Pemantik Silaturahim Genostieca Ledistiya Asa Itu Masih Ada

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Tenarnews9,-Memaknai ajang silaturahim nasional genoestica ledistiya yang akan diselenggarakan di kota bunga Bandung Jawa Barat mulai tanggal 27-29 Juni mendatang. Menandakan semangat berkumpul itu masih menyala. Suatu gagasan ide yang patut diapresiasi kita semua. Semangat pondok pesantren yang mengikat kita dengan panca jiwanya akan terus berkobar selamanya sebagai sebuah wujud keshalehan sosial dan ketaatan pada ajaran pondok.

Perjumpaan ini, tidak mudah karena semua memiliki urusan, kepentingan dan kesibukan yang menyita waktu tenaga terkhusus bagi rekan – rekan yang berada cukup jauh. Bersedia meluangkan waktu dari seluruh penjuru Nusantara menuju lokasi pertemuan. Berhasil melepaskan, membuang ego sektoral dan baju kesombongan memenuhi panggilan almamater tercinta.

Silaturahim ini akan bermakna, mana kala kita dapat memanfaatkan dengan penuh tanggung jawab untuk kemaslahatan kita ummat bangsa dan masa depan almamater. Untuk tidak menjadi santri hilang. Pesan guru dan kh kita masih terngiang dibenak kita semua. Menjaga solidaritas ukhuwah islamiyah, Basariah, Wathaniyah untuk saling meneguhkan semangat persaudaraan antar sesama almamater. Harus terus terjaga dan hidup dalam sanubari kita sepanjang hayat dikandung bandan.

Pertemuan ini, bukan hanya sekedar perjumpaan melepas kangen, cerita, nostalgia. Tapi lebih dari itu sebagai upaya nyata saling meneguhkan semangat persaudaraan menyatukan hati bahwa kita semua berasal dari almamater yang sama. Terus menjaga nilai dan tradisi serta amanah pondok untuk konsisten dalam mengarungi kehidupan senantiasa memegang teguh titah para guru, gaya dan tradisi santri tidak tercemar oleh zaman seperti ikan di lautan.

Baca Juga :  Lahan tanah milik warga untuk penyedia air bersih Di Desa Ciseeng di Perjual Belikan

Momentum perjumpaan ini juga sebagai jalan tengah dipandang perlu pula, kita saling mengisi dan bertukar ide gagasan untuk alumni yang memiliki dan bergerak di bidang pendidikan pesantren untuk saling asih, asah dan asuh ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Sesama alumni saling menguatkan satu sama lain terlebih alumni yang baru merintis pondok atau lembaga pendidikan lainnya sebagai ladang pengabdian dan perjuangan.

Pesantren harus menjadi ruang terbuka untuk berpikir kritis dan menyuarakan gagasan. Pesantren perlu tidak tunduk pada tekanan kekuasaan atau kepentingan politik praktis maupun kungkungan oligarki. Kita perlu menyerukan perlindungan penuh terhadap ruang akademik dan kebebasan kurikulum di dalam dan di luar pesantren. Menjaga tradisi baik pesantren dipertahankan seraya menerima inovasi yang baru namun bertujuan baik untuk peningkatan mutu lulusan.

Sebagai bentuk solidaritas global, kita juga perlu menegaskan sikap dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Kita perlu mengutuk keras genosida dan agresi Israel terhadap rakyat Palestina. Dukungan ini tidak hanya bersifat moral, tetapi juga amanat konstitusi Indonesia: menolak segala bentuk penjajahan. Perjuangan Palestina adalah perjuangan kemanusiaan. Di tengah bungkamnya banyak negara, kita perlu membela bangsa-bangsa yang tertindas. Solidaritas ini merupakan bentuk konsistensi dalam membela keadilan HAM.

Baca Juga :  Surat DPMPTSP "mandul,"Pagar tembok dan sejumlah papan nama"Ilegal" Bertabaran dilahan 9,3Ha

Dengan pemantik gagasan tersebut, silaturahim Genostieca Ledistiya ingin mengajak seluruh peserta silaturahim reuni perdana ini untuk berpikir lebih strategis. Silaturahim ini bukan hanya forum perjumpaan internal, tetapi juga ladang pengabdian kepada cita-cita negara bangsa yang merdeka, berdaulat, sejahtera, adil, dan makmur. Kami berharap peserta silaturahim mampu merumuskan resolusi progresif, berpihak kepada almamater pondok , dan mampu mendorong transformasi sosial. Silaturahim tidak boleh berlalu begitu saja tanpa menyumbangkan gagasan perubahan, termasuk yang revolusioner.

Almamater adalah anak kandung Pesantren Dalam sejarahnya, alumni pesantren adalah Munzirul Qoum bagian dari Penggagas dan Penggerak peradaban Nusantara. Sudah saatnya alumni pondok kembali menjadi lokomotif perubahan, bukan sekadar “penonton rebahan” di tengah-tengah permasalahan bangsa dan ummat. Berkewajiban turut serta menghadirkan masyarakat yang di rithoi Allah SWT.

( Alumni Genostieca presiden Kebangsaan Samianto)

Berita Terkait

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia
Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam
Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau
SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau
MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:32 WIB

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:28 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam

Senin, 14 September 2026 - 15:19 WIB

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 15:04 WIB

SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH

Berita Terbaru

Tenar News

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 Sep 2026 - 15:19 WIB