DPD GMPRI Kaltim Minta Menteri BUMN Tinjau Ulang Struktur PT Pelindo di Samarinda

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tampak poto bersama DPD Kaltim

Kaltim .,– Tenarnews,-Aksi kapal tongkang menabrak Jembatan Mahakam l Samarinda, Kalimantan Timur sudah sering terjadi. Berdasarkan data tahun terakhir Jembatan Mahakam 1 telah ditabrak kapal tongkang sebanyak 22 kali.

Minggu (16/02/2025) terjadi juga Kapal tongkang yang bermuatan kayu menabrak Jembatan Mahakam 1 oleh Kapal tongkang dengan nama Lambung Indosukses 28 yang ditarik Tugboat (TB) MTS 28.

Menyikapi insiden yang berulangkali tersebut Ketua DPD GMPRI KALTIM, Yohanes G. Karmon meminta dan mendesak kepada Menteri BUMN untuk mengevaluasi pejabat struktural yang ada di Samarinda.

“Kita sudah ketahui bersama bahwa Pt.Pelindo yang memiliki wewenang untuk kapal pandu terhadap setiap kapal tongkang yang beroperasi di Sungai Mahakam, tetapi karena kelelaian mereka sehingga menyebabkan 22 kali Jembatan Mahakam 1 ditabrak oleh Kapal tongkang. Sehingga kami dari DPD GMPRI KALTIM meminta dan mendesak kepada Menteri BUMN untuk segera mengevaluasi Pejabat Struktural Pt. Pelindo di Samarinda dan kalau perlu copot Kepala Pelindo yang tidak becus dalam bekerja,” ujarnya menegaskan dalan keterangan resminya, (10/3/2025)

Baca Juga :  76 Narapidana Teroris Ikrar Setia NKRI di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023

Pihaknya juga menyikapi lemahnya pengawasan terkait tragedi ini dimana lambatnya penanganan pemberian sanksi kepada pihak perusahaan pemilik kapal yang menabrak.

Baca Juga :  Kabiro Tenarnews tv Bogor Raya" segera di bentuk dengan fungsi dan tugasnya

“Kami menilai bahwa sanksi yang diberikan kepada pihak perusahaan hanya bersifat Jangka pendek hanya ganti rugi sehingga terbukti kejadian serupa terulang kembali” pungkasnya.

Atas nama undang-undang (UU), negara menjamin keselamatan warganya merupakan hukum tertinggi, kita harus mengutamakan keselamatan masyarakat Kaltim dan jembatan ini merupakan nadi ekonomi hingga sosial. Jika jembatan roboh, berapa lagi dana miliaaran hingga triliunan yang mesti digelontorkan.

Dalam waktu dekat DPD GMPRI Kaltim akan bertemu berkoordinasi dengan Ketua umum sehingga menjadi pintu masuk persoalan ini dibawa ke Menteri BUMN. ( red )

 

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru