Laporan : Didin Maninggara
TENARNEWS TV9
Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Sirkuit Mandalika pada Jumat (12/11), dimanfaatkan masyarakat setempat menyampaikan permasalahan lahan milik mereka yang terkatung pembayaran ganti ruginya.
Di Depan Presiden, Damar, mewakili rekannya warga Dusun Ebunut, Desa Kuta, Mandalika yang masih berdiam di tengah Sirkuit Mandalika mengeluhkan berlarutnya persoalan pembebasan lahan oleh PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Keluhan ini ia sampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.
Damar mendapat kesempatan berbicara langsung dengan presiden selepas orang nomor satu di Indonesia tersebut melaksanakan shalat jumat di masjid Nurul Bilad, Mandalika. Ia yang memang sedari awal menanti-nanti momen ini akhirnya mendapatkan jalan.
Saat hendak meninggalkan areal masjid, ia mendapat kehormatan untuk berbicara langsung dengan presiden. Kejadian tersebut betul-betul dimanfaatkan oleh Damar untuk menjelaskan kepada presiden terkait apa yang terjadi.
Dari keterangan Damar, masih terdapat 48 kepala keluarga (KK) yang masih tertahan di dalam areal sirkuit yang baru diresmikan presiden itu (12/11). Bukan tanpa mereka belum meninggalkan kawasan tersebut. Pasalnya, sampai dengan hitungan hari penyelenggaraan event IATC dan Superbike, pihak ITDC belum juga menyelesaikan pembayaran pembebasan lahan.
Mendengar keluhan Damar, Presiden Joko Widodo kemudian memerintahkan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk secepatnya menindaklanjuti laporan tersebut. Erick Thohir yang memang mendampingi Presiden berkomitmen untuk sesegera mungkin menyelesaikan pembayaran tersebut.
Setelah sekitar 5 menit berdialog dengan Damar, Presiden kemudian bergegas menuju ke mobil untuk melanjutkan kegiatan di Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Mandalika.
Segera setelah presiden pergi, Damar kemudian menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada awak media. Secara garis besar ia menyorot soal kurangnya itikad baik dari ITDC untuk serius menyelesaikan persoalan lahan.
“Kalau komunikasi dari pihak ITDC sebenarnya tidak ada sih kalau boleh jujur,” ungkap dia kepada media.
“Betul, kalau kita mengikuti alur pembebasan dari tahap pertama dan tahap kedua seharusnya ITDC yang membayar. Tapi kita kan enggak tau bagaimana komunikasinya,” lanjut Damar.
Ketika disinggung soal tenggat waktu pembayaran, ia berharap bahwa persoalan lahan ini juga menjadi prioritas penyelesaian.
“Seperti yang saya minta tadi, harapannya mudah-mudahan bisa selesai sebelum event WSBK,” harap Damar,
Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan perasaan harunya setelah dapat secara langsung berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo.
“Alhamdulillah, setelah kami menyampaikan secara personal kepada Bapak Presiden, kami meminta kebijakan dari Bapak Presiden untuk benar-benar segara menyelesaikan permasalahn lahan yang masih ada,” katanya.
“Pak Presiden sendiri menjanjikan akan segera diselesaikan,” pungkasnya.
Untuk kesepakatan harga, ia menyampaikan akan dilakukan pada pembahasan di tahapan berikutnya.
@Gubernur Sebut Sudah Tuntas
Beberapa waktu yang lalu, Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan sudah tuntas persoalan lahan masyarakat.
Berikut ini kutipan lengkap pernyataan Gubernur yang dikutip dari akun FB Bang Zul Zulkieflimansyah
@25 Oktober 2021
Pagi ini santai bersama Mas Barry President Director ITDC yang mengelola Kawasan Mandalika kita..
Sambil santai2 banyak hal yg kami bicarakan dan putuskan ;
- Tanah Enclave di dalam kawasan sirkuit Mandalika sdh nggak ada masalah. Tinggal masalah pembayaran saja. Saya akan push Bank NTB Syariah hari ini utk membantu percepatan pembayaran ini segera.
- Masalah 9 Bidang lain di dalam sirkuit Mandalika juga sdh nggak ada persoalan lagi. ITDC hari ini akan membuat surat ke BPN utk rekonstruksi ulang utk kemudian dilakukan pembayaran sesuai dgn yg sdh di sepakati dgn masyarakat.
- Kalau tidak ada Aral.Merintang Insya Allah tgl 12 November ini Pak Presiden Jokowi akan datang langsung ke Sirkuit Mandalika utk Menonton Mini MotoGP atau Asia Talent Cup (ATC).
Banyak hal besar yg kita akan ketempatan jadi Tuan Rumah.
Mari kita buktikan bahwa NTB adalah daerah yg nyaman dan menyenangkan utk kita semua. Ramah terhadap pengunjung dan bahagia juga warganya…
Karenanya, Mari kita saling bantu dan saling dukung. Sambil terus berdoa agar Allah SWT selalu melindungi kita semua dan menjadikan daerah kita daerah yg selalu di dekap keberkahan dan di naungi kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa..
Daerah yang selalu di dekap oleh keberkahan dan selalu dalam Naungan Kasih sayang Allah itulah yg kami cita2kan sebagai NTB Gemilang.


