Ratusan Ribu Guru Madrasah Swasta minta Keadilan kepada Pemerintah

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,TeNarnews.Com/ Media Cyber Indonesia. Ratusan ribu guru guru
Madrasah swasta se-Indonesia yang berada dalam organisasi Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) menuntut keadilan kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Agama RI atas ketimpangan dan ketidakadilan yang dirasakan selama ini, meski segala upaya telah ditempuh namun hingga kini keadilan belum berpihak kepadanya.

Melalui kegiatan Sarasehan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke- 2 yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada, 10-11 Oktober 2025 mereka berkumpul untuk menghimpun dan menyatukan aspirasi lalu dirangkum menjadi satu yang siap diserahkan ke Kementerian Agama RI hingga ke Presiden Prabowo.

Ketua Umun PB PGMNI, H. Heri Purnama M. Pd.i mengatakan, dalam Rakernas dan Sarasehan yang dihadiri langsung oleh Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar dan para tokoh-tokoh penting di Republik ini, mereka menyuarakan harapan kepada Presiden Prabowo agar memperhatikan nasibnya dimana mereka juga telah berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan khususnya di Madrasah Swasta.

Kepada media, H. Heri Purnama, M. Pd.i menuturkan, seluruh perwakilan PGMNI se Indonesia memiliki persoalan yang sama dan memiliki aspirasi yang sama yakni, meminta pemerintah untuk bersikap adil akan keberadaan Madrasah swasta seperti dalam hal kebijakan strategis pemerintah terkait anggaran pendidikan nasional guru-guru Madrasah swasta, termasuk tentang regulasi yang berkaitan dengan pengembangan lembaga Madrasah. Selain itu perlakuan terhadap guru Madrasah swasta juga berbeda, dimana saat guru-guru di PAUD, SDN, SMPN, SMAN ramai dan semarak dengan diangkatnya P3K dan ASN, namun hal ini justru berbanding terbalik dengan Madrasah swasta.

Baca Juga :  Mantan Kades dan PJS Pasma Air Keru enggan Membayar Langanan koran Desa dengan berbagai alasan

“Saya ingin tegaskan bahwa Madrasah swasta ini dilegalkan oleh negara dan telah mendapatkan izin oleh negara melalui Kementerian Agama RI, artinya ini milik negara, gurunya juga aset negara, jadi saran saya optimalkanlah, jika ini aset negara maka negara harus hadir dan mengoptimalkan perannya, mengoptimalkan kesejahteran bagi guru Madrasah swasta, mengoptimalkan masa depannya, jangan dibiarkan mereka hidup prihatin, tidak sejahtera, karena upah yang sangat minim, karena ini bukan hanya menyangkut kezoliman tetapi menyangkut ketidak adilan Pemerintah terhadap hajat hidup orang banyak terutama guru- guru Madrasah Swasta di Indonesia.” Tegas Heri.

Baca Juga :  Direktur LSM GARUDA Indonesia Cabang Lombok Timur : Tantang Sumpah Pocong

“Kita dituntut untuk mendidik anak-anak berkualitas tetapi gurunya tidak dioptimalkan menjadi guru yang berkualitas dan sejahtera.” Tambah Heri lagi.

Lebih lanjut kata Ketum, Madrasah swasta adalah lembaga pendidikan yang tertulis dalam lembaran negara melalui Kementerian Agama adalah merupakan benteng pertahanan terakhir untuk pengembangan dan pembinaan ahlak, moral dan adap bagi seluruh anak Indonesia, Madrasah swasta mengajarkan dan mendidik hal itu, jika pemerintah tidak memperhatikan keberadaan dan kesejahteraan guru-guru Madrasah swasta maka dapat dipastikan akan berdampak pada perkembangan akhlak dan moral anak-anak di daerah khususnya karena tidak optimalnya guru Madrasah swasta dalam mengajar.

“Kalo ini dibiarkan maka kita khuwatir terhadap perkembangan akhlak dan moral anak karena guru Madrasah ada saatnya mereka frustasi karena tidak adanya kesejahteraan, kedamaian, tidak adanya masa depan buat guru Madrasah.” Tandas Ketum.(dp)

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru