- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, TeNarNews tv./Media Siber Indonesia,:Belakangan muncul aksi demonstrasi yang salah satu tuntutannya adalah menuntut Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dicabut. Santri Muda Nusantara (SAMUDRA) memahami kekhawatiran publik. Kritik, protes, dan evaluasi adalah bagian sehat dari demokrasi. Tapi mencabut MBG bukan jawaban yang tepat. Tapi kalau memperbaikinya, iya.

Mari jujur melihat fakta. MBG lahir untuk menjawab 3 masalah besar: stunting, anak masuk sekolah dalam kondisi lapar, dan beban ekonomi orang tua. Data di lapangan menunjukkan hasilnya: anak lebih fokus belajar, absensi naik, dan UMKM-koperasi-petani lokal dapat pasar baru lewat dapur MBG. Itu manfaat nyata, bukan janji di atas kertas.

Baca Juga :  Pria Asal Jawa Barat Ini Mengaku Imam Mahdi Sekaligus Soekarno-Hatta dan Raja Akhir Zaman

Kita tidak boleh menutup mata. Program sebesar ini, menyentuh jutaan anak di ribuan titik, terutama diseluruh pelosok negeri ini, pasti punya “PR”. Tidak ada kebijakan nasional yang sempurna. Apakah ada kekurangannya.? Pasti ada.

Maka dalam hal ini, yang mengkritisi harus pakai logika juga, misalnya “ada salah sedikit, langsung cabut semua” itu berbahaya. Kalau ada jalan berlubang, kita perbaiki jalan, bukan tutup jalan. Kalau ada guru yang telat, kita evaluasi sistemnya, bukan bubarkan sekolah. Sama dengan MBG: kalau ada penyalahgunaan dalam pengelolaan, tindak tegas secara hukum, benahi rantai pasok, perketat SOP nya. Jadi bila mencabut MBG artinya mencabut makanan dari anak yang hari ini memang sedang membutuhkan. Sama halnya kita menutup peluang UMKM yang baru bangkit. Padahal target dari MBG ini adalah penurunan stunting & memperbaiki gizi anak. Menutup MBG Itu bukan solusi, itu menyerah namanya. Yang kita butuhkan sekarang bukan aksi “tolak MBG”, tapi aksi “perbaiki MBG”. Sebagai mana kita ketahui MBG adalah program yang bermanfaat. Jangan batalkan masa depan mereka hanya karena hari ini kita belum sempurna tapi mari kita sempurnakan secara bersama-sama.( Red )

Berita Terkait

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan
Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB
KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan
Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas
Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Bekali Siswa Baru SMKN 32 dengan Pemahaman Kenakalan Remaja dan Konsekuensi dalam KUHP Baru
Pengajian rutin mingguan Majlis ta’lim Bangun Lestari Pisangan Ciputat Timur 
Menko Yusril Ihza Mahendra di UIN Jakarta Soroti Pentingnya Etika Peradaban dalam Penegakan Hukum
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:06 WIB

Pernyataan Dewan Pers Tentang Tindakan yang Bernada Merendahkan Profesi Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Sidang Perdana Gugatan JPT Tangsel: DPP GHARIS Desak Pemerintah Kota Tangsel Terapkan Transparansi dan AUPB

Senin, 20 Juli 2026 - 22:51 WIB

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:30 WIB

Eksekusi Lahan di Serua Depok Diwarnai Perdebatan, Kuasa Hukum Termohon Sebut Batas Tanah Tak Jelas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:10 WIB

Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa, Kemenkum DK Jakarta Sosialisasikan Tindak Pidana Narkoba dalam KUHP Baru

Berita Terbaru

Tenar News

KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Diamankan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:51 WIB