Tanam raya ini diikuti Pj Gubernur NTB Hasanudin, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Gubernur NTB Terpilih Indah Damayanti Putri dan sejumlah pengurus DPD HKTI NTB, serta Camat pujut .kades .kadus se desa pengembur Tokoh masyarakat A ggota HKTI NTB.
Selain itu, tampak hadir Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wiraraja, Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan, Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, Dandim Lombok Tengah Letkol Kav. Andi Yusuf, dan pejabat lainnya.
Berdasarkan pantauan Media , kedatangan Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan bersama Sudaryono disambut tarian Gendang Beleq.
Selanjutnya melakukan penanaman di sebuah petak sawah bersama puluhan petani Desa Pengembur.
Selanjutnya Fadli Zon dan Sudaryono berdialog langsung dengan para petani untuk mendengar
Sudaryono, mengatakan, swasembada pangan adalah cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yang juga pernah menjabat Ketua HKTI selama 10 tahun.
Sejak Desember 2024, sudah dilakukan distribusi pupuk sehingga pupuk sudah sampai kepada petani sejak jauh-jauh hari.
“Harga pupuk di pengecer sebenarnya adalah Rp115 ribu. Kenapa ada praktik lebih mahal. Biasanya dibebankan ongkos kirim. Makanya ada yang Rp 145-150 ribu,” ungkapnya.
Sudaryono menyebutkan, guna meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya telah memastikan harga pokok penjualan (HPP) Gabah Padi naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500.
“Sementara HPP jagung dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.500. Perintah Presiden memutuskan tadi, gabah dan jagung berapa pun produk petani akan dibeli dengan harga HPP,” kata Sudaryono.
Sebelumnya, pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor terhadap komoditas beras, jagung, gula, dan garam untuk tahun 2025.
( Red ) Ntb Sumber










