
JADIKAN AL-QUR’AN SEAKAN-AKAN SEBAGAI SURAT CINTA
Apabila seseorang memiliki kekasih dan menyatakan cinta kepadanya, baik melalui surat ataupun melalui media social, lalu kekasih itu tidak membaca dan membalas ungkapan hatinya dan mengalihkan perhatiannya kepada orang lain, tentu orang itu akan sakit hati.
Demikian juga ketika اَللّهُ ﷻ menuliskan cintanya kepada hamba-Nya melalui ayat-ayat Al-Quran kemudian hamba itu berpaling dari Al-Quran, tentu اَللّهُ ﷻ akan berpaling darinya.
Jadi, anggaplah Al-Quran yang diturunkan oleh اَللّهُ ﷻ bagi hamba- hamba-Nya adalah Surat Cinta dari اَللّهُ ﷻ.. Seseorang harus merasa bangga atas kiriman surat cinta-Nya melebihi kiriman surat cinta dari kekasihnya.
Seseorang yang mendapat kiriman surat cinta dari kekasihnya, surat itu akan selalu dibacanya berulang-ulang bahkan akan dijaga dengan sebaik-baiknya jangan sampai surat itu robek, apalagi hilang.
Semestinya Al-Quran diperlakukan melebihi surat cinta dari sang kekasih. Al-Quran beserta kandungan isinya tidak pernah lupa untuk selalu dibacanya, bahkan diulang-ulang dalam membacanya. Sebab, Al-Quran adalah surat cinta yang tulus dari Robbnya. Surat cinta itu berisi tentang jaminan keselamatan dari api neraka.
Jadi apa yang membuat kita ragu untuk terus membaca dan mengkaji Al-Qur”an karena dialah teman sejati kita yang akan menjadi teman saat kita sendirian di alam kubur.
والله اعلم بالصو(. Te Nar NeWs )
