DPC GMPRI SBT Geram Atas Lambannya Penanganan Kasus Pembacokan Mahasiswa UIN Ambon

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Maluku, Tenarnews/ Smsi,-– Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia Seram Bagian Timur (DPC GMPRI SBT) melayangkan mosi tidak percaya kepada Polda Maluku terkait lambannya penanganan kasus pembacokan Ozi Rumain, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN), Abdul Muthalib Sangadji, asal SBT. Pernyataan keras ini muncul di tengah kondisi Ozi yang masih kritis di RS Bhayangkara akibat luka parah di kepala, tangan, dan tubuh.

Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam, bahkan dilaporkan mengalami retak tulang kepala. Tim medis tengah berupaya menyelamatkan nyawa Ozi melalui operasi tahap kedua.

Keluarga korban dan masyarakat SBT semakin geram dengan kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban. Pihak keluarga mengklaim telah memberikan foto terduga pelaku kepada korban, dan Ozi telah mengidentifikasi pelaku tersebut.

Baca Juga :  Perjalanan Panjang DARI MAJALAH TENAR KE TENARNEWS.COM

Ketua Umum DPC GMPRI SBT, Jamal Arey, mengecam keras ketidakmampuan polisi dalam menangkap pelaku premanisme di Kota Ambon. “Apakah preman lebih hebat dari hukum negara? Kenapa polisi tidak mampu menangkap pelaku dalam 1×24 jam?” ujarnya kepada awak media kamis, (20/11/2025).

Jamal mempertanyakan profesionalisme dan mentalitas aparat kepolisian. Ia khawatir, jika kondisi ini terus berlanjut, kepercayaan publik terhadap Polda Maluku akan runtuh. “Kalau begini caranya, bubarkan saja polisi di Maluku, Biar sekalian preman yang berkuasa,” ujarnya dengan nada kesal.

Lebih lanjut Arey mengungkapkan, ditengah gelombang kritik, keluarga korban berusaha menahan emosi. Mereka mengakui kepercayaan mereka terhadap polisi mulai terkikis akibat tidak adanya perkembangan signifikan dalam penyelidikan.

“Kami percaya polisi punya sumber daya dan sistem yang mumpuni. Kami mohon, jangan sampai di Maluku justru tidak mampu menangkap pelaku kejahatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  285 ANGGOTA DEWAN ABSEN,164 IZIN SAAT RKUHP DISAHKAN JADI UU

Puncak kekecewaan keluarga korban terlontar dalam pernyataan keras: “Jika Polda takut menangkap pelaku, buat perjanjian tertulis agar kami keluarga yang turun tangan.” Pernyataan ini mencerminkan frustrasi mendalam atas lambannya penegakan hukum.

Kasus ini menjadi sorotan tajam dan pukulan telak bagi citra kepolisian di Maluku. DPC GMPRI SBT menuntut:

  1. Penangkapan segera terhadap pelaku pembacokan.
  2. Transparansi penyelidikan dan update berkala kepada keluarga korban.
  3. Pelayanan dan fasilitas kesehatan terbaik bagi Ozi Rumain.
  4. Evaluasi internal atas respons Kepolisian Maluku yang lamban.

Kasus Ozi Rumain bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi juga ujian bagi penegakan hukum di Maluku. Apakah hukum mampu mengalahkan ( Red )

Berita Terkait

KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR
Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES
Pesawat RI Satu “Presiden Prabowo ke NTB untuk resmikan bendungan”
SEJARAH BERDIRI MEDIA NASIONAL TENARNEWS PERJALANAN PANJANG DARI MAJALAH KE MENSOS/. YOUTUBE 
Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar NU Jombang Jawa Timur 
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:26 WIB

KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026

Jumat, 11 September 2026 - 19:30 WIB

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 September 2026 - 13:33 WIB

Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR

Jumat, 4 September 2026 - 17:32 WIB

Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.

Jumat, 4 September 2026 - 17:27 WIB

KADES TAPOS DILAPORKAN WARGANYA SENDIRI, DUGAAN PENIPUAN-PENGGELAPAN Rp1,2 MILIAR MULAI DIPROSES

Berita Terbaru

Tenar News

SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:30 WIB