Ketua PWI dan Ketua DKD Bagai Dua Sisi Mata Uang

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aminuddin – Pembina GJI NTB

Euforia pemilihan Ketua PWI NTB telah usai. Ucapan selamat mengalir deras, membanjiri media sosial dan grup-grup komunikasi. Namun, di balik hiruk pikuk perayaan tersebut, sebuah peristiwa penting luput dari perhatian publik, yakni terpilihnya Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI, yang juga merupakan hasil dari mekanisme demokrasi organisasi yang sah.

Peristiwa ini bukan sekadar soal ucapan selamat yang dilupakan. Lebih dari itu, ini adalah cermin bagaimana kita, sebagai bagian dari sebuah organisasi, terkadang lebih fokus pada popularitas kepemimpinan ketimbang integritasnya.

Dalam struktur PWI, Ketua PWI dan Ketua DKD ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ketua PWI adalah nakhoda yang menggerakkan roda organisasi. Ia fokus pada program kerja, menjalin jaringan, dan membawa organisasi maju. Sedangkan Ketua DKD adalah kompas yang menjaga arah dan pagar moral. Ia memastikan setiap langkah organisasi tidak keluar dari rel etika dan kehormatan profesi.

Baca Juga :  SALING KLEM LAHAN BERUNJUNG KE PENGADILAN

Jika salah satunya diabaikan, maka organisasi akan kehilangan keseimbangan.

Mengabaikan peran DKD sama saja dengan menyimpan kompas di laci membiarkannya berdebu dan tidak dianggap penting. Padahal, kompas moral ini justru sangat dibutuhkan ketika organisasi mulai bising oleh kepentingan, atau ketika kepemimpinan mulai terseret arus transaksional.

DKD bukanlah jabatan hadiah, atau tempat singgah bagi senior yang tak lagi aktif. DKD adalah pagar moral yang tak bisa diajak kompromi. Ia akan tetap mengingatkan meski semua ingin melaju cepat. Ia akan berdiri tegak meski semua ingin mengambil jalan pintas.

Baca Juga :  Selamat Hari Pers Nasional 2024. Tak ada demokrasi tanpa kebebasan pers, tak ada kebebasan pers tanpa demokrasi

Penting bagi kita untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari seberapa populer pemimpinnya, tetapi juga seberapa kuat nilai-nilai dan integritasnya.

Pengakuan terhadap Ketua DKD, sama pentingnya dengan pengakuan terhadap Ketua PWI. Keduanya adalah bentuk penghormatan pada marwah organisasi yang telah memilihnya secara demokratis.

Jika kita hanya memilih-milih siapa yang layak dihargai, maka sesungguhnya kita belum sepenuhnya menghargai sistem dan nilai-nilai yang kita sepakati bersama. Semoga, pasca-konferensi ini, kita dapat bergerak bersama, dengan nakhoda yang berani dan kompas yang selalu dijaga, demi masa depan pers yang profesional dan bermartabat. ( ** )

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru