DPP Samudra Angkat Bicara Peristiwa Musibah Gontor

- Jurnalis

Rabu, 7 September 2022 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Tenarnews tv9.- Kasus musibah atas kematian santri dalam dunia pendidikan tidak boleh terjadi lagi dalam institusi pendidikan di negri ini. Dengan adanya korban jiwa menimpa santri pondok moderen Gontor selaku institusi pendidikan pondok rujukan nasional patut disesali. Hanya kemudian tidak fair jika menyalahkan pondok karena disana ada ribuan santri yang mondok. Terkesan ini di besar-besarkan untuk menutupi kasus besar yang sedang menerpa negri.

Pentingnya merevolusioner sistem dan penerapan kurikulum merdeka belajar yang bebas dari kekerasan dengan lebih berorientasi pada penemuan bakat minat, pengembangan inovasi kreatifitas untuk bekal hidup di masa depan. Sejalan dengan sistem pendidikan nasional yang lebih mengedepankan pendampingan kepada peserta didik.

Dunia pendidikan ke depan lebih pada orientasi pengembangan diri untuk bekal hidup survival dalam dunia global yang penuh kompetitif. Tentu nilai dasar budaya akhlaq kejujuran tanggung jawab adalah penting di tanamkan sejak dini. Dengan melatih untuk bicara, bersikap jujur tidak menyontek dan jauh dari prilaku gosob dalam kehidupan pesantren. Membuang sampah pada tempatnya, merawat dan menjaga lingkungan agar selalu bersih. Nilai dasar seperti ini perlu dibudayakan sehingga tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, upaya melahirkan generasi bangsa yang berperadaban tinggi. Hal diatas sudah diterapkan di pondok moderen Gontor.

Baca Juga :  Imam Budi Hartono (IBH), Wakil Walikota Depok bersiap maju dalam kontestasi Pilkada Depok 2024.

Pandangan ketua umum DPP (Santri Muda Nusantara ) Sukarya Putra yang merupakan alumni dari pesantren Salafiyah Safiiyah Situ Bundo Jawa timur santri dari KHR. Asad Samsul Arifien yang merupakan pahlawan nasional dan mediator berdirinya Ormas Nahdatul Ulama. Ormas terbesar di dunia, Mengatakan;

” Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya santri pondok moderen Gontor, Dalam dunia pesantren tidak dikenal istilah peloncoan yang ada adalah pembinaan akhlak mental spritual, jika kemudian terjadi musibah di salah satu pondok itu adalah kesalahan oknum bukan institusi pondok. Jangan sampai ada asumsi liar bahwa pondok pesantren itu seolah-olah menjadi tempat kekerasan. Biarkan pesantren Gontor menyelidiki lebih jauh atas kejadian yang menimpa pesantren untuk menghindari kejadian serupa dikemudian hari “. Ungkapnya.

Lanjut beliau, ” mereka yang berpandangan menyudutkan hal pondok dipersilahkan datang melihat kehidupan pondok sebenarnya agar tidak hanya sebar propaganda dan isu-isu liar memperkeruh suasana “. Jelasnya di temui di kampus Ganesha Jakarta sebagai tempatnya mengajar.

Baca Juga :  Kafilah Kecamatan Ciledug Raih Juara Umum Dalam MTQ Ke-21 Di Kota Tangerang

Senada dengan presiden Forum Kebangsaan yang juga alumni pondok pesantren Alamien Prenduan Semenep Madura. Menyampaikan ” Pesantren Darussalam Gontor sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka sudah banyak mencetak generasi bangsa yang ikut mengabdikan dirinya dalam mengisi kemerdekaan RI dalam segala bidang baik di pemerintahan maupun swasta. Kejadian musibah yang menimpa atas meninggalnya seorang santri tidak bisa dijadikan patokan bahwa Gontor melanggar konstitusi. Boleh jadi paktor kelelahan atau adanya unsur lain semisal penyakit bawaan dst.

Agar tidak terulang lagi kejadian serupa penting kemudian pengawasan melekat oleh management pondok terutama dewan guru atau kelas akhir. Yang dipandang lebih dewasa dan memahami fungsi tugas dan tanggung jawab. Dengan tetap dalam perinsip mengayomi dan pendampingan.

Pondok Gontor memiliki semboyan berdiri di atas dan untuk semua golongan artinya Gontor bebas merdeka berdiri di kaki sendiri tidak dapat diinterpensi oleh pihak manapun. Sebagai pondok yang sudah memiliki akar budaya dan sistem sendiri Gontor telah menjadi inspirasi model pendidikan di dunia sebagai lembaga boarding school (Red )

Berita Terkait

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Menakar Program Makan Bergizi Gratis: Jembatan Nutrisi Menuju Indonesia Emas 2045.* Oleh: Sukarya Putra /Sekjen PASPROBO
Tanpa memungut,” Pelepasan angkatan ke 32 SDN SukmaJaya 5 tampil memukau
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 22:10 WIB

Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:00 WIB

Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban

Senin, 15 Juni 2026 - 15:03 WIB

Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB