“Ya! Allah, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku.”
PUASA RAMADHAN DAN KESEHATAN JIWA KESABARAN

Adalah juga ketegaran dan kemantapan jiwa yang lapang penuh optimisme. Jiwa yang sabar ini diuji oleh Allah SWT,

•وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍمِّنَا الْخَوفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِْنَ الْاَمْوَالِ والْاَنًفُسِ وَالثَّمَرٰتِ، وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ• اَلَّذِيْنَ اِذَااَصَابَتْهُمُ مُّصِيْبَةٌ، قَالُوْااِنُّالِلّٰهِ وَاِنَّااِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ•
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.” *¶ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). (QS al-Baqarah [2]: 155-156).
•فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِيُسرًا، اِنَّ مَعَ الْعُسْرِيُسْرًا•
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS asy-Syarh [94]: 5-6).
TIDAK semua gelap itu gulita. Fajar subuh akan segera memancar. Tidak semua mendung itu kelabu. Hujan rahmat akan segera menyusul. Tidak semua kering itu kerontang. Musim semi akan mendatang.
•وَعَسٰى اَنْ تَكْرهُوْاشَيْءًاوَّهُوَخَيْرٌلَّكُمْ وعَسٰى اَنْ تُحِبُّوْاشَيْءًاوَّهُوَشَرٌّلَّكُمْ، واللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَاتَعّلَمُوْنَ•
“Dan bisa jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS al-Baqarah [2]: 216).
•Kriteria tentang jiwa yang sehat, “Ia dapat menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran di kemudian hari.”
¶ Kalimat Istirja’ (pernyataan kembali pada Allah). Disunnahkan menyebutnya pada waktu ditimpa musibah, baik besar atau kecil ………
MERAMADHANKAN PASCA RAMADHAN
Tanpa banyak kita sadari bahwa sebenarnya kita adalah orang-orang yang mampu menjalani amaliah Ramadhan pasca Ramadhan
Apa buktinya? …
Kita mampu berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadhan, artinya kita juga mampu berpuasa sunnah Senin dan Kamis pasca Ramadhan
Kita mampu menahan diri dari perkara-perkara yang halal saat puasa di bulan Ramadhan, artinya kita juga mampu menahan diri dari perkara-perkara yang akan merusak diri pasca Ramadhan
Kita mampu shalat tarawih setiap malam di bulan Ramadhan, artinya kita juga mampu bangun malam untuk tahajjud pasca Ramadhan
Kita mampu melaksanakan shalat berjamaah di bulan Ramadhan, artinya kita juga mampu shalat berjamaah pasca Ramadhan
Kita mampu meluangkan waktu untuk membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan, kita juga mampu membacanya pasca Ramadhan
Kita mampu kumpul bersama dengan keluarga saat buka puasa dan sahur di bulan Ramadhan, artinya kita juga mampu membangun kebersamaan dengan keluarga pasca Ramadhan
Di sinilah makna lain dari esensi Ramadhan agar kita dapat melanjutkan amaliah-amaliahnya pasca Ramadhan. Inilah yang disebut dengan Istiqomah dengan meramadhankan pasca Ramadhan
Dan bagaimana kata Al Qur’an tentang keutamaan Istiqomah?
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada rasa khawatir pada mereka, tidak (pula) bersedih hati. (46:13) (Red )
