SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta 🇮🇩 TenarNewstv/Serikat Media Siber Indonesia,-SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSAJakarta, TeNarNews tv/Serikat Media Siber Indonesia,-Gedung Nusantara V MPR RI – Dalam rangkaian Milad ke-60, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Simposium Nasional dengan tema “KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa” bertempat di Gedung Nusantara 5 MPR RI pada tanggal 9-10 September 2026.

Simposium ini diproyeksikan menghasilkan dokumen akademik yang akan diserahkan kepada Presiden pada puncak HUT 60 Tahun KAHMI.

Ketua Panitia Simposium, Goege Edwin Sugiharto menjelaskan, kegiatan ini sengaja didesain untuk memberikan masukan konkret bagi negara, bukan sekadar perayaan seremonial.

“Guna memberikan masukan-masukan yang konkret, maka kita akan berikan kepada Presiden dalam HUT 60 tahun KAHMI nantinya. Terimakasih kepada Ketua MPR-RI yang sudah memfasilitasi acara ini, agar Indonesia lebih berdaulat,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Presidium KAHMI, Dr. K.H. Romo H.R. Muhammad Syafii menegaskan simposium ini adalah wujud semangat _national interest_.

“Kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan air bahkan hilirisasi industrialisasi… persatuan yang kokoh akan membuat pembangunan lebih baik,” tegasnya. Ia menambahkan, pikiran-pikiran kritis kader harus dituangkan dalam sebuah dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.

Baca Juga :  KABUPATEN EMPAT LAWANG DI DUGA BEBERAPA GALIAN C TIDAK MEMPUNYAI SURAT IZIN GALIAN

Dari pantauan forum, rumusan ilmiah mengerucut pada empat pilar:

1. Kedaulatan Pangan: Mendesak transisi dari ketahanan pangan (setop impor) menjadi kedaulatan pangan (berdaulat benih, pupuk, dan distribusi). Obat obatan riset sendiri dan buat sendiri. Rekomendasi: reformasi Bulog dan perlindungan lahan abadi. Gunakan herbal obat buatan dalam negri.

2. Kedaulatan Energi: Mendorong hilirisasi tidak hanya nikel, tapi juga transisi energi berkeadilan. Catatan kritis forum menyoroti ketimpangan penguasaan konsesi energi.

3. Kedaulatan Air: Isu baru yang menonjol. KAHMI menilai air harus diposisikan sebagai hak konstitusional, bukan komoditas industri, di tengah krisis air di Jawa dan kawasan IKN.

4. Kedaulatan SDM dan Industrialisasi: Menekankan bahwa hilirisasi gagal tanpa SDM unggul. Pembangunan harus dirasakan sebagai pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi.

Kajian Kritis: Antara Kolaboratif dan Kritis. Keduanya berjalan karena insan akademik pencipta dan pengabdi. Menyuarakan perbaikan lewat gagasan diskusi bukan lagi teriak dijalanan. Bersama menjaga membantu program pemerintah untuk percepatan Indonesia adil makmur.

Baca Juga :  Tanggapi Wacana Hak Angket Pemilu, Wapres Serahkan Sepenuhnya kepada DPR RI

Simposium ke-60 ini mendapat apresiasi karena membawa KAHMI kembali ke khittah sebagai _think-tank_ kebangsaan, seperti tradisi KAHMI yang sebelumnya melahirkan Piagam IKN dan Deklarasi Nusantara sebagai rekomendasi resmi kepada Presiden.

Semangat simposium menunjukkan kemajuan membangun kolaborasi untuk terus berkonstribusi untuk kemandirian dan kemajuan bangsa menuju Indonesia adil makmur sejahtera berdaulat. Mendukung penuh program Astacita serta tetap kritis terhadap pemberantasan korupsi.

Catatan kritis yang muncul dari peserta:
Dari Rekomendasi ke Aksi. Tantangan terbesar 60 tahun KAHMI adalah eksekusi. Tanpa satgas pengawalan di DPR/MPR dan indikator terukur, dokumen simposium berpotensi menjadi arsip seremoni. Forum menitipkan amanat kepada ketua MPR untuk mengawal menjalankan amanat hasil simposium.

Simposium ditutup dengan komitmen menjaga semangat kritis yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, sesuai pesan Anggaran Dasar KAHMI.( Red

 

Berita Terkait

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi
Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.
Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_
PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN
Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas
HUT ke 9 Sekber Wartawan kota Depok di Aula BJB Cabang Depok
Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

Kasus tanah blok bra’an 9,3 haktare kembali disoal, Hakim Sidang PS di lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Merawat Panca Jiwa Pondok Al-Amien, Alumni Genoestica Meneguhkan Ukhuwah agar Tak Menjadi Santri yang Kehilangan Akar.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Kampanye Akbar Mamiq Andi Nomor 1 Membludak, Ribuan Warga Desa Sintung Padati Jalan – Desa Sintung, Pringgarata, Loteng”_

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:45 WIB

PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Supian Suri Kobarkan Semangat Atlet Depok di Porprov 2026, Fokus Raih Emas

Berita Terbaru

Tenar News

PLN EG PUNAGAYA SIAP DITUNTASKAN

Senin, 26 Okt 2026 - 21:45 WIB