
Depok, Tenarnwestv9:
Presiden Repoblik Indonesia ( RI) Joko Widodo berjanji akan segera menyelesaikan tuntutan ganti rugi tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka Kota Depok (Jabar) yang digunakan untuk membangun Proyek Strategis Nasional Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Janji presiden tersebut terungkap saat berdialog dengan perwakilan warga pemilik tanah adat yang melakukan aksi unjuk rasa pada saat Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Pal Tugu Cimanggis Depok, Kamis (13/4/2023).
Atikah (50 th), salah seorang ahli waris mengatakan dirinya dan puluhan ahli waris sengaja berbuat nekad membentangkan poster bertuliskan informasi tentang tanah adat Bojong Bojong Malaka Kota Depok (jabar) yang belum dibayar oleh UIII.
“Saya nekad teriak-teriak minta pak Jokowi memperhatikan kami, Alhamdulillah pak Jokowi melihat dan meminta saya menghampiri beliau.
Saya cium tangan pak Presiden sambil menyampaikan permohonan kami. Beliau nanya tanah mana yang belum dibayar, saya bilang tanah milik adat yang digunakan UIII. Terus beliau bilang. Baik, akan saya selesaikan segera” Demikian Atikah menceritakan hasil dialognya dengan Presiden Jokowi.
Kehadiran Presiden Joko Widodo di Pasar Pal Cimanggis, Kamis pagi kemarin dalam rangka meninjau harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri. Kedatangan Presiden ke Depok itu tidak disia-siakan oleh para ahli waris pemilik tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Presiden tentang tuntutan ganti rugi tanah warisan nenek moyang mereka yang sampai saat ini belum direspon oleh Kementerian Agama RI,
padahal tanahnya sudah digunakan sebagai lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Berdasarkan catatan media ini, usaha dan perjuangan warga pemilik tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka untuk mendapat respon pemerintah terkait tuntutan mereka untuk memperoleh ganti rugi sudah lama dilakukan baik melalui upaya hukum maupun melalui pendekatan sosial.
Namun meski sudah hampir satu tahun berlalu usaha mereka belum memperoleh jawaban resmi baik lisan maupun dalam bentuk surat. Baru kali itu ahli waris mendapat jawaban yang menggembirakan dan langsung melalui lisan orang nomor satu di Republik ini. Warga yakin Presiden RI akan segera merealisasikan janji beliau ( Muryanto)
