Pengurus MPPI Periode 2022-2027 DI kukuhkan, Erick Thohir Mengatakan, Pangan Merupakan Jantungnya Pembangunan.

- Jurnalis

Kamis, 1 Desember 2022 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenarnews.com,- Kehadiran Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) bagi pelaku usaha diharapkan menjadi perekat pelaku di dunia perbenihan dan perbibitan dalam negeri. Bukan hanya industrinya, tapi juga pemerintah dan lembaga penelitian di perguruan tinggi. Bersatu meningkatkan produksi pangan.

Setelah secara aklamasi Dr. H.E. Herman Khaeron terpilih kembali menjadi Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) periode 2022-2027 pada 12 Agustus 2022, pengurus MPPI pada Rabu (30/11) dikukuhkan. Sebelumnya anggota DPR Komisi VI ini telah memimpin MPPI pada periode 2017-2022.

Dalam jajaran pengurus MPPI kali, Herman Khaeron didampingi Adhie Widihartho sebagai Sekjen MPPI. Selain itu ditetapkan, Ketua Dewan Penasehat MPPI, Prof. Dr. M. Jafar Hafsah; Ketua Dewan Pembina MPPI, Prof. Dr. Rachmat Pambudy, MS dan Ketua Dewan Pakar MPPI, Dr. Dwi Asmono, MS, APU. Pengukuhan pengurus MPPI berlangsung di gedung RNI, Jakarta.

Saat pengukuhan pengurus, juga berlangsung Talkshow Revolusi Perbenihan dan perbibitan Mengantisipasi Krisis Pangan Global. Hadir pada kegiatan tersebut, Menteri BUMN, H. Erick Thohir, B.A, MBA; Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi; Komisaris Utama PT. ID Food/RNI, Dr. Bayu Krisnamurthi dan Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, M.Si.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pangan merupakan jantungnya pembangunan. Karena itu jika bangsa Indonesia akan mandiri pangan, maka bibit dan benihnya harus tersedia. Bahkan Erick mengakui, sebenarnya Kementerian BUMN telah menetapkan transformasi pangan sebagai langkah awal.

“Sejak Covid-19 kita lakukan pertemuan pembahas pangan. Kita bangun ekosistem pangan yang baik untuk semua. Apakah dalam bentuk kerjasama dengan swasta dengan BUMN atau BUMN dengan peneliti maupun petani. Ini yang akan kita lakukan, termasuk kalangan UMKM menjadi bagian ” katanya saat memberikan kata kunci Pengukuhan Pengurus MPPI.

Ke depan menurutnya, peluang pangan sangat besar dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik hingga 2024. Apalagi masyarakat kelas menengah pada tahun 2030 akan mencapai 145 juta jiwa dan akan naik menjadi 210 juta jiwa. “Daya beli meningkat menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang membaik,” katanya.

Baca Juga :  Lagi, 17 Jenderal Polri Dimutasi Kapolri, Ini Nama-namanya

Karena itu, Erick membuka kepada semua pelaku usaha dan pakar untuk membangun ekosistem pangan yang saling membangun. Sebab, tidak bisa membangun ekosistem pangan hanya oleh satu stakeholder.

Erick juga mengingatkan, peran petani juga harus menjadi perhatian khusus. Jadi bagaimana memastikan produksi pangan tetap terjaga, Apalagi realitasnya, kondisi pertanian terus menurun. Terlihat bagaimana lahan pertanain berkurang, rata-rata petani hanya memiliki lahan di bawah 1 ha.

Saat ini petani tidak punya economic of scale. Apalagi masing-masing petani menanam komoditas yang beda. Artinya cost produksi petani menjadi mahal, Pupuk langka dan benih yang ditanam bukan unggul, katanya.

Karena itu ke depan, Erick berharap, kita harus membangun ekosistem pangan. Salah satu yang digagas Kementerian BUMN adalah Program Makmur. Program tersebut yang sudah berjalan untuk komoditas padi, jagung dan tebu. “Program Makmur ini versi BUMN membangun ketahanan pangan, ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum MPPI terpilih, H.E. Herman Khaeron mengatakan, kehadiran Menteri BUMN dalam pengukuhan Pengurus MPPI ini merupakan out of the box. Apalagi ada strategi baru dalam pengeloaan BUMN.

Bahkan lanjut Herman, Kementerian BUMN juga membentuk ID Food yang pengelola sektor hulu hingga hilir. Ke depan BUMN juga bagian penting dalam pelaksanaan UU No. 18 Tahun 2012 menuju pangan yang berdaulat dan mandiri.

Kami tawarkan MPPI menajdi wadah entites pelaku dan praktisi untuk bisa mempertahankan Indonesia yang merupakan negara agraris, bisa berdaulat dan mandiri, ujarnya.

Herman juga melihat petani menjadi bagian yang tidak bisa ditinggalkan dalam mengejar sektor pangan. Karena itu berharap, sebagai sebuah forum, MPPI harus menjadi pengikat untuk berdiskusi, melahirkan ide dan gagasan, bahkan menampung curahan hati seluruh pihak di dunia perbenihan dan perbibitan tanah air.

Baca Juga :  Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan, Merasa Prikemanusiaan Tentara Israel udah hilang.

Jadi sebagai organisasi naungan, harusnya MPPI menjadi organisasi perjuangan, baik sektor perbenihan maupun pertanian. Bahkan menjadi wadah yang melahirkan solusi bagi bangsa, tutup Herman.

Komisaris Utama PT. ID Food/RNI, Bayu Krisnamurthi mengatakan, dalam membangun sistem pangan kita menghadapi masalah serius. Tantangan pertama, consumer dengan pertambahan penduduk yang cukup pesat menjadi tantangan serius. Pada tahun 2045, Indonesia akan tambahan 50 juta jiwa.

Tantangan lainnya adalah kendala, termasuk lahan yang makin terbatas. Karena itu, Bayu mengusulkan agar MPPI mendorong urban farming yang harus diikuti dengan perbenihan. Jadi ke depan masalahnya bukan hanya lahan, tapi juga benih unggul. Tantangan komplik antar negara juga dapat berpengaruh terhadap pangan dunia. Persoalan lain yang dihadapi adalah wabah Covid-19, katanya.

Bayu melihat, sistem perbenihan dan perbibitan harus bisa menjawab tantangan pangan tersebut. Untuk itu, ia berharap, MPPI harus bisa membangun sistem perbenihan, bukan hanya produksi benih tapi juga distribusi benih lebih profesional. “Kalau perlu kita meninjau ulang sistem perbenihan,” katanya.

Bayu melihat setidaknya ada lima tantangan dalam sistem perbenihan dan perbibitan. Pertama, benih dan bibit adalah industri yang berbasis riset. Riset dan pengembangan adalah sebuah keharusan dalam industri benih. “Bagaimana bisa mendapatkan benih tahan kering, perlu dengan riset,” katanya.

Kedua, benih memerlukan iklim bisnis yang sehat. Pasalnya, untuk mendapatkan benih unggul lebih spekulatif dibandingkan budidaya itu sendiri. Jadi, jika tidak terjaga industri benihnya, maka siapa yang akan investasi.

Ketiga, untuk mendapatkan produktivitas benih yang tinggi diperlukan teknologi modern. Keempat, industri benih harus bisa berinteraksi dengan petani, khususnya memberikan bimbingan kepada petani. Tantangan kelima adalah bagaimana kita kerjasama. Kerjasama bagian yang tak terelakan dalam pengembangan perbenihan dan perbibitan, tuturnya. (Guruh)-(Red)

Berita Terkait

Presiden Prabowo beri tanda kehormatan kepada sejumlah kesatuan dan personel Polri
Disoal,” Bangunan Indomaret ditanah “sengketa”?
Tajudin Tabri Desak Program UHC Kembali di Berlakukan Tahun 2026 .
*Rancang Bangun Sistem Inventaris Barang Berbasis Android Menggunakan React Native pada Warkop Meteora Pamulang*
Kejagung Tahan Tikus Pengendali SPPG, Diduga Perjualbelikan Titik Dapur MBG
Yayasan Rumah Anak Pancasila (RAP) Gelar Festival Kebudayaan Akbar Bertajuk “Festival Anak Pancasila 2026”.
Firdaus Ajukan SMSI sebagai Penanggung Jawab HPN 2027
Pengajian MT. Balai Wartawan Kota Depok Hijrah Menuju Kebaikan dan Menebar Kebenaran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:46 WIB

Presiden Prabowo beri tanda kehormatan kepada sejumlah kesatuan dan personel Polri

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56 WIB

Disoal,” Bangunan Indomaret ditanah “sengketa”?

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:46 WIB

Tajudin Tabri Desak Program UHC Kembali di Berlakukan Tahun 2026 .

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:09 WIB

*Rancang Bangun Sistem Inventaris Barang Berbasis Android Menggunakan React Native pada Warkop Meteora Pamulang*

Senin, 22 Juni 2026 - 15:39 WIB

Kejagung Tahan Tikus Pengendali SPPG, Diduga Perjualbelikan Titik Dapur MBG

Berita Terbaru

Tenar News

Disoal,” Bangunan Indomaret ditanah “sengketa”?

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:56 WIB