
Depok – Tenarnews:
Demo Aktifis yang datangnya dari Ormas, LSM bahkan orang tua murid yang tak berkesudahan dalam menyuarakan jerit tangis orang tua murid di pasca PPDB nampaknya belum berujung, lalu siapa yang salah ?
Karnanya tidaklah berlebihan jika salah satu komunitas yang menamakan komunitas Sangkar Nuri ikut ambil bagian dalam menyuarakan keluhan itu
Berlokasi di Jalan Nuri 119, komunitas Sangkar Nuri mungkin tampak sederhana dari luar, tetapi di dalamnya, penuh dengan ide-ide besar dan semangat untuk menciptakan perubahan positif. Ke depan, komunitas ini diprediksi akan menjadi pusat perhatian yang positif bagi warga Depok.

Dalam waktu dekat, komunitas Sangkar Nuri akan menyelenggarakan diskusi terbuka dengan tema “Peduli Jerit Tangis Warga di PPDB”. Acara ini diharapkan bisa menangani keluhan dan kekhawatiran masyarakat terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sering kali menimbulkan ketidakpuasan.
Sigit, Ketua Komunitas Sangkar Nuri, dengan rendah hati menyampaikan bahwa sanggar yang berlokasi di rumahnya adalah tempat berkumpul bagi individu dari berbagai latar belakang, termasuk wartawan, LSM, dan warga setempat.
“Dari pertemuan ini, muncul keprihatinan atas banyaknya keluhan warga setiap kali PPDB berlangsung. Ini tidak hanya terjadi di Depok, tetapi juga di banyak daerah lain. Jadi, apa yang sebenarnya salah?” ujar Sigit, seakan bertanya pada dirinya sendiri.
Oleh karena itu, lanjut Sigit, komunitas Sangkar Nuri bersepakat untuk mengadakan diskusi terbuka dengan mengundang pihak Dinas terkait, calon Walikota, anggota DPRD, dan masyarakat.
“Insya Allah, apa yang kami tawarkan dalam acara nanti bisa mengurangi kekecewaan warga setiap kali menjelang PPDB,” tegas Sigit.
Acara ini diharapkan bisa menjadi titik awal perubahan dan solusi bagi masalah yang sering muncul dalam proses PPDB, serta memperkuat peran komunitas Sangkar Nuri sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Depok.
(Mbah Moer)


