
Bogor , Tenarnews Tv9,- Dalam buku Teori Organisasi: Struktur dan Desain, Dicky Wisnu U.R. menuliskan bahwa ada beberapa alasan mengapa mendesain struktur dan budaya organisasi menjadi sebuah tugas yang penting
Menurut James D. Mooney Mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Ia berpendapat bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
Ikatan Mubaligh-Mubaligoh Nusantara Kabupaten Bogor kemaren Minggu 10 September 2023 telah dilantik yang dihadiri oleh Ketua DPP IMMAN, kH.Muslihudin(Abimus), Ketua DPW Kyai Samsudin, dan mubaligh-mubaligoh lain dimeriahkan oleh pelawak Didi Sembako.
Sebagai organisasi yang berkumpul didalamnya orang-orang yang memiliki tujuan sama, kehadirannya di Kabupaten Bogor akan siap bersinergi dengan semua elemen masyarakat, dinas-dinas terkait sehingga bisa dirasakan kemanfaatannya untuk umat sesuai dengan perannya yaitu orang yang selalu menyampaikan pesan kebaikan, tentu Ikatan Mubaligh-mubalighoh Nusantara (IMMAN) sebagai organisasi memiliki strategi dan perencanaan yang baik dalam melangkah bersama pemerintah dan ulama, agar pesan-pesan kebaikan dapat diterima di masyarakat.
Langkah-langkah yang ditempuh sebagaimana pesan dari Dicki Dalam bukunya Teori Organisasi bahwa ada beberapa alasan mengapa organisasi seperti Ikatan Mubaligh-Mubalighoh Nusantara (IMMAN) kabupaten Bogor harus mendesain struktur dan budaya, karena wilayah Kabupaten Bogor kultur dan budayanya berbeda dengan Bekasi, Tangerang, jakarta dan daerah-daerah lain walaupun berdekatan.
Sebagai Organisasi baru terbentuk di Kabupaten Bogor, IMMAN kabupaten Bogor yang kemaren baru dilantik itupun melanjutkan pekerjaan pengurus sebelumnya, Gus Ahmad Suhadi sebagai ketua IMMAN DPD kabupaten Bogor yang baru terpilih mengajak seluruh jajaran pengurus bahwa ketua pimpinan organisasi tidak sama dengan pimpinan perusahaan maka jajaran yang ada di bawah ketua tak perlu harus menunggu instruksi dan diatur-atur layaknya perusahaan yang harus selalu ada pengawas, kepala bagian dan sebagainya sampai hirarki kepada pimpinan perusahaan. Maka bagi organisasi semisal IMMAN ini, tata kelola untuk bergerak masing-masing pengurus cukup mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi dan itupun terlebih dahulu dibuat langkah-langkah strategis dalam melakukan pekerjaan pada masing-masing bidangnya yang diawali rapat kerja untuk membuat strategi kerja berdasarkan bidangnya masing-masing.
Kata Gus Hadi sapaan beliau dikalangan kyai NU, beliau berharap dalam berbuat diorganisasi jangan menuntut hak dan keuntungan tapi kewajiban dan tanggungjawab lah yang mesti dilakukan terlebih dahulu. Rasakanlah! Semua yang tergabung di dalam struktur IMMAN kabupaten Bogor bukan atas dasar niat untuk digaji tapi dipundak kitalah beban tanggungjawab Allah, nabi Muhammad Saw dan ummat diletakan, agar semua yang ada dalam jajaran pengurus bisa memberikan yang terbaik kepada ummat, dan ummat harus tercerahkan dengan kehadiran IMMAN di Kabupaten Bogor.
Ust.Muhtar sebagai divisi bidang pelatihan berharap, kita semua berbuatlah dan hidupkanlah organisasi terlebih dahulu, jangan berpikir dan bicara keuntungan dan inventaris, wong organisasi aja belum berjalan dan baru saja dilantik. Mari kita bekerja sesuai kapasitas masing-masing.
Ditambahkan pesan dari ustadz Firman, beliau berkata : kalau kita ingin mendapatkan sesuatu berbuatlah sesuatu, organisasi hanyalah kendaraan bukan tujuan, kepentingan kita bukan di organisasinya tapi kepentingan kita di Kabupaten Bogor lah yang harus diletakan agar organisasi jadi alat untuk mencapai tujuan dan berhasilnya kepentingan kita di Bogor, tapi ingat! janganlah memperalat organisasi untuk sebuah kepentingan anda pasti binasa, ujar ustadz Firman.
Insya Allah apapun organisasi yang kita gerakan selama niatnya untuk kebaikan pasti tidak akan bertabrakan dengan budaya di lingkungan dan akan melaju cepat dalam merubah tatanan sosial masyarakat.
Pemerintah daerah sangat membutuhkan organisasi sebagai mitra kerja dan kepanjangan tangan dari regulasi yang telah terbentuk, jika pengurus IMMAN melakukan komunikasi intensif dengan kepala daerah maka program-program yang bisa diserap untuk menggerakkan roda organisasi sesuai tupoksi masing-masing pengurus dapat tercover secara baik, sebagaimana disampaikan kang Sandi Hanafi, bidang ekonomi IMMAN.(Firman)



