Guru Besar STIK: Hoaks hingga Malinformasi Ancam Integritas Demokrasi

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeNar News,com,-Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Albertus Wahyurudhanto, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan serius bagi dunia media, terutama menjelang kontestasi politik dan pemilu di masa depan.

Hal kannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/3).

Menurut Albertus, setidaknya terdapat tiga ancaman utama dalam ekosistem informasi digital saat ini, yaitu misinformation, disinformation, dan malinformation.

Ia menjelaskan bahwa misinformation merupakan informasi yang salah namun disebarkan tanpa niat jahat. Sementara disinformation adalah informasi yang salah dan sengaja diproduksi untuk menipu publik.

Adapun malinformation merupakan informasi yang sebenarnya berbasis fakta, tetapi digunakan untuk menyakiti atau merugikan pihak lain, misalnya melalui pembocoran data pribadi tanpa kepentingan publik.

“Ketiga hal ini punya dampak yang sangat buruk, yaitu merusak integritas demokrasi, memecah kohesi sosial, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap media maupun penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Albertus juga memaparkan bahwa dunia media terus mengalami evolusi dari model tradisional menuju sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi.

Pada tahap awal, media beroperasi secara terpisah antara media cetak, televisi, dan media online. Namun dalam perkembangannya muncul konsep cross media, di mana satu jurnalis dapat menghasilkan konten untuk berbagai platform sekaligus.

Seiring perkembangan teknologi, media bahkan mulai membangun lembaga riset sendiri untuk menghasilkan data dan analisis independen. Model ini pernah dikembangkan oleh sejumlah media besar yang memiliki unit penelitian internal guna memperkuat kualitas pemberitaan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Agama dan Tokoh Adat Kalimantan Selatan

Menurutnya, saat ini dunia media telah memasuki era baru yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

AI kini tidak hanya menjadi alat bantu analisis bagi akademisi, tetapi juga telah dimanfaatkan oleh banyak media besar untuk memantau berbagai sumber informasi global, mengompresi data berita, hingga membantu menentukan isu yang layak menjadi headline.

“Sekarang dalam hitungan menit AI bisa merangkum berbagai berita internasional dari banyak sumber, lalu membantu redaksi menentukan isu yang paling menonjol,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tersebut juga memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat.

“Algoritma bisa saja keliru. Karena itu verifikasi tetap menjadi kunci utama dalam kerja jurnalistik,” tegasnya.

Albertus menilai tantangan terbesar media menjelang pemilu mendatang adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan dan akurasi informasi.

Tekanan untuk memproduksi berita secara cepat demi mengejar trafik dan klik sering kali berpotensi memicu penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena echo chamber atau ruang gema di media sosial, di mana publik cenderung hanya mengonsumsi informasi yang memperkuat pandangan politiknya sendiri.

Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah polarisasi politik di masyarakat.

Baca Juga :  Polsek Pasar Minggu bersama Jajaran Polres Jakarta Selatan Menyambangi Wilayah Pejaten Timur dalam Program "Halo Polisi"

“Ketika orang sudah memiliki preferensi politik tertentu, maka informasi yang bertentangan dengan keyakinannya akan dianggap salah, sementara informasi yang mendukungnya dianggap benar,” katanya.

Ia juga mengingatkan adanya praktik manipulasi opini publik melalui penggunaan akun robot, komentar otomatis, serta rekayasa konten audio maupun visual yang dapat menyebarkan propaganda secara masif dalam waktu singkat.

Dalam konteks itu, Albertus menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Media bukan sekadar penyampai informasi. Media adalah bagian dari infrastruktur politik yang menghubungkan figur politik dengan publik,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai media memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ruang publik tetap rasional, terbuka, dan berbasis informasi yang akurat.

Menurutnya, media online kini menjadi penopang utama ruang publik karena memiliki jangkauan yang sangat luas dan mampu menyebarkan informasi secara cepat tanpa batas geografis.

Namun, di tengah persaingan trafik dan tuntutan kecepatan, media tetap harus menjaga etika jurnalistik dan memastikan setiap informasi telah diverifikasi secara benar.

“Tantangan media hari ini adalah menggabungkan kecepatan dengan akurasi, kreativitas dengan etika, serta kompetisi trafik dengan tanggung jawab publik,” kata Albertus.

Ia menambahkan bahwa kualitas demokrasi di masa depan sangat bergantung pada kemampuan media menjaga integritas informasi dan mencegah penyebaran disinformasi di ruang publik.’( Red )

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru