Jakarta,Tenar News.Com/ Media Cyber Indonesia.
Upaya menjaga keamanan kota tidak selalu di lakukan melalui patroli atau operasi penegakan hukum. Pada jumat malam tepatnya di tanggal 13/3/2026, pendekatan berbeda ditunjukan Polda Metro Jaya, melalui kegiatan ” Night Run Jaga Jakarta”.Sebuah agenda olahrga malam yang menggabungkan pembina sosial, kesehatan dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Kegiatan yang digelar di kawasan Markas Polda Metro Jaya itu diikuti sebanyak 195 peserta dan dihadiri langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono serta jajarannya Pejabat Utama kepolisian.
Acara dimulai ketika Kapolda mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya lomba lari malam tersebut.
Namun Night Run bukan sekadar kompetisi olahraga. Di balik langka para peserta yang berlari di malam Ramadhan., tersimpan pesan sosial yang lebih luas, menghadirkan ruang aktivitas positif bagi generasi muda.
Polda Metro Jaya melihat malam hari selama Ramadhan kerap diwarnai aktivitas remaja yang berpotensi mengarah pada perilaku negatif, seperti konvoi kendaraan, perang sarung, hingga fenomena sahur on the road. Melalui Night Run, kepolisian mencoba mengalihkan energi tersebut menjadi kegiatan konstruktif.
Direktur Lalu Lintas Pilda Metro Jaya Kombes. Pol Komarudin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki alternatif aktivitas yang sehat dan produktif. Olahraga dipilih sebagai medium karena mampu membangun kebersamaan sekaligus karakter disiplin.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma: keamanan tidak hanya dijaga lewat penindakan, tetapi juga melalui pencegahan sosial berbasis komunitas.
Polisi dan masyarakat dalam satu lintasan suasana kegiatan terasa berbeda ketika para pejabat utama kepolisian ikut turun langsung berlari bersama peserta.
Momen tersebut menciptakan jarak yang lebih cair antara aparat dan masyarakat.
Interaksi informal seperti ini menjadi strategi komunikasi yang semakin relevan di era keterbukaan informasi.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa ruang interaksi positif masih sangat dibutuhkan masyarakat perkotaan, terutama di tengah ritme jakarta yang padat dan cepat.( dp)

