
Depok, Tenarnewstv9:
Polemik warga dengan adanya proyek pemagaran SMPN 22 yang berujung proyek pemagarannya untuk sementara dihentikan nampaknya berdampak dengan pemborong.
“Kami sudah beli dan siapkan material sesuai volume pekerjaan pemagaran SMPN 22,” kata pihak pemborong kepada Tenar news, Jum’at (06/10/2023)


Kalau sekarang dihentikan pekerjaannya lantaran warga tidak setuju, lalu bagai mana metrial yang sudah kami beli dan kalau pemagarannya minta dilanjut kami siap asal ada jaminan keamanannya, ” tambahnya.
Ditempat terpisah, Budi selaku warga setempat di kantornya mengatakan,
sedikitnya 1000 Warga RW 14 dari 4 RT Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tolak pemagaran SMPN 22 seluruhnya.


Budi menjelaskan, bila pemagaran
di laksanakan seluruhnya akan memakan sebahagian kantor RW 14 dan tidak ada sisa lahan yang dapat dimanfaat kan untuk kepentingan warga, seperti untuk taman bermain anak, taman apotik hijau, dan tempat aktifitas bak sampah, terang Budi dalam mewakili seluruh warga RW 14 dari 4 RT yang ada di wilayahnya
“Kami hanya minta 500 meter untuk kantor RW yang sudah ada dan untuk taman bermain anak serta apotik hijau dan tempat sampah, padahal pak Imam wakil Walikota pernah berjanji akan memberikan 1000 meter untuk kantor RW 14 mana janjinya itu,”terang Budi seakan menagih.
Dan lanjut Budi, Kalau pemerintah hanya memberi 250 meter pihaknya keberatan, karena itulah pemagaran sementara dihentikan sampai menunggu kebijakan pemerintah atas permohonan warga.
Ditempat lain H. Sutarno selaku Sekdis pendidikan Kota Depok dengan tegas mengatakan pemagaran harus jalan terus sesuai rencana yang sudah di tetapkan, tegasnya singkat
Terkait janji IBH kepada warga setempat ingin memberikan lahan 1000 meter untuk kantor RW , ketika di hubungi melalui Whatsap ia tidak menjawab
( tim)

