Ini Isi Video yang Bikin Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi yg

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini Isi Video yang Bikin Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi!
Foto: Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. 

 

Jakarta, TeNar news,+-Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait unggahan narasi di media sosial yang menyoroti potongan video ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Laporan tersebut dilayangkan oleh sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.

Perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, Gurun Arisastra, menyampaikan bahwa pelaporan dilakukan karena narasi yang dibangun dalam unggahan Grace dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan publik. Unggahan tersebut merujuk pada potongan video ceramah J. usuf Kalla yang dinilai dipresentasikan tanpa konteks lengkap

“Ada narasi yang dibangun dari video yang tidak utuh, sehingga membentuk perspektif atau kesimpulan yang tidak lengkap di masyarakat,” ujar Gurun di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/5).

Video yang menjadi polemik itu berasal dari ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang kemudian dikutip dan dikomentari oleh Grace melalui akun media sosialnya pada 13 April 2026. Dalam unggahannya, Grace menilai pernyataan Jusuf Kalla mengandung persoalan serius.

Baca Juga :  WAPRES K.H. MA’RUF AMIN MELEPAS JEMAAH HAJI SEBANYAK 445 ORANG DAN PETUGAS HAJI 4 ORANG

Ia menyoroti bagian ceramah yang membahas alasan agama kerap dijadikan dasar konflik. Menurut Grace, Jusuf Kalla menyebut bahwa baik Kristen maupun Islam memiliki pandangan terkait mati dan mematikan sebagai syahid.

“Menurut Pak Jusuf Kalla, baik Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid,” ujar Grace dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut, menurut Grace, merupakan hal yang “sangat fatal”, terlebih disampaikan oleh tokoh nasional yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

Grace kemudian mengemukakan tiga alasan utama atas keberatannya. Pertama, ia menilai terdapat distorsi terhadap ajaran agama, khususnya kekristenan yang menurutnya menjunjung tinggi nilai kasih dan pengampunan serta tidak membenarkan pembunuhan dalam kondisi apa pun.

Kedua, ia mengkhawatirkan pernyataan tersebut dapat dengan mudah dipelintir di era digital dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membenarkan tindakan radikal.

Ketiga, Grace menilai narasi tersebut berpotensi memicu ketegangan antarumat beragama serta memperdalam polarisasi di ruang publik.

Baca Juga :  Pus Kesmas Kunciran Adakan Sunat Masal Untuk Rayakan HUT Kota Tangerang Ke-30

Dalam pernyataannya, Grace juga mendesak Jusuf Kalla untuk mencabut pernyataan tersebut, meminta maaf, serta memberikan klarifikasi kepada publik.

“Sebagai tokoh nasional senior, pernyataan beliau memiliki otoritas yang lebih tinggi dibandingkan opini masyarakat biasa,” katanya.

Selain Grace Natalie, laporan yang sama juga menyasar dua figur lain, yakni Ade Armando dan kreator konten Permadi Arya alias Abu Janda. Ketiganya dilaporkan atas narasi yang dianggap berkaitan dengan potongan video ceramah yang sama, yang membahas konflik di Poso dan Ambon.

Gurun Arisastra menyebut laporan tersebut diajukan oleh gabungan sejumlah lembaga bantuan hukum dan organisasi masyarakat, termasuk LBH Syarikat Islam, LBH SEMMI, LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, serta AFKN.

Laporan itu telah diterima dan teregister di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun kepolisian terkait tindak lanjut laporan tersebut. *!(Red)

Berita Terkait

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak
Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA 2026 Membawa Tema “METROPOLITAN BLOOM”
Wagub NTB Minta Aspirasi Fokus, Jalan dan Internet Jadi Prioritas
Wakil Walikota Depok hadiri pelantikan pengurus persatuan Gereja
KASTA NTB BERSAMA PERHIMPUNAN PEMUDA SASAK LOMBOK DATANGI BKD HEARING PUBLIK
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:34 WIB

Ini Isi Video yang Bikin Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi yg

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:01 WIB

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 17:49 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Senin, 4 Mei 2026 - 15:38 WIB

Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama

Berita Terbaru

Tenar News

Ini Isi Video yang Bikin Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi yg

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:34 WIB