Besaran Tunjangan DPRD Tangsel Disorot, Peneliti Ingatkan Kepekaan Sosial Wakil Rakyat

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel ,Tenarnewstv, SMSI,– Besaran gaji, tunjangan, dan fasilitas yang diterima anggota DPRD Kota Tangerang Selatan kembali menuai sorotan. Berdasarkan dokumen Rangkuman Komponen Gaji, Tunjangan & Fasilitas DPRD Tangsel (Perwali 25/2017), setiap anggota dewan memperoleh sejumlah komponen penghasilan yang nilainya terbilang besar.

Ketua DPRD, misalnya, mendapatkan uang representasi Rp2,1 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp14,7 juta, tunjangan perumahan Rp21,5 juta, hingga dana operasional bulanan Rp12,6 juta. Sedangkan anggota DPRD memperoleh Rp1,5 juta uang representasi, tunjangan perumahan Rp19,5 juta, serta tunjangan transportasi Rp15 juta.

Selain itu, anggota dewan juga memperoleh fasilitas lain seperti pakaian dinas, perjalanan dinas, kunjungan kerja, tunjangan alat kelengkapan, hingga gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Menyikapi hal tersebut, peneliti kebijakan publik IDP-LP (Institute for Development of Policy and Local Partnership), Riko Noviantoro, menilai meskipun seluruh komponen penghasilan anggota DPRD telah diatur dalam Undang-Undang MD3, Peraturan Pemerintah, hingga diturunkan ke peraturan kepala daerah, tetap diperlukan kesadaran dan kepekaan sosial dari para wakil rakyat.

Baca Juga :  DEMO RUMAH WARGA OLEH OKNUM KONI BENGKALIS

“Secara regulasi semua sudah detail, tapi persoalannya ada pada kepekaan. Tidak nyaman rasanya ketika wakil rakyat menikmati fasilitas mewah, sementara masyarakat di sekitarnya masih menghadapi kesulitan ekonomi,” ujar Riko, Senin (15/9).

Riko mencontohkan, tunjangan perumahan seharusnya bisa ditinjau ulang tanpa mengurangi martabat anggota dewan.

“Kalau tidak menerima tunjangan rumah, apakah mereka akan tinggal di pinggir jalan? Tentu tidak. Mereka tetap punya rumah. Jadi ini soal empati terhadap kondisi masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, apa yang diterima oleh anggota DPRD semestinya sejalan dengan kinerja yang diberikan.

“Rakyat berjuang keras untuk keluarganya, wakil rakyat tentu dalam konteks lebih besar. Faktanya, gaji mereka jauh di atas pekerja biasa. Jadi wajar jika ada beberapa item yang dikurangi atau ditunda, itu tidak akan mengurangi kinerja mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Lista Hurustiati Adakan Bedah Buku "Rajutan Asa Dan Juang" Di Hut Gerai Lengkong Ke-2

Riko juga menekankan bahwa momentum ini bisa menjadi ajang pembuktian DPRD Tangsel untuk lebih dekat dengan rakyat.

“Bukan berarti kalau penghasilan dipangkas mereka lantas bermalas-malasan. Justru ini kesempatan menunjukkan kesungguhan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar mencari nafkah lalu berfoya-foya,” pungkasnya.

Sementara, Wahyudi, sekertaris dewan (Sekwan) DPRD Kota Tangerang Selatan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsAppnya belum menggubris pertanyaan terkait kebenaran data yang ditanyakan.

Publik kini menunggu apakah DPRD Tangsel akan merespons kritik ini dengan langkah nyata, misalnya menunda atau mengurangi pos tunjangan tertentu, atau tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.(Tim)

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru