Mukernas LPOI Merawat Persahabatan Menjaga NKRI

- Jurnalis

Kamis, 15 September 2022 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Tenarnews tv9.Lembaga Persahabatan Ormas Islam ( LPOI) melakukan musyawwarah kerja Nasional ( Mukernas). Suasana musyawwarah sangat moderat sejalan dengan tradisi budaya Pancasila musyawwarah mufakat dengan penuh hikmah. Memberikan ruang sepenuhnya kepada peserta delegasi Mukernas untuk melakukan pembahasan terhadap agenda yang sudah dituangkan dalam agenda sidang.

LPOI adalah kumpulan ormas Islam yang satu nafas gerak dan langkah berhimpun membangun wadah sebagai wahana silaturrahim, salatul Ilmi, silatul mal, silaturruh ormas-ormas Islam yang berdiri sejak sebelum kemerdekaan dan telah berkonstribusi terhadap lahirnya NKRI dan konsisten berpartisipasi menselaraskan pembangunan nasional.

Kontekstualisasi musyawwarah kerja nasional LPOI ini dengan kondisi kekinian kebangsaan Indonesia yang sedang dalam masa keperihatinan nasional atas terpaan musibah covid terhadap goncangan ekonomi nasional dan stabilitas politik menjadikan Mukernas LPOI ini bertemakan ” Memperkuat Persahabatan Untuk Memperkokoh NKRI”.

Acara Mukernas LPOI ini dilaksanakan di hotel Santika jln.KS.Tubun Jakarta Pusat. Diawali seminar kebangsaan dengan Nara sumber all; Ketua umum LPOI Frop.Dr.Kh.Said Aqil Siroj,MA, Frop.Dr. Husnul Mariah pakar politik intenasional, Brigjen Pol Ahamd Nurwahid BNPT, Irjen Merdy sam wakil Kabaq Intelkam Mabes Polri. diikuti oleh semua anggota LPOI : Nahdatul Wathon Diniyah Islamiyah ( NWDI) NU, Matlaul Anwar, Alirsyad, Al- Ittihadiyah, Alwasliyah, Perti, Piti, PUI, SI, HBMI, IKADI, Persis. Berlansung hari Kamis- Jum’at 15-16 September 2022.

Baca Juga :  Ketum Himalo Desak Prabowo Reshuffle Kabinet, Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik

Hadir dalam acara Mukernas semua pimpinan dan pembina ormas LPOI, pengurus LPOI, Dan sebagian pengurus masing² keormasan. Dalam sambutan mukaddimah awal yang sangat inspiratif ketua umum LPOI. Frop.Dr.Kh.Said Aqil Siroj, MA menerangkan ; ” bahwa NKRI sudah final dengan meletakkan bentuk negara Republik, terhadap mereka yang menganut sistem, kerajaan, sultan, keamiran, itu bagian dari bentuk ijtihad mereka. Mari kita saling menghormati sesama, bahwa kondisi bangsa Indonesia sebagai negara yang mengabungkan nasionalis relegius dengan Pancasilanya sudah final. Itulah yang menjadikan negara besar, luas ini survival terhadap berbagai gejolak dari manapun. LPOI hadir sebagai benteng NKRI menjaga amanah leluhur bangsa. Silahkan LPOI juga bergaul bersama ormas non muslim sebagai motor kebudayaan penggerak kebangsaan, kemanusiaan dan Islamiyah “. Demikian pakar sejarah pradaban islam ini sampaikan.

Senada dengan presiden forum kebangsaan Samianto Athar yang juga pengurus NWDI bahwa; ” Indonesia sudah 77 tahun merdeka tapi belum bisa menghadirkan amanat Pancasila terutama sila ke-5 menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh tumpah darah. Ini akibat salah kelola tidak melibatkan dan berkoordinasi dengan ormas sebagaimana presiden pertama soekarno yang selalu datang mengunjungi ormas. LPOI sebagai kumpulan ormas yang lahir sebelum kemerdekaan harus dilibatkan negara dalam seluruh hajat kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara. Sesuatu kekeliruan besar negri tidak menghadirkan LPOI dalam menyusun road map pembangunan Indonesia masa depan yang seirama dengan budaya bangsa. LPOI adalah unsur penting agar negara bangsa tidak lepas dari akar sejarahnya”. Jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Umum Ormas Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Wisnu Dewanto Berlabuh Di Partai Rakyat Indonesia

Sementara Frop. Husnul Mariah menyoroti akan kekeliruan besar negri ini tidak melibatkan ulama LPOI dalam tafsir Pancasila. Sehingga terlepas dari akar historisnya berani menghapus dan mengamandeman UUD’45. Kata pribumi mereka hilangkan sebagai pewaris negri ini. Pengelolaan ekonomi jatuh ke oligarki. Pemerintah lebih banyak mendengar keterangan alumni dari barat yang tidak paham sejarah bangsa. Kurikulum bahan ajar sekolah sampai perguruan tinggi menjauhkan anak bangsa dari budaya Islam dan literasi intektual Islam. Lebih memakai litrasi barat “. Ungkapnya.

Acara berjalan sangat harmonis semua peserta dan tamu undangan sangat puas dengan kerja panitia tas jalannya Mukernas LPOI tahun ini yang menghasilkan beberapa pokok program Kerja, rekomendasi internal dan eksternal. Intinya LPOI ke depan sampai tahun berakhir kepengurusan 2024 lebih progresif revolusioner menjaga mengawal NKRI untuk hadirnya negri adil makmur damai sentosa. (Red)

Berita Terkait

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau
SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau
MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Desakan Kembali ke UUD 1945 Asli, Anggota DPR RI Johan Rosihan Sebut Ada Dua Arus di MPR
Pakai Baju Adat Kaltim Qonita Lutfiyah Umumkan Indikator Baru BK Award 2026.
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:19 WIB

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 15:04 WIB

SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH

Sabtu, 12 September 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:26 WIB

KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026

Berita Terbaru

Tenar News

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 Sep 2026 - 15:19 WIB