TAKZIAH KELUARGA BESAR HIMALO  DIASPORA

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • Jakarta,Himalo  ,-Dalam hidup, setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya musibah. Baik itu musibah besar maupun musibah kecil. Hal ini yang biasanya membuat manusia sadar akan kekuasaan Allah swt, dan mengakui bahwa manusia tak lain hanyalah makhluk lemah dan segala takdirnya pun telah digariskan oleh Allah SWT. Rasulullah pun sudah mengajarkan tata cara dan adab takziah dan sudah diterapkan dari generasi ke generasi.

Dalam hidup, saat manusia tertimpa musibTAKZIAHah, sering sekali kita mendengar istilah kata takziah. Sebenarnya seperti apa si pengertian takziah yang paling tepat ? simak pembahasannya :

Apa Itu Takziah ?

Takziah adalah salah satu kewajiban seorang muslim terhadap orang yang meninggal. Bahkan, Rasulullah saw menyebutnya sebagai salah satu hak bagi orang yang meninggal dunia. Artinya, ketika ada seseorang yang meninggal dunia, jenazah tersebut masih memiliki hak untuk mendapat penghormatan dari orang yang masih hidup.

Secara bahasa takziah artinya menguatkan. Sedangkan secara istilah adalah menganjurkan seseorang untuk bersabar atas beban musibah yang menimpanya, mengingatkan dosanya meratap, mendoakan ampunan bagi mayit dan dari orang yang tertimpa musibah dari pedihnya musibah.

Imam al Khirasyi mengistilahkan Takziah dengan : “Menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah, sekaligus mendoakan mereka dan mayatnya”.

Takziah ialah salah satu akhlak muslim terhadap orang yang sedang mendapatkan musibah. Pelaksanaan takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan. Dengan maksud untuk membantu mengurus atau paling tidak mensholatkan dan mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir

Dari pengertian diatas dapat diperkuat dari hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘Alaih. Sebagaimana nabi bersabda :

“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw telah bersabda, ‘Siapa yang menghadiri jenazah hingga melayatkan jenazah itu, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang menghadiri jenazah hingga sampai dikubur, maka baginya pahala dua qirath’. Ditanyakan, ‘ Apakah dua qirath itu?’ Nabi menjawab (yaitu) seperti dua buah gunung besar”.

Oleh karenanya sungguh betapa besar pahala orang yang bertaziyah dan hal ini sangat dianjurkan dalam agama islam. Jikasalah seorang diantara kita mendengar kematian sesama muslim maka hendaklah kita segera melakukan takziah, ikut melayatkan dan mengantarkan sampai di pemakaman.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik 6 Pejabat Baru di Istana

Hukum Melaksanakan Takziah

Tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama bahwasanya hukum bertakziah kepada orang yang tertimpa musibah adalah sunah dan merupakan hak muslim yang satu terhadap muslim yang lain. Takziah bertujuan untuk menghibur  keluarga yang di tinggalkan agar tabah dan bersabar atas cobaan. Di samping itu juga memberikan bantuan moril dan material kepada keluarga yang terkena musibah. Hal ini sesuai dengan hadis Rasul Allah. Artinya:

“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam: Jika engkau menjumpainya maka berilah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka datangilah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dan memuji Allah maka doakanlah dia, jika dia sakit maka jenguklah, dia jika dia meninggal maka iringkan–lah.” (HR.Al-Bukhari)

Adab – Adab Bertakziah

Saat Anda berniat untuk melaksanakan takziah, perlu diketahui bahwa agama islam sejatinya telah mengatur dengan baik seperti apa atau bagaimana cara kita memperlakukan orang yang akan kita takziahkan. Berikut ini adab takziah, diantaranya :

  • Adab takziah yang pertama dilakukan dengan ikhlas untuk mengharapkan ridha Allah swt.
  • Berpakaian sopan dan menutup aurat
  • Bertingkah laku dan berperilaku sopan
  • Memberi bantuan kepada keluarga jenazah, baik bantuan moril maupun material
  • Memberikan nasihat kepada keluarga jenazah agar tabah, sabar dan meningkatkan iman kepada Allah swt
  • Mengikuti salat jenazah dan mendoakannya agar mendapatkan ampunan dari allah dari segala dosanya
  • Ikut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman untuk menyaksikan penguburannya

Bila hidup bukan untuk ridha Allah lantas apalagi yg engkau cari? Segera penuhi panggilan-nya

Ucapan Saat Bertakziah

Merangkum, takziah boleh diucapkan dengan kata-kata manapun yang dapat meringankan musibah dan menghibur serta menyabarkan hati. Akan tetapi jika seseorang menggunakan kata-kata yang biasa dipakai oleh Nabi saw. tentu itu akan jauh lebih baik dan utama.

Baca Juga :  Perusak Lahan Kebun Kopi Pak Suharlan Meresahkan masyarakat Sumsel

Diriwayatkan dari Bukhari dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu katanya: “Saya kirim putri Nabi shalalahu alaihi wassalam. untuk menemuinya dan menyampaikan bahwa putra saya telah meninggal dunia serta mengharapnya agar datang. Maka Nabi pun mengirim orang buat menyampaikan salam serta mengucapkan:

‘أَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

(Anna lillaahi maa akhadza, wa lahuu maa a’thaa, wa kullu syai’in ‘indahuu biajalin musammaa faltashbir)

Milik Allah apa yang diambil-Nya dan milik-Nya pula apa yang diberikan-Nya, dan segala sesuatu pada-Nya mempunyai jangka waktu tertentu. Dari itu hendaklah engkau bersabar dan menabahkan hati!’.

Berkata beberapa orang ulama:

“Jika seorang Muslim bertakziah kepada Muslim lainnya, hendaklah ia mengucapkan:

‘َعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَكَ

(‘Adzamallahu ajraka wa ahsana ‘azaaka wa rahima mayyataka),,,( HIMALO)

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru