- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, TeNarNews tv./Media Siber Indonesia,:Belakangan muncul aksi demonstrasi yang salah satu tuntutannya adalah menuntut Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dicabut. Santri Muda Nusantara (SAMUDRA) memahami kekhawatiran publik. Kritik, protes, dan evaluasi adalah bagian sehat dari demokrasi. Tapi mencabut MBG bukan jawaban yang tepat. Tapi kalau memperbaikinya, iya.

Mari jujur melihat fakta. MBG lahir untuk menjawab 3 masalah besar: stunting, anak masuk sekolah dalam kondisi lapar, dan beban ekonomi orang tua. Data di lapangan menunjukkan hasilnya: anak lebih fokus belajar, absensi naik, dan UMKM-koperasi-petani lokal dapat pasar baru lewat dapur MBG. Itu manfaat nyata, bukan janji di atas kertas.

Baca Juga :  Alumi UNPAM Muhidin Kades Waru terpilih Preode : 2023 - 2029

Kita tidak boleh menutup mata. Program sebesar ini, menyentuh jutaan anak di ribuan titik, terutama diseluruh pelosok negeri ini, pasti punya “PR”. Tidak ada kebijakan nasional yang sempurna. Apakah ada kekurangannya.? Pasti ada.

Maka dalam hal ini, yang mengkritisi harus pakai logika juga, misalnya “ada salah sedikit, langsung cabut semua” itu berbahaya. Kalau ada jalan berlubang, kita perbaiki jalan, bukan tutup jalan. Kalau ada guru yang telat, kita evaluasi sistemnya, bukan bubarkan sekolah. Sama dengan MBG: kalau ada penyalahgunaan dalam pengelolaan, tindak tegas secara hukum, benahi rantai pasok, perketat SOP nya. Jadi bila mencabut MBG artinya mencabut makanan dari anak yang hari ini memang sedang membutuhkan. Sama halnya kita menutup peluang UMKM yang baru bangkit. Padahal target dari MBG ini adalah penurunan stunting & memperbaiki gizi anak. Menutup MBG Itu bukan solusi, itu menyerah namanya. Yang kita butuhkan sekarang bukan aksi “tolak MBG”, tapi aksi “perbaiki MBG”. Sebagai mana kita ketahui MBG adalah program yang bermanfaat. Jangan batalkan masa depan mereka hanya karena hari ini kita belum sempurna tapi mari kita sempurnakan secara bersama-sama.( Red )

Berita Terkait

Tim Penyuluh Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan
Merdeka ! Perjalanan 81 Tahun Menjadi Diri Sendiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia 
Pelantikan Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Hidmat 2026-2031 di Tandai MOU Dengan Mitra Strategis PT Wahana Anugerah Energi
_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu
Ijazah Presiden Berstatus Arsip Negara Seharusnya Ada di ANRI, Subhan Palal Laporkan Jokowi Tindak Pidana Kearsipan⁰
Babak baru,” Sidang Bantahan Eksekusi, Hakim”tolak” gugatan?
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Bangka Jakarta Selatan
Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Pondok Pinang Jakarta Selatan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Tim Penyuluh Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Monitoring dan Pembinaan Posbankum di Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Merdeka ! Perjalanan 81 Tahun Menjadi Diri Sendiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Pelantikan Pengurus PCNU Kota Tangerang Selatan Masa Hidmat 2026-2031 di Tandai MOU Dengan Mitra Strategis PT Wahana Anugerah Energi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:21 WIB

_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Ijazah Presiden Berstatus Arsip Negara Seharusnya Ada di ANRI, Subhan Palal Laporkan Jokowi Tindak Pidana Kearsipan⁰

Berita Terbaru

Tenar News

_Reflective Thinking_ *Hukum Tata Negara Paradoks Ambigu

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:21 WIB