
Jakarta Tenarnews tv9.Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian penuh terkait merajalelanya persoalan mafia tanah di Tanah Air. Sengketa lahan menjadi salah satu permasalahan pelik yang masih sering terjadi di Indonesia.
Kondisi ini pun kerap dimanfaatkan mafia tanah demi keuntungan pribadinya. Untuk memberantas mafia tanah yang cukup meresahkan masyarakat, Presiden Jokowi mengangkat mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.
Menyikapi beban berat yang amanahkan Presiden Jokowi, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto mengaku tidak takut dengan mafia tanah dan siapapun pemain di belakangnya. Sebab, dia mendapat dukungan dari aparat. “Saya ngomong ke Kapolri saja selesai. Kapolri sudah menyatakan 1.000% mendukung saya,” kata Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu.
Menurut mantan Panglima TNI itu, ada satu hal yang ditakuti para oknum apabila ketahuan mendukung para mafia tanah. Sebab, oknum yang terlibat jaringan mafia tanah jabatannya akan dicopot. Kondisi ini diakui Hadi Tjahjanto menjadi salah satu kekuatannya.
Bahkan, Hadi Tjahjanto sempat buka-bukaan kalau di balik mafia tanah ini ada oknum jenderal yang mendukung. Namun ia menyatakan tidak takut dan berkomitmen memberantas mafia tanah.
“Mafia di manapun akan saya gebuk, saya tidak takut. Walaupun ada yang bisiki, ‘Pak itu ada jenderalnya di belakang’. Tidak takut. Walaupun saya purnawirawan saya juga pernah menggunakan pangkat jenderal. saya akan hajar mereka,” tegas Hadi Tjahjanto.
Dalam kesempatan yang berbeda, Hadi juga sempat mengungkap, kalau mafia tanah ini berasal dari oknum di sejumlah lembaga. Hadi membocorkan siapa saja mafia tanah yang dimaksud. Jumlahnya ada lima, bahkan ada yang berasal dari BPN. “Saya sampaikan mafia tanah itu ada lima. Pertama oknum BPN. Yang kedua adalah pengacara karena pengacara pasti mengikuti klien mereka,” ungkapnya. Ketiga, oknum notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) juga menjadi mafia tanah. Yang keempat yaitu camat dan kelima ialah lurah/Kades
Untuk mengukur komitmen Hadi Tjahjanto itu kuasa hukum (alm) Budi Suyono, Drs H Hasan Basri SH.MH mempertanyakan itikad baik dari BPN untuk menyelesaikan kasus kliennya. Seperti diketahui dalam sengketa antara pihak (alm) Budi Suyono melawan PT Citra Agung Mandiri dalam gugatan mulai dari tingkat pertama hingga proses PK (Peninjauan Kembali) di MA secara mutlak dimenangkan pihak ahli waris.
Namun hingga saat ini pihak pengadilan maupun BPN tidak mau melakukan eksekusi atas putusan itu. Justru selama ini Hasan Basri merasa dipermainkan dan dipingpong, karena tidak ada penjelasan yang memadai putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. “Timbul pertanyaan saya, beranikah Pak Hadi Tjahjanto memberantas habis mafia tanah,” kata Hasan Basri kepada Media.di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Pihaknya lanjut Hasan Basri sangat berharap adanya tindakan tegas dari Menteri Hadi Tjahjanto sehingga kasus sengketa tanah di Indonesia bisa terselesaikan. “Kasus sengketa tanah kami sudah berkekuatan hukum tetap, tetap saja tidak bisa diselesaikan,” ujar Hasan Basri.
Presiden Jokowi lanjut Hasan Basri sudah jelas menyatakan perang terhadap mafia tanah. Sekarang tinggal Menteri Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto berani nggak bertindak sebagaimana diharapkan Jokowi dan masyarakat.( Hsn)


