Sektor Industri Logam dan Baja Tumbuh Positif Tahun 2021: Subtitusi Impor Berjalan

- Jurnalis

Minggu, 23 Januari 2022 - 03:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenarnewstv9.com- Jakarta- Meskipun tantangan covid 19 masih belum berakhir, dibanding tahun 202 kinerja industri nasional cukup menggembirakan dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka ekspansif diatas 50. Hal ini juga ditunjukkan dengan kinerja sektor industri logam dan baja yang juga mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. BPS mencatat di kuartal II sektor industri logam dengan HS 72-73 ini mampu tumbuh diatas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai 19,6 USD dan surplus 6,1 Miliar USD dibanding jumlah impor baja di Indonesia.

Menurut Budi Susanto, Direktur Industri Logam, Ditjen ILMATE Kemenperin, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan Pemerintah dengan smart supply demand yang diterapkan dengan berpihak ke industri baja nasional dari hulu, antara hingga hilir, meskipun di bulan November-Desember terjadi penyesuaian tata cara importasi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan yaitu Permendag 20/2021 melalui single windows INSW. Budi juga menyampaikan peningkatan kebutuhan baja ini didukung kebijakan PPnBM otomotif yang juga tumbuh hingga 27% di kuartal III tahun 2021 namun membutuhkan baja khusus untuk sektor otomotif yang belum bisa dipenuhi oleh pabrikan dalam negeri. Pengaturan ini menjadi penting agar produk-produk yang sudah diproduksi di dalam negeri dpat dimaksimalkan dan hampir semua impor yang ada merupakan bahan baku untuk berbagai jenis industri, imbuhnya.
Senada dengan Budi, Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), Handjaja Susanto menyampaikan salah satu keberhasilan BAJA memperoleh laba bersih 100 miliar rupiah berkat kontrol pemerintah terhadap impor baja, sehingga pasar impor banyak beralih ke pasar lokal (kontan.co.id, 20 Januari 2022). Optimisme industri baja nasional ini terus dijaga dengan upaya hilirisasi dan subtitusi impor yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Dengan demikian iklim usaha dan investasi akan terus meningkat di Indonesia. Menurut data investasi di sektor logam menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan, hingga triwulan III tahun 2021 mencapai Rp. 87,73 Triliyun serta utilisasi sektor ini mencapai diatas 60% dan industri baja lapis meningkat sangat baik seperti yang ditunjukkan PT Saranacentral Bajatama.

Baca Juga :  Peraih Medali Emas Loncat Indah Meninggal Dunia, Inilah Tionghoa 80

Sebelumnya Direktur Komersial Krakatau Steel, Melati Sarnita mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi kenaikan impor baja sebesar 23% yang semula 3,9 juta ton di tahun 2020 menjadi 4,8 juta ton di tahun 2021. Sebaliknya, Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institut Ahmad Rijal Ilyas mengatakan untuk melihat perbandingan data baja jangan menggunakan data tahun 2020, kalau menggunakan data ini pada saat itu semua industri terpuruk, artinya kalau tidak boleh naik terhadap tahun 2020 sama saja tidak ingin industri baja ini tumbuh karena yang diimpor adalah bahan baku. Menurut Ahmad Rijal, dibanding 2019 impor baja 2021 mengalami penurunan yang cukup baik yaitu dari 4,8 juta ton di 2021 menurun sebesar 31 persen dibanding 2019 yang importasinya berjumlah 6,96 juta ton pungkasnya.

Baca Juga :  SILATURRAHMI KE BUPATI JAYAPURA UMI ROHMI TITIP WARGA NTB YANG TINGGAL DI JAYAPURA

Beberapa program pemerintah yang dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha antara lain pengendalian impor, program subtitusi impor yaitu penurunan nilai impor untuk beberapa produk baja, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) penerapan SNI wajib dalam rangka melindungi konsumen dalam negeri dari produk baja yang tidak berkualitas, serta pemberian insentif untuk mendorong peningkatan investasi di sektor industri logam. Diharapkan dengan program-program tersebut terus ditingkatkan untuk terus ditingkatkan untuk dapat mendorong kinerja industri baja pada periode selanjutnya.(red)

Berita Terkait

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia
Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam
Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau
SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau
MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:32 WIB

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:28 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam

Senin, 14 September 2026 - 15:19 WIB

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 15:04 WIB

SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH

Berita Terbaru

Tenar News

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 Sep 2026 - 15:19 WIB