Jakarta , Tenarnews TV9,- Sebuah virus baru ditemukan di Polda Lampung belum lama ini. Virus itu sangat berbahaya, bahkan jauh lebih sadis daripada Virus Corona atau Covid-19 dalam membunuh korbannya. Namanya adalah Virus Sambo./Generasi Sambo berulah lagi….SAMBO BERULAH LAGI
Berbeda dengan Virus Corona yang hanya bisa terlihat di bawah microskop, Virus Sambo ini mudah terlihat alias amat kasat mata. Jangankan microskop, tanpa mata pun kita dapat melihat jenis virus ini dengan sangat gampang.
Bentuk Virus Sambo sangat mirip manusia. Badannya tegap, body bagus, serta tampak segar dan kuat. Warna virusnya juga mudah dikenali. Setiap hari selalu terbungkus seragam coklat, terutama ketika berada di luar rumah dan ke tempat kerja. Sebagian kecil menyamar dalam balutan sarung preman.
Beberapa ciri utama Virus Sambo adalah gemar rekayasa kasus, suka kriminalisasi warga, dan kerap salahgunakan wewenang. Di samping angkuh dan suka pamer harta, Virus Sambo juga doyan uang dan jabatan. Untuk dapat jabatan harus jilat pantat kepala virus dan setor amplop coklat. Kebanyakan Virus Sambo yang berkelamin jantan suka selingkuh. Bahkan tidak jarang makan istri rekannya sendiri sesama virus.
Pemerintah semestinya sigap untuk menghimbau agar masyarakat senantiasa berhati-hati terhadap virus berbahaya ini. Mereka ada di mana-mana, terutama di unit reskrim dan lantas. Serangannya ganas walaupun terkadang suka memilih sasaran. Sasaran empuk adalah orang beramplop coklat atau berkardus durian.
Salah satu sarang Virus Sambo adalah Polda Lampung. Beberapa waktu lalu Virus Sambo sempat menangkap terduga bandar narkoba di wilayah Polda Aceh. Rekan-rekannya di wilayah ujung utara Sumatera itu sempat marah ke Virus Sambo dari Polda Lampung. Virus Sambo Lampung dianggap merampok di zona mereka.
Kasus penyalahgunaan kewenangan dan main hantam di rumah tetangga tersebut akhirnya direkayasa sedemikian rupa agar terlihat Virus Sambo melakukan tugasnya dengan benar. Caranya? Seorang terduga pengedar narkoba yang sedang ditahan di Polda Lampung diminta mengaku sebagai informan yang membocorkan adanya bandar narkoba di wilayah Aceh. Tahanan ini, sebut saja namanya Fulan, diiming-imingi janji keringanan hukuman dengan rekayasa pasal ringan yang dituduhkan di BAP yang bersangkutan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

