Haul Hj. Syafinar Berlian. Prof. DR. Said Aqil Al Munawar: Theologi Kematian

- Jurnalis

Kamis, 2 Februari 2023 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tenarnews tv9,-Acara Haul ke 3 wafatnya Hj. Syafinar Berlian Binti H. Zakir Boneh diadakan tadi malam, Rabu, 1 Februari 2023, oleh keluarganya di kediaman di daerah Bambu Apus Jakarta, sangat meriah dan khidmat.

Dalam acara Haul ini, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah dan IIQ (Institut Ilmu Al Qur’an) Jakarta, Prof. DR. KH. Said Aqil Husin Al Munawar, MA, memberikan tausiyah kepada keluarga dan jama’ah yang hadir dalam acara tersebut.

Said Aqil yang juga pernah menjadi Menteri Agama (2001-2004) di awal ceramahnya mengatakan, Manusia ciptaan Allah yang sangat sempurna, diantaranya diberikan panca indera, antara lain, bisa melihat, bisa mendengar dan merasakan. Ketika manusia menyatakan iman kepada Allah. Maka mau tidak mau manusia harus diuji untuk melihat tingkat keimanan seseorang. “Ada orang diuji dengan kesenangan. Itu namanya Rahmat/nikmat, dan ada yang diuji dengan yang tidak enak. Ini namanya azab”, katanya.

Baca Juga :  TRAMP Siap Hijaukan Dan Bersihkan Bantaran Sungai

“Ketika kita mendapatkan Rahmat, kita senang, keluarga kita senang dan teman kita senang. Begitu juga sebaliknya”, jelas Aqil dalam bahasa yang sangat komunikatif.

Prof. Aqil dalam konteks kematian menjelaskan, bahwa kematian bagi orang beriman adalah nikmat. Orang sedang terlelap tidur terasa begitu nikmat. Ruhnya sedang diambil Allah. Kemudian dikembalikan lagi oleh Allah, orang itu bangun. Begitu juga kematian, orang itu tidur panjang. Menikmati tidur, di alam kubur. “Ini juga nikmat Allah, maka kematian tidak perlu ditakuti”, katanya memberi tutorial kematian.

Baca Juga :  Polsek Warudoyong lakukan Pas Subuh (Patroli Kendaraan QR setelah Subuh) di wilayah hukum Polsek .

“Kita masih bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan orang yang telah meninggal, dalam bentuk memberikan amal ibadah yang kita lakukan untuknya. Kita bershodaqoh, beramal dan berdo’ah khusus kita kirim kepadanya. Ini akan sampai kepadanya”, paparnya.

“Dalam Hadits, dikatakan: Apabila manusia meninggal terputus amal ibadahnya, kecuali 3, yaitu, Shodaqoh Jariyah, Ilmu yang Bermanfa’at dan Anak yang Soleh selalu mendo’akannya”, katanya dengan menyinggung hadits-hadits lain konteksnya amal yang terus mengalir, termasuk mendirikan Masjid dan Rumah Singgah.

Dalam Acara Haul yang diadakan bersamaan dengan Peringatan 3 tahun berdiri Yayasan Rubath Nurul Fajri ini, diadakan pemberian santunan kepada Anak Yatim Binaan yang rutin setiap bulan menerimakan bantuan dari keluarga H. Supyan Abdurrachman. (Tim ) red.

Berita Terkait

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak
Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA 2026 Membawa Tema “METROPOLITAN BLOOM”
Wagub NTB Minta Aspirasi Fokus, Jalan dan Internet Jadi Prioritas
Wakil Walikota Depok hadiri pelantikan pengurus persatuan Gereja
KASTA NTB BERSAMA PERHIMPUNAN PEMUDA SASAK LOMBOK DATANGI BKD HEARING PUBLIK
Berita ini 220 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:01 WIB

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 17:49 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Senin, 4 Mei 2026 - 15:38 WIB

Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:14 WIB

Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA 2026 Membawa Tema “METROPOLITAN BLOOM”

Berita Terbaru