Praktik Korupsi di Negara Muslim,Pidato Dato’ Sri Anwar Ibrahim

- Jurnalis

Selasa, 10 Januari 2023 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh ; MS. Tjik. NG..

Alhamdulillah, kalimat tahmid itulah yg pantas dan pas saya ucapkan pertama kali dalam tulisan ini._

Dato Sri Anwar Ibrahim (DSAI) sebagai Perdana Menteri Malaysia berkunjung ke Jakarta , kunjungan itu sekaligus lawatan nostalgia pelepas kangen dan rindu._

Saya umpamakan suasana kebathinan DSAI
Indonesia layaknya sebagai Bapaknya dan Malaysia sebagai Ibunya, perumpamaan seperti itulah yang pas untuk DSAI.

Narasi indah dan seram yang dipidatokan DSAI membuat kita mengangguk-anggukan kepala, bagaimana tidak. coba saja dicermati dan dikaji._

Korupsi dan rasuah sudah jadi budaya Juga di negara Islam, lebih kuat slogan Islamnya lebih banyak dana hilang

Atau di Malaysia, lebih kuat suara ke-tuan-an Melayunya, lebih cepat lesap uangnya, jadi jangan terpukau slogan janji muluk dan kata-kata

Uangkapan narasi di atas disampaikan Anwar Ibrahim dalam hajatan yg di gelar CT Corp Leadership Forum, di Menara Bank Mega (9/1/2023)._

Pernyataan DSAI itu ibaratnya dagang kecap dengan modal janji manis dan palsu, seperti kata pepata Melayu, bertanam tebu di bibir. rebung berduri tumbuh di hati ._

Menurut Anwar Ibrahim,
Pemimpin yg baik itu adalah pemimpin yang mau mempertahankan nilai-nilai dan akhlak yang baik. Pemimpin juga harus sederhana. Jangan sampai sudah jadi pemimpin namun berorientasi pada kepentingan pribadi

Apa yang telah disampai kan PM.Malaysia ini ada benang merah antara Pemimpin (penguasa) memiliki moralitas yg kuat kejujuran dan amanah terhadap kepercayaan yg sudah diberikan rakyat.

Mungkin Dato’ ingin mengatakan jangan khianati rakyat dan negara karena menterengnya kekuasaan yg telah didapat adalah pemberian rakyat atas nama demokrasi._

Sungguh aneh bin ajaib negara negara yg faham nya kuat ke-Islamannya justru praktik korupsi dan rasuah merajalela,_

Islam sangat menentang ketidak adilan dan kecurangan serta kedzaliman. Dalam perspektif Islam kriteria seseorang dilihat dari integritas, committed terhadap sifat-sifat :
1.Siddik. (صدق)
2.Amanah. (امانه)
3.Fathanah (فطانه)
4.Tabligh. (تبلغ)

Siddik ,berarti tidak pernah dusta (bohong), dapat dipercaya. Amanah, berarti jujur setia committed , Fathanah, cerdas tidak bodoh dan mampu memimpin, memahami kebutuhan rakyat. Tabligh, berarti komunikatif mampu menyampaikan dan mengatakan kebenaran untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan pembangunan dalam segala bidang._

Untuk negara Republik Indonesia yang mayoritas muslim sejatinya minus index korupsinya bukan sebaliknya._

Baca Juga :  Deklarasi Pers 2026: Jaga Media dan Demokrasi, Tuntaskan Hak Cipta Jurnalistik

Islam mengajarkan dimana pun kau berada anda selalu dalam jangkauan pengawasan CCTV . Monitor langsung dari Tuhan plus dua malaikat pemantau dan pencatat ( Raqib dan Atid), yang tak pernsh ngantuk dan tak pernah tidur._

Pak Udin lagi limbung kesusahan karena anak nya perlu uang 200ribu utk bayaran sekolah, Sementara Pak Udin tak punya uang, tiba tiba dia melihat di atas meja warung kopi ada lembaran2 uang hati bergejolak, ambil jangan , ambil jangan, jangan ambil karena itu bukan hak miliknya.

Begitu pun Mas Eko lagi kalut dan uring2an karena isteri sedang berada di Klinik Bersalin utk melahirkan anak , speser pun dia tak punya uang, tiba tiba di dalam toilet pada saat dia buang air kecil dia melihat amplop yg cukup tebal, batinnya pun berontak bagaimana ini, datang setan burik ambil aja mas itu uang bisa utk bayar ongkos persalinan dia sadar bahwa fulus tersebut bukan hak miliknya dia tidak ambil

Dua contoh kisah di atas adalah ujian ke-iman-an sebagai Muslim pantang mencuri maling dan kotupsi itu yang tertanam dihati mereka. Tuhan punya cara sendiri untuk menolong Pak Udin dan Mas Eko pas pada waktunya bisa mengatasi masalahnya atas pertolongan Allah SWT._

Begitulah seharusnya sosok kepribadian seorang Muslim. Tulisan ini tidak membahas dan mengutip dan membahas melalui pendekatan UU Tipikor, PP (Legal-formal) dan lain sebagainya._

Jauh Sebelum ada KPK Indonesia pada era Orde Lama sudah membuat Lembaga Anti Korupi atau Rasuah sejak tahun 1959. _

BAPEKAN , Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara yg diketuai oleh Hamengku Buwono IX berdasarkan Peraturan Presiden No.1 tahun 1959 , pada tahun yang sama berdiri pula PARAN, Panitia Retooling Aparatur Negara,diinisiasi oleh AH.Nasution atad persetujuan Presiden._

Hingga tahun 2002 lahir KPK sebagai anak kandung reformasi yg bantut dan setengah mateng itu. Faktanya Korupsi bukan berkurang atau nihil justru makin menggila._

Pernyataan DSAI, kita jadikan momentum bersama untuk bercermin dan bermuhasabah.

Apa yang DSAI sampaikan banyak benar nya meskipun tidak semuanya betul. Suasana kebatinan Dato’ seputar korupsi-rasuah yang dialami Malaysia pada era kepemimpinan Dato’ Sri Mahathir Muhammad dan Dato’ Tun Abdurrazak di Semenanjung Malaysia beda2 tipis dengan di Indonesia._

Baca Juga :  Besaran Tunjangan DPRD Tangsel Disorot, Peneliti Ingatkan Kepekaan Sosial Wakil Rakyat

Mahathir sebagai guru senior dan seksligus sahabat begitu juga Tun Abdurrazak teman sejawat bersama sama berjuang di Malaysia justru pada akhirnya 2 (dua) orang inilah yg menjebloskan Anwar Ibrahim ke Penjara 2 kali dengan yang artifisial yaitu sodomi .

Tak ada teman teman abadi, yang abadi adalsh kepentingan

Cukup berat perjuangan Anwar Ibrahim untuk meraih tampuk kekuasaan tertinggi di Negei jiran itu. Wajar bila Dato’ menjadi cemas gemas dan geram ._

Belum sampai dua bulan sejak dilantik menjadi Perdana Menteri DSAI prioritas kan lawatan kenegaraan datang ke Indonesia._

Pidato beliau yg berapi-api tanpa teks mengarah pada issu sentral , Demokrasi, Korupsi, Keadilan dan kesejahteraan._

Perjalanan panjang DSAI di perpolitikan Tanah Serumpun Semenanjung Malaysia menjadi kisah pahit yg heroik, 10 tahun DSAI hidup dlm penjara dengan fitnah dan tuduhan keji dan kejam dan pembunuhan karakter (assassination character)
Perlakuan itu tidak membuat DSAI surut ke belakang dan berhenti berjuang, justru semakin menempa ketokohan DSAI yg teruji._

Kunjungan nya ke Indonesia tentu membuat mata dunia tertuju ke Indonesia karena kehadiran Sang Legenda dari Serumpun Melayu._

Berulang kali DSAI sering sampai kan “is deeply sentimental” keterikatan nya secara emosional terhadap Indonesia. Itu kita patut bangga karena sejak muda beliau memang hidup bergaul di Indonesia.

DSAI harus masuk dan hidup dalam penjara ternyata itu penempahan sebgai kawah candra di mukanya DSAI. Proses menuju hidup lebih bermakna itu ditempu dengan sabar dan tegar Alhamdulillah akhirnya DSAI meraih cita-cita nya yang dijegal dan dibegal oleh politisi tak bermoral Malaysia, laksana Nabi Yusuf masuk penjara dulu baru berkuasa , yang sering terjadi “berkuasa dulu, kemudian masuk penjara”. DSAI kita sebut saja Harimau Melayu yg mulai menggeliat dan mengaum._

Dalam percaturan globalisasi, dan hubungan antar bangsa DSAI mulai diperhitung kan dan diwaspadai para pemimpin dunia, DSAI punya kemampuan untuk mempersatukan puak Melayu yg potensial
secara geopolitik dan sentimen Melayu ._

Jaya dan majulah Melayu
Untuk selamanya. Tak kan Melayu Hilang di Bumi. (Red)

Berita Terkait

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak
Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama
Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA 2026 Membawa Tema “METROPOLITAN BLOOM”
Wagub NTB Minta Aspirasi Fokus, Jalan dan Internet Jadi Prioritas
Wakil Walikota Depok hadiri pelantikan pengurus persatuan Gereja
KASTA NTB BERSAMA PERHIMPUNAN PEMUDA SASAK LOMBOK DATANGI BKD HEARING PUBLIK
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:01 WIB

Apresiasi Program MBG, Ketum SOBAT NUSANTARA: Beri Kepastian Pasar Bagi Petani dan Peternak

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20 WIB

Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu pada Momen Hardiknas 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 17:49 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Senin, 4 Mei 2026 - 15:38 WIB

Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:14 WIB

Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA 2026 Membawa Tema “METROPOLITAN BLOOM”

Berita Terbaru