TenarnewsTV9, Depok-

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesi (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada masyarakat khususnya untuk saat ini yang berada diwilayah Jabodetabek untuk mengikuti vaksin booster, apabila suntikan dosis keduanya sudah enam bulan. Hal itu, menurut Sigit, dapat meningkatkan imunitas terhadap virus Covid-19 varian Omicron.
Hal itu di katakan Kapolri saat meninjau
percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/2/2022) kemarin.

Kapolri datang bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono.
“Dalam kesempatan ini saya ingatkan kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan yang bertugas, untuk membantu melaksanakan akselerasi, untuk mengingatkan kembali khususnya bagi berusia lansia dan kemudian anak-anak. Karena varian Omicron memang berjangkit ataupun menular disegala usia,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Sigit, satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk menghadapi varian yang ada adalah dengan mengikuti vaksinasi. Jadi yang sudah enam bulan dari vaksin kedua khususnya di wilayah Jabodetabek silahkan ikuti vaksin booster.
“Hari ini kita laksanakan vaksinasi serentak di 34 provinsi dengan target hari ini 1.419.110 dosis yang akan di suntikan, dan di wilayah Depok mendapatkan 2.500 dosis khusus vaksin ketiga atau booster,” tutur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sigit juga menjelaskan, bahwa Kementerian Kesehatan akan menyiapkan aturan-aturan soal pasien yang terjangkit. Dimana, warga yang positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat, akan dirawat di rumah sakit yang telah disiapkan.
Sedangkan, pasien yang gejala ringan maupun tanpa gejala diperbolehkan untuk melakukan karantina di rumah dengan syarat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, jelas Sigit.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebaran omicron sangat cepat, hal itu terlihat dari negara-negara lain, yang tingkat penyebaran 2-3 kali lebih cepat.
“Masyarakat diminta jangan panik dan tidak usah khawatir, kita akan lakukan formalisasi dan normalisasi,” tutur Budi.
Lebih jauh di katakan nya, apabila masyarakat terkena virus omicron dan tidak ada gejala serta akurasi diatas 95%, dirinya meminta agar melakukan isolasi mandiri saja.
“Biarkan rumah sakit diisi oleh pasien yang membutuhkan oksigen,” ujar Budi.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga meminta agar masyarakat segera melakukan vaksinasi. Hal itu dikarenakan 60% yang meninggal ternyata belum di vaksin.
“Yang terkena gejala berat 60 persen belum di vaksin. Jadi tetap menjaga protokol kesehatan dan kita hadapi variian baru,” ucap Budi.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang turut mendampingi kunjungan tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia yang diadakan oleh TNI-Polri.
Idris juga mengatakan, pelaksanaan vaksinasi booster di Kota Depok saat ini masih terus dilaksanakan.
“Vaksin booster untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah. Yang jelas, vaksinasi untuk lansia sedang berjalan terus dan yang ketiga sudah masuk booster untuk masyarakat. Ini yang sedang kita lakukan dan tentunya mempercepat ini sangat membantu dari Polri dan TNI, juga gerakan-gerakan cepat untuk vaksin booster,” ujar Idris. (Emy)
