SEKJEN MUI MENYERUKAN STOP SEGALA BENTUK TEROR KEPADA ULAMA DAN USTADZ

- Jurnalis

Minggu, 26 September 2021 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tenarnews tv9 : – Ditengah banyaknya kasus penganiyaan dan percobaan pembunuhan terhadap para ulama dan ustadz diberbagai daerah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan himbauan dan seruan untuk menghentikan tindakan teror dan intimidasi terhadap para ulama dan ustadz.

“Stop segala macam bentuk teror kepada ulama dan ustad. Mengingat berapa waktu terakhir para ulama dan ustadz mendapatkan serangan dan teror. Ada yang dipukul ketika ceramah, bahkan ada yang ditikam dan ditembak di Tangerang, serta di teror di Batam,” ujar Sekjen MUI, KH Amirsyah Tambunan.

Untuk itu semua, MUI mengecam peristiwa tersebut. Lebih lanjut Amirsyah juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara hukum yang berdaulat. Negara wajib melindungi warganya dan menjamin hak warga negara sesuai pasal 28 (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

Baca Juga :  MT Balwan Di Isra Miraj hadirkan Penceramah Kondang<br>KH Jaka Tingki: Menyongsong Bulan Suci Ramadan Tingkatkan ketakwaan ,Hikmah Dari Isra Mi'raj .

Oleh sebab itu peristiwa pemukulan dan tindakan penikaman terakhir peristiwa merusakan mimbar di Masjid Raya Makassar (25/9) merupakan tindakan biadab, terkutuk, karena bertentangan dengan UUDNRI 1945 dan Pancasila sila ke dua Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila keempat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indomesia. Artinya nilai-nilai Pancasila tersebut jangan hanya di perkataan saja.

“Saya menyerukan agar konsitusi, peraturan-perundang-undangan wajib di praktikkan oleh semua pihak, sehingga terwujud rasa aman dan damai,” tutur Amirsyah kepada Media pada Sabtu, (25/9/2021).

Atas dasar itu sebagai negara hukum, pihaknya semua pihak harus tunduk dan patuh atas peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sejumlah peristiwa ada pihak yang melakukan praktik yang menyimpang dari hukum serta mengkriminalisasi tokoh Islam seperti penusukan Syekh Ali Zaber dan KH Umar Basri (2018), harus diberikan sanksi yang menimbulkan efek jera. Oleh karena itu kata kuncinya penegak hukum harus menimbulkan efek jera pada pelaku yang nyata melanggar hukum.

Baca Juga :  Seleksi PJA 2025 Tingkat Jakarta Selatan Resmi Digelar: Apresiasi Peran Lurah Sebagai Juru Damai

“Saya menghimbau kepada Menkopolhukam beserta jajaranya TNI/ Polri untuk segera mensikapi sejumlah peristiwa yang terjadi bagi umat Islam, karena sudah meresahkan masyarakat. Jangan hanya dalil yang melakukan orang gila, tapi harus di buktikan pihak yang berkompeten seperti apa gilanya ?” ujarnya.

Umat Islam jangan terpancing atas semua peristiwa adu-domba dan fitnah. Umat Islam sangat paham dan cerdas membaca sejumlah kasus yang muncul seperti menyerangan ulama, ustad. Ini salah satu bentuk adu-domba, pada saat yang sama umat Islam tidak akan terpancing.

“Sebaliknya saya menghimbau umat Islam harus merapatkan barisan menyusun kekuatan fisik dan mental sehingga tetap kompak dalam mencegah segala bentuk ktiminalisasi kepada ustad /ulama,” tandasnya

Dalam situasi seperti ini dirinya juga meminta kepada umat Islam harus waspada. Bentuk kewaspadan perlu pengamanan tambahan seprti yang di miliki ormas di Muhammadiyah ada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan lain-lain.(Tiem Tenarnews tv9)

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru