Manuver Jihad Mahfud MD Dalam Pusaran Mega Skandal

- Jurnalis

Kamis, 30 Maret 2023 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

By. MS.Tjik.NG

بسم الله الرحمن الرحيم ان الله لايغير ما بقوم حتٸ يغيروا ما بانفسهم

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka”
( QS. Ar-Ra’du ayat 11)

Tarian perang yang dimainkan Mahfud MD membuat para pihak ketar ketir, khawatir kesamber tajamnya pedang keadilan, namun publik di belakang Mahfud MD turut meneriakkan yel yel sebagai respon serta dukungan, dan gendrang pun terus ditabuh. Tarian perang tidak boleh berhenti di tengah jalan maka majulah, berjihad untuk membelah yang benar

Hingar bingar seputar mega skandal, Dana siluman di Kementerian Keuangan RI , disebut Dana Siluman karena hingga sekarang masih belum jelas ujung pangkal dan milik siapa itu uang Rp 349 triliyun keburu jadi trending topik super hot dan super seksi pekan ini.

Ihwal dugaan pencucian uang di Kemenkeu telah pula dilaporkan ke komisi III DPR oleh Ketua PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ), 21 Maret 23

Sayangnya pada kesempatan itu DPR tidak fokus tentang mengorek dugaan money laundring, tapi lebih tertuju pada penghakiman yang memojokkan Kepala PPATK. Sesungguhnya publik berharap banyak pada DPR untuk mendalami kasus transaksi mencurigakan Rp 349 triliun menjadi lebih terang benderang dan memastikan proses hukum bisa berjalan Sesuai keinginan publik
Reaksi DPR terkesan sinis tidak profesional dan proporsional, artinya masyarakat sangat kecewa berat

Sesuai UU No.8 tahun 2010 pasal 47 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. PPATK melaporkan semua temuan kepada Presiden dan DPR secara berkala setiap 6 bulan sekali. Persoalnnya apakah semua laporan yang telah disampaikan itu diproses dan ditindak lajuti…?

Bagaimapun Informasi yang disampaikan kepada publik bukan informasi rahasia perorangan , tapi informasi global menyangkut kondisi riil negara yang sudah terlalu banyak transaksi ilegal dan mencurigakan

Berita menggemparkan jagat Republik ini muncul di tengah ummat Islam sedang menjalankan ritual ibadah puasa ramadhan, Emak-emak pada kesal dan ngedumel karena harga Sembako meroket naik. Mending duit itu dibagi rata saja untuk seluruh rakyat yang lagi pada kesusahan untuk mencukupi kebutuhan hidup atau untuk THR 😊

Baca Juga : 

-000-

Negeri tiada hari tanpa korupsi, tiada hari tanpa basah basi, sungguh rakyat sudah amat jenuh dan bosan dengan drama oprah sabun yang ada awalnya , tapi tak jelas endingnya

Maka aksi apapun yg dimainkan tetaplah yang dinilai dan diapresiasi itu terletak pada endingnya bukan pada starting poinnya, karena itu ada narasi “Happy Ending” atau dalam perspektif agama disebut “Husnul khotimah” ,untuk itu Jihad MMD ini perlu dan harus kita kawal agar tidak meleset dan mati suri

Banyak para pakar pengamat dan pemerhati begitu juga para pensiunan ASN TNI dan POLRI yang pernah mencicipi asam manis mengabdi di negeri ini, bergumam lirih dan itu semua lagu lama yang akan dimainkan kapan perlunya, sesuai dengan kebutuhan , prihatin sangat jika begini terus kapan negara ini makmur dan sejahtera, mimpi kalee, .Negara-negara lain sudah pada travelling ke Bulan, bahkan Elon Musk sudah merancang untuk menetap di planet mars, kita masih mabuk dengan korupsi

-000-

Karena cara kita bernegara masih kampungan, seperti kisah Novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye, banyak perampok berdasi, pengkhiatan kaum Srigala berbulu domba, cara kita untuk meraih kekuasaan dan menumpuk cuan cendrung jalan pintas, tidak mau “berakit rakit ke hulu berenang- renang ke tepian” yang ada dibalik “berenang- renang ke hulu berakit rakit ke tepian”, urusan belakangan yg penting ambil dulu, kantongin dulu

Nawaitu Prof Mahfud Menko Polhukam untuk berih-bersih dan membongkar habis praktek-praktek haram utamanya tetkait uang Rp. 349 triliyun lebih pantas kita dukung, apalagi jika dikorek lagi Dana Siluman 1000an triliyun yang telah disampaikan oleh Said Didu

Sebagai Menko beliau punya kewenangan ada power yang diamanatkan oleh UU dan janji sumpah jabatan . Dalam konteks tupoksi itu biasa-biasa saja. Menjadi memukau manuver Jihad MMD itu karena disaat para pejabat yang berwenang lamban dan letoi, tapi teregginas dengan kasus receh, teri terus dikejar dipepet , mestinya yang kakap yang paus itu lebih fokus dan diseriuskan

Masih untung kita punya Mahfud MD, ditengah pejabat berwenang lainnya pada sakit gigi, terlepas dari motivasi atau ada udang dibalik batu dan skenario besar dibalik gebrakan Mahfud MD sekali lagi itu soal lain

Memang terkesan gegabah para aktivis Relawan MMD . Dalam waktu bersamaan muncul gagasan datang dari para aktivis sebagai “Relawan Masyarakat Maju Demokratis (MMD)” sebagai dukungan untuk mencapreskan MMD sebagai RI. 1 Profesor Mahfud MD pada musim Pilpres 2024 mendatang

Dukungan itu boleh jadi spontanitas kalau pun memang direncanakan, disetting ya boleh-boleh saja, Prof Mahfud punya hak dan ada peluang untuk itu. Mungkin momentum yang kurang pas hingga memuncul kan spekulasi

Bukankah dulu pada saat Pilpres 2019 Prof.Mahfud MD pernah dijagokan untuk posisi Cawapres berpasangan dengan Jokowi, nyaris jadi betulan bahkan sudah sudah mengukur Jas , Tuhan berkehendak lain , akhirnya Cawapres yg ditetapkan dan terpilih KH.Ma’ruf Amin

Kembali ke laptop, tugas Prof Mahfud harus bisa menuntaskan kasus yang sudah kadung viral kudu sukses tidak boleh setengah-setengah karena kelak akan meninggalkan preseden buruk untuk generasi penerus dan anak bangsa ke depan, artinya “sekali layar terkembang pantang surut ke belakang”

Maju terus, jangan kasih kendor negara ini butuh tokoh-tokoh yang berani tegas jujur dan amanah, jangan surut meskipun akan ada sandungan tembok besar , tapi kita pun punya Tuhan yang Maha Besar

Wallahu A’lam Bisshawab.
( C280323 ) ( Redaksi )

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Gelar Tasyakuran Pembangunan Gedung MUI Dan Gor Di Kelurahan Paninggilan Utara

Berita Terkait

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik
Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung
Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:34 WIB

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Berita Terbaru

Tenar News

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Senin, 20 Apr 2026 - 21:34 WIB

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB