DEPOK | Tenarnewstv9 – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, S.Kom, MMSI, menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi Kota Depok menuju Smart City. Hal ini ia sampaikan dalam Reses II Tahun Sidang 2024-2025 yang berlangsung di Tapos, Kota Depok, pada Senin (10/3/2025). Acara tersebut dibuka oleh anggota DPRD Kota Depok, H. Hamzah, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Sebagai anggota Komisi I DPRD Jawa Barat yang juga bertugas di Badan Anggaran serta terlibat dalam Pansus Investigasi Investasi di tingkat provinsi, Pradi menjelaskan pentingnya perencanaan tata ruang yang matang untuk menjadikan Depok sebagai kota cerdas. Menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta reses, Eko—yang juga seorang wartawan—Pradi menekankan bahwa perencanaan tata ruang bukanlah proyek jangka pendek, melainkan langkah strategis yang harus disusun dalam rentang waktu dua dekade ke depan.
“Depok harus siap menghadapi perkembangan zaman dengan konsep Smart City yang mengintegrasikan teknologi dalam tata kelola perkotaan. Perencanaan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, tetapi harus disusun secara bertahap dengan visi yang jelas,” ujar Pradi.
Mengenai membangun infrastruktur berbasis teknologi dan Lingkungan. Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini menyoroti berbagai aspek dalam konsep Smart City, seperti Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Society, Smart Mobility, dan Smart Living. Ia menegaskan bahwa infrastruktur kota harus dikembangkan secara merata, tidak hanya terpusat di satu kawasan.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Depok, mulai dari keberagaman budaya hingga sumber daya ekonomi, dapat dimanfaatkan dalam konsep pembangunan tematik yang melibatkan pemerintah daerah serta dinas terkait. Salah satu upaya yang ia dorong adalah pengembangan ruang terbuka hijau, termasuk normalisasi situ sebagai pusat rekreasi, kuliner, dan olahraga.
“Depok memiliki banyak situ yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Jika dikelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi paru-paru kota sekaligus pusat kegiatan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Pradi menyoroti pentingnya infrastruktur transportasi yang lebih baik. Ia mendorong percepatan realisasi Underpass Citayam guna mengatasi kemacetan, serta koordinasi dengan Kabupaten Bogor untuk memastikan proyek ini berjalan optimal.
Kolaborasi dan Digitalisasi untuk Depok yang Lebih Maju
Dalam upayanya mewujudkan Smart City, Pradi menekankan bahwa APBD Kota Depok yang hanya Rp 4,2 triliun masih terbatas untuk membiayai berbagai program strategis. Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya investasi dari pemerintah pusat, sektor swasta, dan tokoh masyarakat guna mempercepat pembangunan.
Salah satu sektor yang ia dorong untuk didigitalisasi adalah layanan kesehatan dan pendidikan. Ia mengusulkan agar Puskesmas dan RSUD di Kota Depok dapat terintegrasi dengan aplikasi digital sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.
“Dengan digitalisasi, kita bisa meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik. Masyarakat yang kurang mampu juga akan lebih mudah mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan berkualitas,” ujar Pradi.
Ia pun optimistis bahwa dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, Depok bisa berkembang lebih pesat menuju Smart City yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan.
“Smart City bukan sekadar konsep, tapi sebuah keharusan bagi Depok agar dapat bersaing di masa depan. Dengan langkah-langkah konkret dan sinergi bersama, kita bisa menciptakan kota yang lebih maju dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.(Moer )



