
Tangsel TenarnewsTv9
- Kumandang takbir menggema pada pelaksanaan sholat Idul Adha 1444 H /2023 M yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Al Ittihad, Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten. Berjalan khusyuk dan penuh khidmat jalannya shalat idul Adha yang di pimpin oleh Ustadz H. Sahruddin M. Ag dan Khotib Idul Adha Prof.Dr H Ridwan Lubis MA. Jamaah yang mengikuti shalat Idul Adha di masjid ini sekitar 1000 jamaah.

H. Muhasyim selaku Ketua DKM Masjid Al-Ittihad mengatakan pelaksanaan Idul Adha 1444 H hari ini, mengacu pada keputusan Pemerintahan dalam hal ini Depertemen Agama RI secara resmi telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H Jatuh pada tgl 29 Juni 2023.berbeda dengan Muhammadiyah pada Hari Rabo 28 Juni 2023…Ada hikmah dibalik perbedaan ini..


“Perbedaan pelaksaan Idul Adha 1444 H ini, dilatari dua pemahaman perhitungan, yakni, hitungan Hisab dan Rukyat. Pemerintah maupun Muhammadiyah mengikuti sesuai yang diyakini. Jadi bukan sesuatu yang menimbulkan perpecahan,
dengan adanya perbedaan pelaksanaan Salat Idul Adha memunculkan kepandaian dan menjadi rahmat kita semua sebagai seorang muslim
“

Sebaliknya perbedaan itu menjadi rahmat bagi umat muslim. Hikmah adanya perbedaan, umat Islam semakin pandai, artinya, kita jadi belajar dari teknogi, kenapa ada perbedaan? Yah itu ada hikmahnya,” kilahnya menjelaskan adanya perbedaan pelaksanaan Salat Idul Adha 1444 H di Indonesia .
Hotib idul Adha di hadapan jamaah yang melaksanakan sholat Idul Adha 1444 H ini, menyampaikan, peristiwa kurban, hendaknya dapat menumbuhkan sifat kedermawanan dan dapat membunuh sifat kebinatangan seseorang.

“Peristiwa kurban mengajak kita untuk peduli dan memunculkan sifat dermawan. Prasyarat pemotongan hewan kurban yang harus terbaik, menjadi tuntunan kita untuk berbuat yang terbaik pada manusia,,” ucap di hadapan para jamaah salat Idul Adha.

Tambahnya lagi, secara simbolis, ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma’il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah, hendaknya dapat menghilangkan sikap ego setiap pribadi muslim.
“Pelaksanaan Idul Adha bukanlah kali yang pertama dalam hidup kita. Kita sering melaksanakannya. Lalu apakah yang dapat kita petik dari peristiwa ini? Atau Idul Adha ini hanya sebagai kegiatan tahunan yang berlalu begitu saja? Atau hanya sebagai penikmat daging hewan kurban bukan sebagai pengurban. Selayaknya dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, kita belajar untuk mencapai tingkat kepatuhan paripurna. Belajar saling merendahkan ego. Belajar saling patuh dan menyayangi,” Setelah sholat Id dilaksanakan Pemotongan hewan qurban Sapi 11 Ekor kambing 40 an ekor untuk dibagikan kepada Fakir miskin,Duafa .juga kepada warga sekitar masjid dengan membagikan Kupon lalu ditukar dengan daging agar Panitia qurban tidak kewalahan ( HH,01/PR)
