_To Excellencies_ Presiden Prabowo Subianto

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Lalu Zulkikifli SH MH , Pembina Media cyber Indonesia ” Tenarnews tv9

*A. Two State Solution (TSS).* _(Deplomatic Freeze)_

Salah satu ulasan dari Kompas.com tgl 14 Oktober 2025 dengan judul *”Ironi Diplomasi Prabowo, antara Perdamaian Gaza dan Terkuburnya Solusi Dua Negara”* adalah sebuah kritik atas kehadiran dan peran Presiden Prabowo dalam _Gaza Peace Summet_ (GPS) di Mesir.

Masih banyak kalangan Internasional termasuk di Indonesia dan pegiat media berpendapat seperti Kompas.com tersebut, yang dalam hal ini penulis tidak sepakat, bahkan 5 tahun terakhir penulis selalu menyampaikan bahwa _Two State Solution_ (TSS) itu rumusan yg salah ditafsirkan karena masih membutuhkan prasyarat mendasar bila dan jika _Two State Solution_ ini ditujukan untuk mengatasi konflik Palestina (Hamas)-Israel.

Pada momen _Gaza Peace Summit_ tersebut telah mendorong terbentuknya _*BOARD of PEACE for GAZA*_ (BPG) sebagai _”Lembaga Legeslatif Internasional”_ dalam menjalankan topik utama _Gaza Peace Summit_ yakni _Gaza Plan._

Munculnya ide _Board of Peace for Gaza & GAZA PLAN_ adalah salah satu upaya internasional (diluar strategi USA dkk menjaga kepentingannya), untuk mencoba solusi terbaik atas ketidakberdayaan PBB _(United Nation)_ menekan Israel agar menghormati *Piagam PBB* dan *7 Resolusi PBB tentang Hak Daulat Sebuah Bangsa dan Dukungan Kemerdekaan Palestina,* termasuk *Montivideo Convention 1933,* *_International Court of Justice_ (ICJ) _Advisory Opinion 2004_,* Pasal 1 _*International Convenant on Civil and Political Right*_ (ICCPR) dan _*International Convenant on Economic, Social and Cultural Right*_ (ICESCR).

Penulis meyakini bahwa *Proposal Two State Solution* sesungguhnya bukan solusi yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik Palestina (Hamas)-Israel, namun tujuan utamanya adalah untuk *menghentikan migrasi orang-orang Yahudi (korban anti-Semit) ke Inggris (Eropa) yang sangat deras terjadi tahun 1937, karena itu pemerintah Inggris membentuk Komisi PEEL, yg diketuai Lord Peel.*
Proposal ini menyatakan: _”Sebagian atau seluruh tepi barat, jalur Gaza dan Yerussalem Timur (YeruT) adalah bagian dari Palestina, dan Israel menyesuaikan perbatasannya sesuai batas tahun 1948.”_

Bila menilik Proposal Komisi Peel ini, sebuah langkah politik strategis bagi Inggris karena telah “membebaskan” Yahudi-Israel untuk mengklaim batas negaranya bebas sejauh jangkauan *kekuatan militernya* sebagaimana analisis penulis dalam tulisan sekitar dua tahun yang lalu dengan judul _*Zion and Marano.*_

*Keberhasilan proposal _Two State Solution_ bagi Inggris adalah kesuksesannya karena mampu meghentikan migrasi Yahudi ke Inggris (Eropa)* saat itu, inilah bentuk _hight politics movement_ pemerintah Inggris, yang hingga saat ini masih mempengaruhi pemikiran tokoh Islam atau mengelabui pemahaman dunia International bahwa _Two State Solution_ untuk konflik Palestina-Israel, *padahal pada saat diajukan proposal tersebut ditolak oleh Komunitas Arab-Palestina karena komunitas Arab-Palestina mendapatkan bagian wilaya tanah yg gersang (tepi barat dan jalur Gaza), sementara Israel daerah Galilea yang subur.*

Baca Juga :  Puluhan Warga Lakukan Aksi Blokir Lahan di Lokasi Proyek Bendungan Meninting

Bahkan bila sementara pihak masih menganggap proposal _Two State Solution_ ini ditujukan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel, *maka sebenarnya Proposal tersebut sudah tamat dan batal pasca Perang Arab-Israel tahun 1967.*

*B. Hamas-Fatah Resolution*

Perebutan kekuasaan politik antara Hamas-PLO (Fatah) di Gaza terakhir dimenangkan oleh Partai Hamas. Karena itu komunikasi (Loby) Presiden Prabowo dengan *Hamas-Iran, termasuk partai politik sekutu Hamas yakni Partai _Palestinian Islamic Jihad_ (PIJ)* adalah sebuah kewajiban sebagai langkah awal membangun rekonsiliasi untuk menghentikan pertikaian internal.

Mengacu pada upaya rekonsiliasi untuk mengakhiri _Al-Harb al-Ahliyah al- Filisthiniyyah_ (perang saudara Palestina) atau lebih spesifik dapat kita sebut sebagai _al-Nizaa’ Bain Fatah wa Hamas_ (konflik Fatah dan Hamas) telah dilakukan
tiga kali yakni Rekonsiliasi 2011, Perjanjian Doha 2012 dan Rekonsiliasi 2014, namun _gagal maning gagal maning._

Hingga saat ini Hamas juga tetap menancapkan pengaruh politiknya di dua kota besar lainnya yg terletak diantara Rafah dan Gaza yakni _Khan Yunis_ dan _Dayr Al Balah._

*Tidak akan pernah ada solusi penyelesaian konflik Israel-Palestina selama Hamas dan Fatah (PLO) tidak melakukan resokusi.*
Untuk menuju resolusi itu, salah satu yang Penulis harapkan adalah adanya pasal dalam Proposal Presiden Prabowo agar _*Gaza Strip*_*dan _West Bank_ diserahkan penuh* *pengelolaannya kepada FATAH* dalam kerangka Gaza Plan.

Teruntuk *HAMAS* (termasuk PIJ) diberikan *hak pengelolaan daerah bagian selatan yang relatif subur yakni _Dayr Al Balah,_ _Khan Yunis_ dan _Rafah (Gaza Strip)._*

Daerah _Dayr Al Balah_ adalah kota yang daerah serta iklimnya sangat cocok sebagai pusat industri pertanian-perkebunan. Sedangkan _Khan Yunis_ sebagai kota Industri. Dua daerah ini bisa dikelola oleh Hamas, *tentu kerjasama dengan _Board of Peace of Gaza_ atau Pemerintah Indonesia sendiri.* Disini Hamas dapat menunjukkan dan membuktikan prestasi mereka; selain jalur perang, sebagai _Khalifah fil ardhi_; mengelola bumi dan mensejahterakan rakyat Palestina.

Dari proposal tsb, akan menciptakan kekuatan bersama *Fatah-Hamas termasuk PIJ, melalui PLO,* kemudian perlahan-lahan membangun kekuatan militer yang kuat (Alutsista) agar suatu saat tidak terjadi _genosida_ lagi di Palestina, minimal dapat mengimbangi kekuatan militer Israel, dengan demikian _*gerakan Intifada*_ berkembang menjadi *penguasa mayapada.*

Inilah *prasyarat (prakondisi)* bila pemerintah Indonesia ingin berperan aktif menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Tentu tidak semudah itu tapi dengan kecerdasan militer Presiden Prabowo ini dapat tercapai, diawali dengan *Proposal Fatah-Hamas Resolution.*

Konsep inilah yang saya maksudkan ketika penulis diminta sebagai pembicara dalam suatu diskusi dengan teman-teman GPII.

Baca Juga :  Peringati HUT TNI Ke-78 Kodim 0726/Sukoharjo Gelar Baksos di Wilayah, Rawat Kemanunggalan TNI-Rakyat

*C. BEYOND Two State Solution*

Kita masih ingat ketika Mesir (Presiden Gamal Abdel Nasser) melakukan nasionalisasi terus Suez tahun 1956, daerah selatan Palestina; kegubernuran _Khan Yunis,_ wilayah perkotaan terbesar kedua di Palestina setelah Gaza menjadi korban.
*Ratusan laki-laki usia 16-50 tahun dikumpulkan dan ditembak mati oleh serdadu Israel* sebagai dalih pembalasan Israel atas tindakan pemerintah Mesir sekaligus mencari kesempatan untuk menguasai lembah Sinai dengan tujuan utama menghancurkan kekuatan pasukan bersenjata Palestina _*Fedayeen*_ yang berperang dibawah komando Mesir.

Serangan Israel yang mereka sebut *Operasi Kadesh,* dilakukan kepada Mesir namun memanfaatkan momentum dengan membunuh rakyat Palestin (Khan Yunis) dan melumpuhkan _Fedayeen_ dengan kekuatan militer yang tangguh, mereka menguasai Khan Yunis dengan Infanteri dan Pasukan Tank.

Salah satu loby berat Presiden Prabowo adalah mengurangi rasa *Egomiliteristic Hamas.* Apalagi Hamas dan Fatah masing-masing memiliki pasukan perang dengan
Kekuatan militer:
*Fatah:*
– National scurity and Preventive SC berjumlah 60.000 pasukan.
– Presidential Guard berjumlah 4200 pasukan.
– Intel berjumlah 5000.
– Brigade Aqsa: ribuan.

*Hamas*:15.000 Brigade Qassam (termasuk didalamnya PIJ) dan ExecutiveForce 3000 Pasukan.

Presiden Prabowo sejak menjabat menhan RI telah menyiapkan _roadmap_ perdamaian Palestina (PLO)-Israel.
Ide bliau yang utama adalah *Kita jamin keamanan bagi Israel dan kita dukung penuh Kemerdekaan Palestina.* Kata *Jamin* tersebut Jangan disalahartikan, karena kata itu mengarah pada makna _*Poisoned Chalice*_ (strategi/jebakan) karena faktanya kekuatan militer Israel sangat berbahaya bagi Palestina.

Usulan penulis tentang Proposal *Hamas-Fatah Resolution* menuju *_Two State Solution_* adalah _roadmap_ *Pembangunan Negara Palestina.*

Kekuatan militer Indonesia saat ini dapat menjadi daya tawar dalam menjalankan peran stretegis di semenanjung Mediterrania.
*Jadi sangat jelas bahwa penulis sangat tidak sepakat dengan pemahaman Kompas.com yang cenderung memposisikan kehadiran Presiden Prabowo yang hanya ingin menaikkan status ketenaran pribadi. Ini analisa yang kurang dalam.*

Dalam mengajukan Proposal Rekonsiliasi Internal, Presiden Prabowo harus teguh berpegang pada *Resolusi Majelis Umum (MU) PBB No.1514 (XV) tahun 1960:* _”Declaration on the Granting of Independence to Colonial Countries and People”;_ Kolonialisme harus dihapus.
Kolonialisasi Israel terhadap Palestina dapat diakhiri bila Hamas mengakui keabsahan _Palestinien Liberty Organisation_ (PLO) sebagaimana pengakuan PBB terhadap PLO yang secara eksplisit disebutkan dalam *Resolusi MU PBB No. 3236 (XXIX) tahun 1974* bahwa PLO diakui secara sah sebagai perwakilan Palestina.

Dengan demikian kebekuan diplomasi _(Diplomatic Freeze)_ akibat tidak tuntas memahami _Proposal Two State Solution_ dapat kita akhiri.

_Wallahu a’lam

Berita Terkait

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung
Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Dunia Harus Bersatu Melucuti Amerika Israel Untuk Kehidupan Yang Lebih Damai
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Kamis, 16 April 2026 - 13:56 WIB

Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Berita Terbaru

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB