahun 2016 dan Best Seller. Mengupas tentang Grit. Grit adalah faktor utama manusia untuk meraih kesuksesan dalam profesi apapun dan dalam usaha, ikhtiar yang dilakukan manusia
Grit, adalah kerja keras dan gairah serta disiplin dan kendali untuk mencapai tujuan akhir. Kegigihan dan gairah utk sukses dalam menjalankan perintah Tuhan dalam bentuk Ibadah Puasa satu bulan penuh, sangat membutuh kan “Grit” kesuksesan ibadah ramadhan yang kita lakukan sangat beragam, ada di berbagai Level tentunya tidak sama sesuai kadar Grit yang yang melandasinya.
Namun Grit ramadhan pastinya bukan pada kemampun menunduk kan syahwat dan nafsu selama satu bulan saja, Dengan kata lain bahwa “Grit” sebagai sebuah kemampuan mendaki ke atas puncak boleh jadi bisa dilakukan semua orang tapi untuk mampu bertahan di atas puncak tidak semua orang mampu bertahan
Grit Ramadhan menuntut dan menuntun kita untuk terus bersikap, attitude seolah ramadhan itu sepanjang tahun. Suasana Ramadhan itu sepantasnya terus kita pertahankan hingga pada bulan-bulan selanjutnya
Karena Ramadhan sebagai “madrasah” bulan latihan , kawah candra dimuka untuk melaju dengan suasana ramadhan hingga sebelas bulan ke depan.
Istiqomah
Selanjutnya setelah kita menjadi pemenang dan sukses dalam melawan mengontrol hawa nafsu
Maka kita dianjurkan dan di arahkan untuk senantiasa bertahan tetap dalam ” Istiqomah”
Istiqomah dalam terminologi Islam adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Atau dapat juga dikatakan sebagai “tegak lurus” . Dalam KBBI istiqamah berarti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen Adapun _menurut Istilah Istiqamah adalah tetap dalam pendirian yaitu ketetapan hati untuk selalu melaksanakan pekerjaan yang baik , tekun dan terus menerus giat usaha untuk mencapai cita-citanya. Secara spesifik adalah sebuah komitmen dan konsistensi dalam tauhid ibadah dan akhlak ( Ensiklopedi Religi, Nasiruddin Zuhdi 2015)
Ibnu Qayyim membagi Istiqama secara garis besarnya ada 4 :
- Istiqamah dalam
Perkataan - Istiqamah dalam
Perbuatan - Istiqamah dalam
Sikap - Istikamah dalam
Niat
Istiqamah sesuatu yang harus terus menerus diusahakan, istiqamah tidak serta merta terjadi begitu saja pada pribadi seseorang, karena Istiqamah perlu latihan, bukan dari bawa’an lahir
QS. Fusshilat : 30
ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملىكه الاتخافوا ولاتحزنوا وابشروا با لجنةالتي كنتم توعدون
“Sesungguhnya orang- orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” Kemudian tetap dalam (pendiriannya),istiqomah, akan turun malaikat malaikat kepadan mereka (Seraya berkata) jangan lah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah ( dengan memperoleh ) syurga yang telah dijanjikan kepadamu”
Seperti dijelaskan pada ayat di atas, betapa untungnya manusia- manusia yg istiqamah karena akan turun malaikat menginformasi kan dengan sambil berkata ” jangan takut dan jangan bersedih” plus jaminan masuk syurga
Dalam hitungan hari kita segera ditinggalkan Ramadhan dan menuju bulan Syawal, dalam konteks ini kita diwajibkan untuk menyempurnakan hitungan hari serta membesarkan asma Allah dengan mengucapkan Allah Akbar الله اكبر Walillahilhamd
QS. Al-Baqarah ayat 185
…..ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هدىكم ولعلكم تشكرون
“Hendaklah kamu mencukupkan bilangan nya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur”
Bagi ummat Islam dituntut untuk bijak dalam menyikapi perbedaan tibanya waktu Idul Fitri 1444H boleh jadi jatuh pada hari Jumat 21 atau Sabtu, 22 April 2013
Bukankah Rasulullah SAW bersabda, Ikhtilafu Ummati Rahmatun (اختلاف امتي رحمة) “Perbedaan pendapat diantara ummatku adalah rahmat”
Setelah satu bulan penuh kita berpuasa, tentu kita berharap kembali kepada fitrah
Wallahu A’lam Bisshawab ( Red )
