Tanpa Jokowi, Prabowo Gak Masuk Putaran Kedua

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Jakarta, Tenarnews.com,-Pilpres kali ini, itu eranya anak-anak muda seusia Anies dan Ganjar. Usia 50 tahunan. Usia yang mulai matang dengan energi dan semangat yang besar.

Era Prabowo sudah lewat. Usia Prabowo 73 tahun. 20 tahun lebih tua dari Anies dan Ganjar. Jarak usianya terbentang cukup jauh. Memang terkesan agak ganjil. Apalagi, tiga kali berturut-turut Prabowo pernah ikut kontestasi di pilpres. Kalah terus. Sekarang ikut lagi keempat kalinya dan yang dilawan adalah dua anak muda yang 20 tahun usianya jauh lebih muda dari Prabowo. Sampai ada guyonan di medsos: “Tahun 2029 kalau ada pilpres, jangan kasih tahu Prabowo”. Ini bentuk sindiran yang cukup keras.

Tidak mudah bagi Prabowo untuk melawan Anies dan Ganjar. Pertama, Prabowo tidak muda lagi. Kedua, sudah pernah kalah tiga kali berturut-turut. Ketiga, cacat masa lalu yang terus diungkap ke publik. Kasus pemecatannya dari dinas militer karena penculikan. Keempat, tidak ada hal baru yang bisa dijual dari Prabowo. Kelima, stabilitas emosi Prabowo yang dianggap sebagai masalah serius.

Publik bertanya soal debat tanggal 7 Januari yang lalu. Sesuai nomor urut, Anies-Prabowo-Ganjar. Mengapa diubah posisinya menjadi Anies-Ganjar-Prabowo. Posisi Anies dan Prabowo dipisah oleh Ganjar? Apakah karena ada kekhawatiran kalau Prabowo dalam posisinya sebagai kontestan nomor 2 berada di samping Anies dengan nomor urut 1? Sebaiknya KPU memberi penjelasan soal ini. Agar tidak terus menjadi pertanyaan publik.

Baca Juga :  Langkah BNPT dan LPSK Hormati Korban Terorisme Diapresiasi UNODC

Sadar akan kondisinya yang tidak.mudah untuk dipasarkan, Prabowo gandeng Jokowi. Dua langkah strategis yang dilakukan Prabowo adalah merapat ke Jokowi dengan mengambil posisi Menhan dan menggandeng Gibran sebagai cawapresnya. Dengan keterlibatan Jokowi, maka tiga keuntungan yang akan didapat oleh Prabowo. Pertama, Prabowo bisa ambil pendukung Jokowi. Kedua, Prabowo berpeluang mendapat dukungan alat kekuasaan. Alat kekuasaan itu bisa berupa oknum aparatur negara, termasuk juga menggunakan dana APBN untuk kampanye seperti BLT dan sejenisnya. Ketiga, Prabowo akan lebih mudah untik mendapat bantuan logistik secara berlimpah.

Faktor Jokowi inilah yang mendongkrak elektabilitas Prabowo. Setelah masuknya Gibran sebagai cawapres Prabowo dan andilnya Jokowi secara serius, elektabilitas Prabowo naik signifikan. Sebelumnya Prabowo selalu dalam posisi ketiga di bawah Anies dan Ganjar. Dengan sentuhan Jokowi, elektabilitas Prabowo melesat di atas kedua paslon lainnya. Semula elektabilitas Prabowo kisaran 20-an persen, sekarang tembus 30-an persen. Terutama sejak tim Prabowo menyiapkan dana operasi untuk para tokoh agama dan mengguyur rakyat menggunakan sembako. Ini menjadi variable signifikan dalam menaikkan elektabilitasnya.

Saat ini, yang diandalkan Prabowo sebagai media kampanye bukan dirinya, tapi peran Jokowi dan kekuatan logistik. Tanpa dua faktor ini, sulit bagi Prabowo melawan dua anak muda lulusan UGM yang masih fresh dan energik itu.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Puan Maharani Ajak Kader PDIP Menjadikan Indonesia Juara Kopi Dunia

Strategi Prabowo mengambil ceruk Ganjar melalui Jokowi terbukti sukses. Ganjar saat ini dalam posisi elektabilitas di bawah 20 persen. Tepatnya 18-19 persen. Terhadap konstituen Anies, Prabowo membidik para tokoh agama dengan dana operasional yang sangat besar. Sebagian tokoh agama merasa saat ini adalah masa panen, karena kucuran dana operasional dari tim Prabowo yang mengalir ke para tokoh agama sangat berlimpah. Pilpres kali ini bukan saja PESTA DEMOKRASI ,tapi lebih pada PESTA DANA OPERASI . YA AMPUN

Melalui dukungan Jokowi dan logistik berlimpah, Prabowo ditarget menang satu putaran. Apakah target ini akan sukses? Sulit. Kecuali ada langkah extra ordinary seperti memasifkan kecurangan. Inipun tidak semudah pilpres 2019. Pilpres kali ini ada tiga kontestan, bukan dua kontestan. Sehingga pengawasannya berlapis.

Jika pilpres nanti dua putaran, peluang Prabowo akan makin kecil untuk menang. Kenapa? Peran Jokowi akan melemah. Masa kekuasaan Jokowi segera berakhir karena tersisa hanya tiga bulan. Pengaruh Jokowi sebagai penguasa diprediksi akan jauh menurun. Sekoci-sekoci politik akan fokus untuk menyelamatkan masa depannya.

Gagal Prabowo mencapai target satu putaran, kecil peluang Prabowo untuk bisa menang. Apalagi kalau lawan Anies Baswedan.( Red )

Berita Terkait

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
DPMPTSP sebut bangunan Indomaret sudah miliki IMB?
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban

Berita Terbaru